Google Starline, buat tatap muka jarak jauh semangkin nyata

Dharma Putra

Google dan HP menghadirkan teknologi ini ke pasar dengan memanfaatkan kekuatan AI.

Google Starline | foto: blog.google
Projek Google Starline menggunakan kemajuan dalam artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, pencitraan 3D, dan teknologi lainnya. Tampilan bidang cahaya menciptakan kesan volume dan kedalaman, menghadirkan pengalaman komunikasi mendalam yang belum pernah ada sebelumnya, menjadikan percakapan tatap muka semangkin nyata.

Manajer Umum, Proyek Starline Google, Andrew Nartker mengungkapkan telah mengeluarkan Starline dari lab dan bermitra dengan HP untuk mulai mengkomersialkan pengalaman tersebut.
"Kami mengeluarkan Starline dari lab dan bermitra dengan HP untuk mulai mengkomersialkan pengalaman tersebut. Pada tahun 2021, kami berbagi visi untuk Project Starline , sebuah proyek teknologi terobosan yang memungkinkan teman, keluarga, dan rekan kerja merasa seperti mereka bersama dari jarak apa pun," terang Andrew dalam postingan di blog resmi Google, Senin (13/5/2024) waktu setempat.
Lanjut Andrew, setelah ribuan jam pengujian di kantor Google dan dengan mitra perusahaan, pihaknya menemukan bahwa rapat di Starline lebih terasa seperti berada di ruangan yang sama dibandingkan video call biasa. 

"Hal ini mengarah pada perhatian yang lebih baik, daya ingat, dan rasa kehadiran secara keseluruhan. Di Starline, orang bertindak seolah-olah mereka sedang bertatap muka, bukan terpisah ribuan mil," ungkapnya.

Andrew juga menutarakan ia sangat gembira untuk menyampaikan bahwa menghadirkan teknologi ini dari laboratorium dengan fokus menghubungkan tim dan individu yang terdistribusi di tempat kerja. 

Uji coba Starline.

"Kami bermitra dengan HP untuk memulai komersialisasi pengalaman unik ini pada tahun 2025, dan berupaya untuk mengaktifkannya langsung dari layanan konferensi video yang Anda gunakan saat ini, seperti Google Meet dan Zoom," jelasnya.

Sementara itu, keahlian HP dalam bidang komputasi, dikombinasikan dengan investasi dalam solusi kolaborasi Poly, menjadikan mereka memiliki posisi unik untuk menghadirkan pengalaman baru dan inovatif di seluruh dunia. 

"Dengan lebih dari separuh makna dan niat dikomunikasikan melalui bahasa tubuh dibandingkan kata-kata saja, pengalaman kolaborasi yang mendalam memainkan peran penting dalam menciptakan hubungan antarmanusia yang autentik dalam lingkungan hibrid. Kami bangga dapat bermitra dengan Google untuk menghadirkan teknologi ini ke pasar, memanfaatkan kekuatan AI untuk membentuk masa depan kolaborasi,"  Alex Cho, Presiden Sistem Pribadi di HP.

"Hal ini menandai langkah signifikan menuju dunia yang memungkinkan koneksi dan kolaborasi di mana pun Anda berada. Kami akan membagikan detail selengkapnya akhir tahun ini, dan Anda dapat mempelajari lebih lanjut di starline.google," ungkapnya.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks