Topik.id — Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, mulai menerapkan sistem digital dalam pemetaan kompetensi dan pengembangan karier aparatur sipil negara. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), pemkab menggelar Uji Kompetensi Profiling ASN (Pro ASN) bersamaan dengan Ujian Dinas serta Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat.
Kegiatan yang berlangsung di SMA YPK 2 Mandala, Biak, pada Senin, 21 September 2026, menjadi pelaksanaan perdana sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk rangkaian ujian tersebut di Biak Numfor. Sistem ini menggantikan metode manual yang sebelumnya digunakan dalam pelaksanaan ujian kepegawaian.
Profiling Jadi Langkah Awal Pemetaan ASN
Kepala BKPSDM Biak Numfor Fera Dika Sroyer mengatakan profiling ASN dilakukan sebagai bagian dari penerapan Manajemen Talenta berbasis Sistem Merit sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
Pada tahap awal, profiling diprioritaskan bagi Pejabat Administrator atau Eselon III serta Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II. Total terdapat 191 peserta yang mengikuti proses pemetaan tersebut.
Menurut Fera, kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai potensi dan kompetensi pegawai secara digital, objektif, dan menyeluruh. Hasil profiling nantinya dapat menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam menempatkan serta mengembangkan ASN sesuai kemampuan dan bidang keahlian.
Pelaksanaan profiling juga direncanakan tidak berhenti pada kelompok pejabat tertentu. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berencana memperluas proses pemetaan tersebut kepada seluruh ASN di lingkungan pemerintah daerah.
Ujian Dinas Diikuti Puluhan ASN
Selain profiling, BKPSDM Biak Numfor melaksanakan Ujian Dinas bagi ASN yang memenuhi ketentuan untuk proses kenaikan golongan.
Ujian Dinas Tingkat I diikuti 50 peserta. Peserta dalam kelompok ini berasal dari pegawai yang membutuhkan penyesuaian golongan ruang I/D ke II/A serta II/D ke III/A tanpa memiliki ijazah S1.
Sementara itu, Ujian Dinas Tingkat II diikuti 15 Pejabat Administrator definitif. Peserta merupakan pejabat yang belum memiliki PIM III atau pendidikan S2 dan mengikuti proses untuk kenaikan golongan ruang dari III/D menjadi IV/A.
Pelaksanaan ujian tersebut menjadi bagian dari proses administrasi kepegawaian sekaligus memberikan kesempatan bagi ASN memenuhi persyaratan kenaikan pangkat sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyesuaian Kenaikan Pangkat Diikuti 74 Peserta
BKPSDM juga membuka Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat dengan jumlah peserta mencapai 74 orang.
Dari jumlah tersebut, satu peserta mengikuti penyesuaian pendidikan dari jenjang SMP ke SMA. Sebanyak 73 peserta lainnya menjalani penyesuaian dari pendidikan SMA ke S1.
Kelompok peserta tersebut termasuk guru yang belum melakukan penyesuaian golongan berdasarkan jenjang pendidikan yang telah diperoleh.
Dengan pelaksanaan ujian dan penyesuaian secara bersamaan, pemerintah daerah berupaya menata administrasi kepegawaian sekaligus mendukung proses pengembangan karier ASN.
Sistem CAT Gantikan Ujian Manual
Pelaksanaan tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan periode sebelumnya karena seluruh rangkaian ujian menggunakan Computer Assisted Test atau CAT.
Fera mengatakan sistem CAT baru pertama kali digunakan dalam kegiatan tersebut di Biak Numfor. Melalui sistem digital, hasil ujian dapat tercatat dan terekam langsung pada sistem pusat sehingga proses pengolahan data diharapkan lebih akurat dan transparan.
Pelaksanaan CAT juga didukung SMA YPK 2 Mandala yang menyediakan ruangan serta fasilitas untuk kegiatan tersebut.
Penggunaan sistem digital menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat proses administrasi kepegawaian agar lebih terukur dan terdokumentasi.
Peserta Diminta Menjawab Sesuai Pengalaman
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamaruddin yang turut mengikuti kegiatan tersebut menyambut pelaksanaan profiling ASN.
Menurutnya, proses pemetaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan bidang kerja serta integritas ASN. Informasi tersebut diharapkan dapat mendukung penempatan pegawai sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Kamaruddin juga menjelaskan bahwa peserta tidak perlu mempersiapkan diri dengan menghafalkan materi akademis. Menurutnya, pertanyaan profiling lebih berkaitan dengan pengalaman kerja, kompetensi, dan sikap dalam menjalankan tanggung jawab.
Peserta pun diharapkan memberikan jawaban secara jujur berdasarkan pengalaman masing-masing. Hasil kegiatan tersebut selanjutnya diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun birokrasi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang profesional, transparan, serta mendukung pengembangan karier ASN secara lebih terarah.
