— Pemerintah Singapura memperoleh lebih dari 1,1 juta dollar Singapura atau sekitar Rp15 miliar dari penjualan 337 tas dan aksesori yang sebelumnya disita dalam kasus pencucian uang. Lelang tersebut berlangsung secara daring melalui rumah lelang Hotlotz dan berakhir pada Minggu malam, 20 September 2026.

Salah satu barang yang mencatat harga tertinggi adalah tas berbentuk labu hasil kolaborasi Louis Vuitton dengan seniman Jepang Yayoi Kusama. Tas kulit bermotif monogram berwarna kuning itu terjual seharga 87.000 dollar Singapura atau sekitar Rp1,2 miliar setelah memicu persaingan ketat di antara para penawar pada menit-menit terakhir.

Tas Louis Vuitton Terjual Rp1,2 Miliar

Tas Louis Vuitton x Yayoi Kusama menjadi salah satu barang yang paling menarik perhatian dalam lelang tersebut. Barang edisi terbatas itu terjual setelah proses penawaran berlangsung sengit selama sekitar 30 menit.

Hotlotz mencatat terdapat 42 tawaran yang masuk menjelang batas akhir pelelangan. Persaingan tersebut akhirnya mendorong harga tas berbentuk labu itu mencapai 87.000 dollar Singapura.

Produk tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Louis Vuitton bersama Yayoi Kusama. Seniman asal Jepang itu baru-baru ini meninggal dunia pada usia 97 tahun.

Selain tas hasil kolaborasi tersebut, sejumlah tas dan aksesori lain yang ditawarkan dalam lelang juga menarik perhatian peserta. Barang-barang tersebut menjadi bagian dari aset yang disita dalam perkara pencucian uang bernilai besar di Singapura.

Ada Biaya Tambahan 20 Persen

Hotlotz menerapkan ketentuan biaya tambahan bagi pembeli dalam transaksi tersebut. Setiap pemenang lelang dikenakan biaya pembeli sebesar 20 persen di atas harga penutupan barang.

Biaya tambahan itu telah mencakup pajak barang dan jasa yang berlaku di Singapura. Namun, pembeli yang berasal dari luar negeri dapat memperoleh pembebasan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Mekanisme lelang yang diterapkan Hotlotz juga memungkinkan terjadinya perpanjangan waktu ketika persaingan penawaran masih berlangsung menjelang batas penutupan.

Jika tawaran baru masuk dalam lima menit terakhir sebelum sebuah barang ditutup, waktu lelang untuk barang tersebut otomatis diperpanjang selama lima menit.

Perpanjangan tersebut dapat terus berlangsung apabila tawaran baru kembali masuk. Lelang baru benar-benar berakhir setelah tidak ada penawaran tambahan selama lima menit penuh.

Mekanisme ini membuat waktu berakhirnya seluruh barang dalam sebuah lelang dapat berlangsung beberapa jam lebih lama dibandingkan jadwal penutupan awal.

Bagian dari 15 Lelang Aset Sitaan

Penjualan 337 tas dan aksesori tersebut bukanlah lelang tunggal untuk seluruh aset yang disita dalam perkara pencucian uang di Singapura.

Lelang yang berakhir pada Minggu malam merupakan salah satu dari rangkaian 15 lelang online yang disiapkan untuk menjual aset hasil penyitaan dari kasus pencucian uang dengan nilai mencapai 3 miliar dollar Singapura atau sekitar Rp41 triliun.

Rangkaian penjualan aset tersebut dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai September 2026 hingga Mei 2027.

Dengan demikian, masih akan terdapat sejumlah lelang berikutnya yang menawarkan aset-aset lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Aset Diserahkan kepada Deloitte

Aset yang berkaitan dengan kasus tersebut sebelumnya berada dalam penanganan kepolisian Singapura. Pada Agustus 2025, polisi menyerahkan aset-aset tersebut kepada perusahaan audit Deloitte untuk proses likuidasi.

Penjualan melalui lelang menjadi bagian dari proses pengelolaan dan pelepasan aset yang telah disita. Barang-barang tersebut kemudian ditawarkan kepada publik melalui mekanisme lelang yang diselenggarakan secara daring.

Nilai hasil penjualan tidak diberikan kepada pihak yang terlibat dalam perkara. Dana yang terkumpul akan disetorkan ke Consolidated Fund atau dana konsolidasi pemerintah Singapura.

Hasil Lelang Masuk Dana Pemerintah

Consolidated Fund merupakan tempat pemerintah Singapura menerima berbagai pendapatan negara. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.

Dengan skema tersebut, uang yang diperoleh dari penjualan aset sitaan akan masuk ke kas pemerintah melalui dana konsolidasi setelah proses pelelangan selesai.

Lelang 337 tas dan aksesori menjadi salah satu tahap dalam proses panjang penjualan aset yang disita dari kasus pencucian uang senilai 3 miliar dollar Singapura.

Harga tinggi yang dicapai tas Louis Vuitton x Yayoi Kusama menunjukkan tingginya persaingan pada beberapa barang yang ditawarkan. Dari total penjualan lebih dari 1,1 juta dollar Singapura, tas berbentuk labu tersebut menjadi salah satu barang yang paling menonjol dengan harga akhir mencapai 87.000 dollar Singapura.

Sementara itu, rangkaian pelelangan aset lainnya masih akan berlanjut hingga Mei 2027 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.