Kerja sama, Jerman-Israel segera bangun kubah siber

Telah dicapai kesepakatan dengan Israel untuk bertukar keahlian dan pengalaman dalam pertahanan terhadap serangan siber

author photo
A- A+
Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada konferensi pers | BMI/ Laurin Schmid
Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada konferensi pers | BMI/ Laurin Schmid

Kerja sama di bidang keamanan siber antara Jerman dan Israel terus diperluas melalui penandatanganan pakta siber dan keamanan di Yerusalem. Kesepakatan itu termasuk pembangunan cyber dome (kubah siber) dalam menghadapi tantangan keamanan digital yang semakin kompleks di tingkat global.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt melakukan kunjungan ke Israel pada akhir pekan lalu dan menandatangani perjanjian tersebut bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Penandatanganan ini memperkuat kerja sama yang telah terjalin lama, khususnya di sektor keamanan siber dan perlindungan infrastruktur vital.

"Kami sangat tertarik untuk mempelajari bagaimana Israel membangun Cyber ​​Dome," kata Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt dalam pernyataan resminya, seperti dilansir topik.id, Jumat (16/1/2026).

Pakta tersebut mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari diskusi dan pembangunan jaringan terkait konsep Cyber dome, pembentukan pusat inovasi bersama di bidang kecerdasan buatan dan siber, hingga keamanan siber untuk kendaraan terhubung dan perlindungan infrastruktur energi. 

Selain itu, kerja sama juga meliputi deteksi serta pertahanan drone, perlindungan sipil dan penduduk, penegakan hukum, serta kontra-terorisme.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Federal Jerman (BMI) melaporkan kerja sama keamanan antara Jerman dan Israel selama ini dinilai sangat baik dan dilandasi rasa saling percaya. Di luar kerangka NATO dan Uni Eropa, Israel disebut sebagai mitra terpenting Jerman dalam sektor keamanan, terutama dalam pengembangan dan penerapan teknologi keamanan siber.

"Cyber ​​Dome adalah konsep pertahanan terhadap serangan siber yang secara signifikan memperkuat keamanan siber Jerman. Ini bukan produk tunggal yang dapat dibeli dan dipasang, melainkan konsep multifaset untuk bertahan melawan serangan siber," tulis dalam laporan itu.

Dalam rangka meningkatkan ketahanan digital nasional, Kementerian Dalam Negeri Federal Jerman berencana membangun Cyber Dome Jerman. Sistem ini dirancang sebagai mekanisme semi-otomatis untuk mendeteksi, menganalisis, dan menanggapi serangan siber secara cepat dan terkoordinasi, dengan memanfaatkan pengalaman dan keahlian Israel di bidang tersebut.

Cyber Dome sendiri bukan merupakan satu produk tunggal, melainkan konsep pertahanan multifaset yang mengintegrasikan berbagai teknologi dan prosedur. Konsep ini diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih kuat, tidak hanya bagi infrastruktur penting negara, tetapi juga bagi usaha kecil dan menengah yang semakin rentan terhadap serangan siber.

Selain kerja sama siber, Jerman juga menunjukkan komitmennya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan tim ahli dari Kepolisian Federal ke Kantor Koordinator Keamanan untuk Israel dan Otoritas Palestina yang dipimpin Amerika Serikat. 

Dalam kunjungan tersebut, Alexander Dobrindt juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar untuk membahas isu keamanan dan kerja sama bilateral lebih lanjut.

"Secara khusus, telah dicapai kesepakatan dengan Israel untuk bertukar keahlian dan pengalaman dalam pertahanan terhadap serangan siber, bersama-sama mengembangkan teknologi pertahanan siber mutakhir, dan mempromosikan penelitian bersama di bidang siber," terang dalam laporan tersebut.

Share:
Premium.
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Update
Indeks