CEO Google ungkap masa depan ritel berbasis AI

Untuk mendukung transformasi bisnis, Google meluncurkan Gemini Enterprise for Customer Experience.

author photo
A- A+
CEO Google ungkap masa depan ritel berbasis AI
CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai | dok: @google

CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai, menegaskan bahwa sektor ritel tengah berada dalam fase transformasi besar seiring pergeseran platform menuju era kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini disampaikan dalam ajang National Retail Federation (NRF) pada 11 Januari 2026. Menurutnya, AI membuka peluang baru yang luas bagi peritel dan pelanggan.

Google menyoroti pengalaman panjangnya bermitra dengan peritel selama lebih dari dua dekade. Pendekatan full stack AI yang dikembangkan Google disebut menjadi fondasi utama untuk menghadirkan inovasi berkelanjutan. Kemitraan ini ditujukan untuk membantu peritel beradaptasi dan tumbuh di tengah perubahan teknologi yang cepat.

"Apa yang telah kami pelajari dari 27 tahun terakhir bekerja sama dengan para peritel adalah bahwa kita hanya akan berhasil jika bekerja sama. Tujuan kami adalah membangun masa depan ritel di mana ruang peluang meluas untuk semua orang. Masa depan di mana pelanggan dapat menggunakan produk Google yang mereka sukai sebagai bagian dari pengalaman belanja yang lancar," tulis Pichai di laman resmi Google, seperti dilansir topik.id, Senin (12/1/2026).

Data internal Google menunjukkan lonjakan signifikan penggunaan AI di sektor ritel. Pada Desember 2024, Google memproses 8,3 triliun token melalui API, yang meningkat menjadi lebih dari 90 triliun token setahun kemudian. Pertumbuhan lebih dari 11 kali lipat ini mencerminkan percepatan adopsi AI secara global.

Dalam hal penemuan produk, Google mengandalkan Shopping Graph yang memuat lebih dari 50 miliar daftar produk dengan pembaruan real-time. Kehadiran AI Mode menggeser pola pencarian dari berbasis kata kunci menjadi percakapan alami. Hal ini mempermudah konsumen dalam menyaring dan mengambil keputusan pembelian.

"Google Search selalu menjadi titik awal penting untuk berbelanja di web. Sejak 2021, Shopping Graph kami menyediakan informasi produk secara real-time. Grafik ini memiliki lebih dari 50 miliar daftar produk, termasuk inventaris, harga, dan ulasan. Lebih dari 2 miliar daftar tersebut diperbarui setiap jam. Ini adalah informasi dengan kecepatan ritel," ungkap Pichai.

Google juga memperkenalkan Universal Commerce Protocol (UCP), protokol terbuka untuk perdagangan berbasis agen. UCP dirancang agar sistem, agen, dan layanan dapat saling terhubung dalam satu ekosistem global. Protokol ini dikembangkan bersama mitra besar seperti Shopify, Walmart, dan Target.

Untuk mendukung transformasi bisnis, Google meluncurkan Gemini Enterprise for Customer Experience. Platform ini menyatukan pencarian, perdagangan, dan layanan pelanggan dalam satu perjalanan yang mulus. Sejumlah mitra ritel besar telah memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas layanan.

Di sisi logistik, Alphabet melalui Wing memperluas layanan pengiriman berbasis drone. Setelah sukses bersama Walmart, Wing akan memulai pengiriman di Houston dan kota-kota lain di Amerika Serikat. Google optimistis inovasi AI akan terus menata ulang pengalaman belanja ritel sepanjang 2026.

"Kami sangat antusias untuk membantu para peritel menata ulang pengalaman berbelanja secara menyeluruh, dan menantikan apa yang akan terjadi di tahun 2026," tutup Pichai.

Share:
Premium.
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Update
Indeks