PDNS 2 diretas, data ratusan ribu calon mahasiswa KIP Kuliah raib

Proses ini mencakup pemindahan, perbaikan, dan rekonstruksi interkoneksi sistem KIP Kuliah dengan sistem lain di pemerintahan.

Hardi Muttaqin
A- A+
Tangkapan layar pada situs resmi kip-kuliah.kemdikbud.go.id. | topik.id
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan adanya permasalahan pada Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS2), yang berdampak signifikan pada sistem layanan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). 

Permasalahan ini mengakibatkan gangguan pada data calon mahasiswa penerima KIP Kuliah. Kemendikbudristek sedang melakukan pemulihan sistem KIP Kuliah dengan menggunakan cadangan data yang terdapat pada pusat data mereka. 

Dari penelusuran terakhir topik.id, Minggu (30/6/2024) sekira pukul 16.25 WIB terpantau halaman kip-kuliah.kemdikbud.go.id masih memperlihatkan pengumuman terkait permasalahan pada Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS2).
"Pengumuman terkait permasalahan pada Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS2) yang berdampak pada sistem layanan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah)," keterangan tertulis di laman resmi kip-kuliah.kemdikbud.go.id.
Proses ini mencakup pemindahan, perbaikan, dan rekonstruksi interkoneksi sistem KIP Kuliah dengan sistem lain di pemerintahan, yang membutuhkan waktu untuk memastikan seluruh layanan kembali normal.

"Diharapkan bahwa sistem KIP Kuliah akan kembali beroperasi sepenuhnya paling lambat pada 29 Juli 2024. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan tetap memantau informasi terkini dari Kemendikbudristek terkait perkembangan pemulihan ini," keterangan di laman kip-kuliah.kemdikbud.go.id.

Kemendikbudristek meminta kepada mahasiswa baru yang sudah daftar Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah) 2024 wajib mengunggah ulang dokumen pendaftaran. Unggah ulang dokumen KIP Kuliah 2024 sudah bisa dilakukan mulai tanggal 29 Juli 2024. 

"Bagi yang sudah melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2024 sebelum sistem mengalami kendala dapat mengakses sistem KIP Kuliah di (https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/) untuk melakukan reclaim (mengklaim ulang) akun KIP Kuliah masing-masing, serta melakukan pengunggahan kembali dokumen dan data dukung pendaftaran KIP Kuliah mulai tanggal 29 Juli 2024 sampai dengan 31 Agustus 2024," pengumuman yang tertera di laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id.

Seperti diketahui sebanyak 853.393 calon mahasiswa yang sudah melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2024 sebelum sistem mengalami kendala. 

Terpisah, sebelumnya Dewan Perwakilam Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi I mempertanyakan Pusat Data Nusatara Sementara yang diretas dalam Rapat Kerja bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), di Ruang Rapat Kerja Komisi I, di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2024).

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyatakan pembobolan Pusat Data Nasional (PDN) oleh peretas adalah peristiwa yang tragis, miris, dan ironis. Pasalnya, PDN memiliki fungsi yang sangat strategis, yaitu  melindungi kedaulatan data nasional dan melindungi data pribadi.

"Tapi semuanya di-hack dan kemudian semuanya tergopoh-gopoh (berbenah). What’s wrong with this?," tegas Nurul.

Selain itu, Politisi Fraksi Partai Golkar juga menyoroti adanya permintaan uang tebusan sebesar 8 juta dolar AS atau Rp131 miliar, yang digadang-gadang agar dapat membuka file yang terenkripsi tersebut.

"Pertanyaanya siapa yang meminta tebusan? dan Bapak harus bayar kemana? Pelakunya siapa? pertanyaan berikutnya apakah pelakunya ada indikasi dari internal? Apakah mereka yang menjual teknologi karena teknologinya ingin dibeli? Atau pelakunya bisa jadi orang yang marah karena usaha judi onlinenya diganggu oleh Bapak misalnya, apakah mereka yang marah?," tanyanya.

Selebihnya, ia turut mempertanyakan pertanggungjawaban fasilitas data backup yang telah disediakan oleh PT Lintasarta maupun PT Telkom di PDN. 
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Berbasis data.
Paling diminati.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks