Polisi menetapkan pengemudi mobil listrik BYD berinisial S (46) sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun yang melibatkan empat mobil dan pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kecelakaan pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 16.48 WIB itu menyebabkan pengemudi ojol berinisial HS (56) mengalami patah kaki kiri dan sejumlah luka lecet. Korban menjalani perawatan hingga operasi di Rumah Sakit Fatmawati.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo membenarkan penetapan status tersangka pada Minggu (25/10/2026). Polisi masih memeriksa penyebab kecelakaan, termasuk keterangan pengemudi yang mengaku kaget dan panik.
Kronologi BYD tabrak empat mobil dan lindas ojol
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa menjelaskan bahwa mobil BYD bernomor polisi B-1220-KDP melaju dari selatan ke utara di Jalan Panglima Polim.
Ketika melintas di depan Win Hotel, mobil menabrak Honda Brio B-2967-NGY yang melaju searah. BYD kemudian bergerak ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat A-3867-DD yang dikendarai HS.
Mobil tersebut selanjutnya menabrak Wuling B-1835-ERZ yang sedang berhenti di sisi kiri jalan. Kendaraan masih bergerak hingga naik ke trotoar dan menghantam dua mobil terparkir di kawasan Hotel Amaris, yakni Honda Mobilio B-1247-WZK dan Toyota Navi B-2447-TWB.
Akibat tabrakan beruntun itu, sejumlah kendaraan rusak dan pengemudi ojol mengalami luka berat. Polisi mengamankan mobil BYD di Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan. Bagian depan mobil, terutama kap mesin dan bodi sebelah kanan, mengalami kerusakan.
Sopir BYD mengaku melamun dan mengantuk
AKBP Muhammad Adiel Aristo pada Senin (26/10/2026) menyampaikan keterangan tambahan pengemudi yang mengaku melamun dan mengantuk sebelum kecelakaan.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, pengemudi mengaku menginjak pedal gas hingga kendaraan kehilangan kendali. Ia kemudian panik dan tekanan pada pedal gas bertambah sehingga mobil terus bergerak dan menabrak kendaraan lain.
Polisi belum menetapkan penyebab akhir kecelakaan. Penyidik masih memeriksa fungsi pedal gas dan pengereman guna mengetahui apakah terdapat persoalan teknis. Pengakuan pengemudi belum merupakan kesimpulan menyeluruh atas penyebab kecelakaan.
Hasil tes urine sopir BYD negatif narkoba dan alkohol
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menyampaikan pada Sabtu (24/10/2026) bahwa hasil tes urine pengemudi negatif alkohol dan narkoba.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan untuk mengetahui kondisi pengemudi. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Setelah kejadian, pengemudi BYD sempat menjadi sasaran amukan massa dan mengalami pembengkakan pada wajah. Meski tes urine menunjukkan hasil negatif, proses hukum tetap berjalan dan pengemudi telah ditetapkan sebagai tersangka.
Korban ojol patah kaki dan menjalani operasi
Pengemudi ojol yang menjadi korban diketahui bernama Hasan Syukur (56), dikenal pula dengan panggilan Agus. Korban mengalami patah kaki kiri dan luka lecet setelah sepeda motornya tertabrak.
Hasan dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan perawatan. Pada Minggu (25/10/2026), AKBP Muhammad Adiel Aristo menyampaikan bahwa korban telah menjalani operasi dan masih dalam observasi medis.
Belum ada keterangan resmi mengenai waktu korban dapat meninggalkan rumah sakit atau kembali bekerja. Penanganan korban berlangsung bersamaan dengan proses penyidikan.
Polisi dalami penyebab kecelakaan mobil listrik BYD
Penetapan tersangka menjadi perkembangan penting dalam penanganan kecelakaan beruntun di kawasan Blok M. Penyidik masih mendalami kondisi pengemudi, kronologi pergerakan mobil, serta fungsi komponen pengendalian kendaraan.
Pemeriksaan sistem gas dan pengereman diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan kendaraan terus melaju. Hingga Senin (26/10/2026), polisi belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai dugaan kegagalan teknis mobil BYD.
Kasus ini ditangani Ditlantas Polda Metro Jaya. Pengemudi berinisial S telah berstatus tersangka, sementara penyelidikan teknis masih berlangsung dan korban ojol menjalani pemulihan setelah operasi.









