Rencana relokasi pedagang Pasar Taman Puring ke Lenteng Agung, Jakarta Selatan, belum menjadi keputusan final. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih membahas lokasi pemindahan para pedagang menyusul rencana perubahan kawasan bekas pasar menjadi Taman Setara, ruang terbuka hijau yang dirancang ramah bagi penyandang disabilitas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah akan mencarikan tempat berjualan yang layak agar pedagang tetap dapat menjalankan usaha setelah kawasan Taman Puring ditata ulang.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono pada Minggu (25/10/2026). Menurutnya, lokasi relokasi masih dalam tahap pembahasan dan pemerintah perlu mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi para pedagang.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyebut kawasan Lenteng Agung sebagai salah satu pilihan tempat relokasi pedagang Pasar Taman Puring.
Namun, rencana tersebut mendapat tanggapan dari pedagang yang merasa keberatan karena lokasinya dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal dan kawasan usaha mereka.
Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, mengatakan para pedagang belum memperoleh kepastian lokasi pemindahan meskipun telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan pada Kamis (22/10/2026).
Pramono Anung tanggapi rencana relokasi pedagang ke Lenteng Agung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penataan kawasan Pasar Taman Puring harus tetap memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian para pedagang.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan taman, tetapi juga perlu menyediakan tempat usaha bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
“Pedagangnya tentunya kita harus carikan tempat untuk mereka tetap bisa berdagang dan sebagainya,” kata Pramono, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa lokasi relokasi masih dibahas oleh pemerintah daerah.
Dalam menentukan tempat baru, Pemprov DKI Jakarta perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi serta kebutuhan para pedagang agar mereka tetap dapat menjalankan usaha.
Meski demikian, Pramono belum mengumumkan lokasi final maupun jadwal pelaksanaan relokasi.
Pedagang Pasar Taman Puring keberatan dipindahkan ke Lenteng Agung
Rencana relokasi pedagang Pasar Taman Puring ke kawasan Lenteng Agung sebelumnya disampaikan Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo pada Jumat (23/10/2026).
Syafrin menjelaskan bahwa pemerintah telah mempertimbangkan beberapa lokasi untuk menampung pedagang setelah kawasan bekas pasar dialihfungsikan menjadi Taman Setara.
Lenteng Agung menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam pertimbangan tersebut.
Namun, informasi itu mengejutkan sejumlah pedagang.
Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, mengungkapkan bahwa pihaknya baru mengetahui rencana pemindahan ke Lenteng Agung melalui media sosial dan pemberitaan.
Padahal, dalam pertemuan dengan Wali Kota Jakarta Selatan pada Kamis (22/10/2026), pedagang mengaku belum menerima penjelasan mengenai lokasi tujuan relokasi.
Dalam audiensi tersebut, mereka telah meminta agar pemerintah tetap menyediakan tempat berjualan di sekitar kawasan Taman Puring.
Asmun mengatakan bahwa pedagang tidak menolak penataan kawasan, tetapi berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi usaha dan tempat tinggal mereka.
Pedagang khawatir biaya transportasi membengkak
Salah satu alasan keberatan terhadap rencana relokasi ke Lenteng Agung adalah jaraknya dari kawasan Taman Puring.
Sebagian pedagang diketahui tinggal di wilayah Kebayoran Baru dan Kebayoran Lama, yang relatif dekat dengan lokasi pasar.
Apabila dipindahkan ke Lenteng Agung, mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk membuka dan menutup lapak setiap hari.
Menurut Asmun, kondisi tersebut dapat menambah pengeluaran transportasi dan operasional usaha.
Biaya tambahan menjadi perhatian karena sebagian pedagang masih berusaha memulihkan kondisi ekonomi setelah kebakaran yang melanda Pasar Taman Puring pada 28 Juli 2025.
Selain persoalan jarak, para pedagang juga mempertimbangkan kemungkinan berkurangnya jumlah pembeli apabila harus berpindah ke tempat baru.
Mereka berharap pemerintah memperhitungkan kondisi tersebut sebelum menetapkan keputusan akhir mengenai lokasi relokasi.
Pedagang takut kehilangan pelanggan tetap
Kekhawatiran lain yang disampaikan pedagang berkaitan dengan nama besar Pasar Taman Puring sebagai salah satu kawasan perdagangan yang telah lama dikenal masyarakat Jakarta.
Pasar tersebut memiliki pelanggan yang terbiasa datang untuk mencari sepatu, pakaian, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Menurut Asmun, nama Taman Puring telah menjadi identitas usaha bagi para pedagang.
Jika harus berpindah ke kawasan baru, mereka perlu kembali memperkenalkan tempat berjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Hal tersebut menjadi perhatian, terutama bagi pedagang yang masih berusaha bangkit setelah kehilangan kios maupun barang dagangan akibat kebakaran.
Para pedagang juga mempertanyakan rencana pemindahan ke kawasan Teras Lenteng Agung yang sebelumnya telah digunakan sebagai lokasi relokasi eks pedagang Pasar Barito.
Mereka berharap pemerintah tidak hanya menyediakan tempat secara fisik, tetapi juga mempertimbangkan potensi kunjungan pembeli dan keberlanjutan kegiatan perdagangan.
Sekitar 140 hingga 180 pedagang masih bertahan
Kebakaran besar yang melanda Pasar Taman Puring pada Senin (28/7/2025) menyebabkan ratusan kios rusak dan menghentikan sebagian besar aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Sebelum kebakaran, jumlah pedagang di pasar itu tercatat lebih dari 500 orang.
Setelah peristiwa tersebut, hanya sebagian pedagang yang mampu kembali menjalankan usaha menggunakan lapak dan tenda sementara di sekitar lokasi pasar.
Berdasarkan keterangan Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, sekitar 140 pedagang masih bertahan hingga Oktober 2026.
Sementara itu, laporan lain pada 25 Oktober 2026 menyebut sekitar 180 pedagang masih beraktivitas di kawasan bekas pasar.
Perbedaan angka tersebut membuat jumlah pasti pedagang yang akan masuk dalam skema relokasi masih memerlukan pendataan pemerintah.
Para pedagang berharap seluruh pelaku usaha yang terdampak mendapatkan kejelasan mengenai kesempatan memperoleh tempat usaha baru.
Pasar Taman Puring akan diubah menjadi Taman Setara
Rencana relokasi pedagang berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengubah bekas Pasar Taman Puring menjadi ruang terbuka hijau.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo sebelumnya memastikan kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi Taman Setara.
Taman tersebut direncanakan sebagai ruang publik yang dapat diakses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
Menurut Syafrin, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta masih menyusun perencanaan teknis pembangunan.
Pekerjaan fisik baru akan dilaksanakan setelah tahap perencanaan selesai.
Gubernur Pramono Anung juga menyampaikan bahwa gagasan pembangunan taman disabilitas telah diusulkan sejak Muhammad Anwar menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.
Pramono menyetujui pengembangan tersebut karena Jakarta membutuhkan ruang publik yang lebih memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Meski demikian, jadwal pembangunan Taman Setara belum diumumkan secara final.
Kapan pedagang Pasar Taman Puring direlokasi ke Lenteng Agung?
Hingga Minggu, 25 Oktober 2026, pemerintah belum mengumumkan jadwal pasti pemindahan pedagang Pasar Taman Puring.
Kawasan Lenteng Agung telah disebut sebagai salah satu pilihan, tetapi Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa lokasi relokasi masih dalam tahap pembahasan.
Pemerintah juga belum menyampaikan secara terperinci mekanisme pendataan penerima tempat usaha, pembagian lapak, biaya penggunaan fasilitas, maupun jadwal perpindahan.
Berikut rangkuman perkembangan relokasi pedagang Pasar Taman Puring.
| Informasi | Status per 25 Oktober 2026 |
|---|---|
| Rencana relokasi pedagang | Sudah diumumkan |
| Lokasi yang dipertimbangkan | Lenteng Agung, Jakarta Selatan |
| Penetapan lokasi final | Masih dalam pembahasan |
| Jadwal pemindahan | Belum diumumkan |
| Jumlah pedagang yang bertahan | Sekitar 140–180 menurut laporan berbeda |
| Permintaan pedagang | Tetap berjualan di sekitar Taman Puring |
| Rencana fungsi eks pasar | Taman Setara |
| Status pembangunan taman | Tahap perencanaan |
Dengan demikian, relokasi pedagang Pasar Taman Puring ke Lenteng Agung belum dapat disebut sebagai keputusan final.
Pemprov DKI Jakarta masih membahas tempat yang sesuai bagi pedagang, sementara pembangunan Taman Setara juga belum dimulai.
Gubernur Pramono Anung telah menyatakan komitmennya untuk mencarikan tempat usaha yang layak agar para pedagang tetap dapat memperoleh penghasilan.
Sementara itu, para pedagang berharap pemerintah memberikan kepastian melalui dialog langsung dan mempertimbangkan jarak, biaya transportasi, serta keberlangsungan pelanggan sebelum memutuskan lokasi relokasi.









