— PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai ketentuan minimum saham free float sebesar 15 persen yang saat ini belum terpenuhi. Berdasarkan catatan per 31 Agustus 2026, porsi free float emiten dari keluarga Kalla tersebut baru menyentuh angka 6,17 persen.

Mengacu pada Ketentuan V.1.1 Peraturan I-A, perusahaan tercatat diwajibkan memiliki saham free float paling sedikit 15 persen dari total saham tercatat agar dapat terus melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menanggapi kondisi ini, pihak bursa telah meminta perseroan untuk memberikan keterangan tertulis terkait hambatan dalam memenuhi ketentuan tersebut.

Menjawab permintaan tersebut, manajemen BUKK menyatakan bahwa mereka masih mengkaji serta menimbang berbagai alternatif langkah. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pelepasan saham ke publik oleh pemegang saham utama agar ketentuan porsi 15 persen bisa tercapai pada tahun 2029.

Terkait strategi jangka pendek dan panjang, manajemen menegaskan bahwa rencana penyesuaian porsi saham publik tersebut masih sejalan dengan apa yang pernah diungkapkan sebelumnya.

“Dalam waktu dekat Perseroan akan berupaya untuk mengejar presentase Free Float menjadi 7,5% dan untuk rencana jangka panjang yang seusai dengan Perubahan Peraturan I-A, maka pada tahun 2029 saham Free Float Perseroan akan berjumlah 15%,” sebagaimana dikutip dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis, (17/9/2026).

Selain itu, dalam surat balasannya kepada pihak bursa, BUKK turut memohon agar diberikan kelonggaran waktu untuk merampungkan penyesuaian porsi free float tersebut dengan merujuk pada regulasi yang berlaku.

Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), struktur kepemilikan saham BUKK di antaranya dipegang oleh Nadia Achmad sebanyak 388.475.003 saham atau setara dengan 14,7124 persen. Selain itu, Laila Achmad tercatat menguasai 384.475.003 saham atau mencakup 14,5610 persen.

Di sisi lain, pemegang saham dari masyarakat non-warkat memegang 233.468.950 saham yang merepresentasikan 8,8420 persen. Sementara itu, porsi saham treasury milik BUKK tercatat berada di angka 32.722.750 saham atau setara 1,2394 persen.