Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengalihfungsikan lahan eks Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi Taman Setara, yakni ruang terbuka hijau (RTH) yang dirancang ramah bagi penyandang disabilitas.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo pada Jumat (23/10/2026). Ia menjelaskan bahwa pembangunan Taman Setara masih dalam tahap perencanaan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menegaskan rencana itu pada Minggu (25/10/2026). Menurut Pramono, kawasan bekas Pasar Taman Puring akan dikembangkan menjadi taman yang dapat memberikan ruang aktivitas bagi penyandang disabilitas.
Pemerintah juga menyiapkan skema relokasi bagi pedagang yang masih bertahan di kawasan tersebut setelah kebakaran besar pada 28 Juli 2025.
Meski rencana perubahan fungsi lahan telah disetujui, desain akhir, fasilitas, dan jadwal pembangunan Taman Setara belum diumumkan secara terperinci.
Taman Puring akan jadi Taman Setara, bukan pasar lagi
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo memastikan bahwa kebijakan penataan kawasan eks Pasar Taman Puring diarahkan untuk pembangunan Taman Setara.
Kawasan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas perdagangan tersebut akan dikembalikan menjadi ruang terbuka hijau dengan konsep taman inklusif.
Menurut Syafrin, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta sedang menyiapkan perencanaan teknis pembangunan.
Pembangunan fisik baru dapat dilakukan setelah seluruh tahapan perencanaan selesai.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan berharap pembangunan bisa segera dilaksanakan agar lahan bekas pasar dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik.
Namun, Syafrin belum memberikan kepastian mengenai tanggal dimulainya pekerjaan maupun target penyelesaian proyek.
Ia juga belum merinci seluruh fasilitas yang akan tersedia di Taman Setara.
Pramono Anung ingin Jakarta memiliki taman ramah disabilitas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Taman Setara di kawasan Taman Puring.
Menurut Pramono, Jakarta membutuhkan ruang publik yang secara khusus memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.
Rencana pembangunan taman tersebut sebenarnya telah diusulkan sejak Muhammad Anwar masih menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.
Usulan itu mendapat persetujuan Pramono pada Mei 2026.
Ketika itu, pemerintah daerah merencanakan pengembangan taman di lahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi.
Pramono menyatakan bahwa keberadaan taman disabilitas menjadi salah satu kebutuhan dalam pengembangan fasilitas publik Jakarta.
Karena itu, ia mendukung pengembalian fungsi kawasan Taman Puring menjadi taman yang dapat diakses masyarakat secara lebih luas.
Dalam pernyataannya pada Minggu (25/10/2026), Pramono kembali menyampaikan harapan agar pembangunan taman tersebut dapat segera diwujudkan.
Konsep Taman Setara yang akan dibangun di Taman Puring
Taman Setara direncanakan sebagai ruang terbuka hijau yang mengedepankan aksesibilitas dan kenyamanan bagi penyandang disabilitas.
Konsep tersebut menjadi pembeda utama dibandingkan fungsi kawasan sebelumnya sebagai tempat perdagangan.
Pemerintah ingin menghadirkan taman yang dapat digunakan masyarakat untuk beraktivitas, berinteraksi, dan menikmati ruang publik.
Selain pengembangan ruang terbuka hijau, kawasan Taman Puring juga direncanakan memiliki fasilitas pendidikan berupa Microlibrary Taman Puring.
Informasi yang disampaikan melalui akun Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta menyebut fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang belajar inklusif bagi komunitas penyandang disabilitas.
Proyek Microlibrary melibatkan kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta PT SHAU Architects dengan dukungan pendanaan Ammodo Foundation.
Rancangan fasilitas tersebut mencakup struktur bangunan melengkung dan atap hijau yang menyatu dengan lanskap taman.
Meski demikian, rincian fasilitas keseluruhan Taman Setara masih menunggu penyelesaian perencanaan resmi.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah seluruh konsep yang telah diperkenalkan akan dibangun dalam satu tahap atau dilaksanakan secara bertahap.
Mengapa Pasar Taman Puring diubah menjadi taman?
Rencana perubahan fungsi lahan tidak terlepas dari kebakaran besar yang melanda Pasar Taman Puring pada Senin (28/7/2025).
Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada ratusan kios dan mengganggu aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Setelah kebakaran, sejumlah pedagang masih bertahan dan berusaha melanjutkan kegiatan usahanya di area bekas pasar.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan kemudian melakukan penataan kawasan dan mengusulkan agar lahan tersebut dikembalikan menjadi ruang terbuka hijau.
Usulan pembangunan taman disabilitas disampaikan Muhammad Anwar saat masih menjabat Wali Kota Jakarta Selatan.
Pada Mei 2026, Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap gagasan tersebut.
Selanjutnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menetapkan arah penataan menjadi Taman Setara sebagaimana diumumkan Syafrin Liputo pada 23 Oktober 2026.
Pedagang Taman Puring akan direlokasi ke mana?
Rencana perubahan fungsi Pasar Taman Puring menjadi Taman Setara turut memunculkan pertanyaan mengenai nasib para pedagang.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan mencarikan tempat agar mereka tetap dapat menjalankan kegiatan usaha.
Salah satu lokasi yang sempat disebut sebagai pilihan relokasi adalah kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Namun, hingga Minggu (25/10/2026), keputusan akhir mengenai lokasi dan teknis pemindahan pedagang masih dalam pembahasan.
Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan kelangsungan usaha pedagang sebelum menetapkan lokasi pemindahan.
Ia tidak ingin perubahan fungsi kawasan membuat para pelaku usaha kehilangan kesempatan untuk berdagang.
Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku belum memperoleh kepastian mengenai rencana relokasi.
Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, menyampaikan bahwa informasi pemindahan ke Lenteng Agung sebelumnya diketahui pedagang melalui pemberitaan dan media sosial.
Sebagian pedagang merasa keberatan karena lokasi tersebut lebih jauh dari tempat tinggal mereka yang berada di sekitar Kebayoran Baru dan Kebayoran Lama.
Jarak tempuh serta tambahan biaya transportasi menjadi salah satu pertimbangan yang disampaikan pedagang.
Mereka berharap pemerintah melakukan pembahasan lebih lanjut sebelum menetapkan lokasi pemindahan secara final.
Masih ada 180 pedagang di bekas Pasar Taman Puring
Berdasarkan informasi yang disampaikan pada 25 Oktober 2026, sekitar 180 pedagang masih bertahan di lokasi bekas Pasar Taman Puring.
Sebelum kebakaran pada Juli 2025, kawasan tersebut dihuni lebih dari 500 pedagang.
Kondisi ini menjadi salah satu persoalan yang harus diselesaikan pemerintah bersamaan dengan rencana pembangunan Taman Setara.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan sebelumnya menyampaikan bahwa skema relokasi akan mempertimbangkan kelayakan tempat usaha dan kebutuhan pedagang.
Sementara itu, Pemprov DKI menyatakan masih membahas lokasi alternatif agar pedagang dapat melanjutkan kegiatan ekonominya.
Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dari penataan kawasan Taman Puring karena perubahan fungsi lahan melibatkan kepentingan ruang publik dan keberlangsungan usaha masyarakat.
Kapan Taman Setara mulai dibangun?
Hingga 25 Oktober 2026, pemerintah belum mengumumkan tanggal pasti dimulainya pembangunan Taman Setara.
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta masih menyusun perencanaan teknis yang akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo berharap pekerjaan dapat dimulai setelah proses perencanaan selesai.
Sementara itu, Pramono Anung telah memberikan persetujuan prinsip terhadap pengembangan kawasan tersebut sebagai taman disabilitas.
Berikut rangkuman informasi pembangunan Taman Setara.
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama taman yang direncanakan | Taman Setara |
| Lokasi | Eks Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan |
| Konsep | Ruang terbuka hijau ramah disabilitas |
| Perkiraan luas lahan | Sekitar 3.000 meter persegi |
| Fasilitas yang direncanakan | Termasuk Microlibrary Taman Puring |
| Status pembangunan | Tahap perencanaan |
| Jadwal pembangunan | Belum diumumkan |
| Nasib pedagang | Direncanakan direlokasi |
| Lokasi relokasi | Masih dibahas, Lenteng Agung menjadi salah satu opsi |
Dengan demikian, eks Pasar Taman Puring di Jakarta Selatan direncanakan berubah menjadi Taman Setara, sebuah taman ramah penyandang disabilitas yang menjadi bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau di Ibu Kota.
Pembangunannya masih menunggu penyelesaian perencanaan teknis, sementara pemerintah berupaya menentukan tempat relokasi yang sesuai bagi para pedagang.
Pemprov DKI Jakarta berharap pengembangan kawasan tersebut dapat menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari Pasar Taman Puring.









