Topik.id — Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 bagi siswa SMA, MA, SMK, dan sederajat masih dibuka hingga 27 September 2026. Sementara itu, pelaksanaan TKA utama dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober sampai 8 November 2026.
Selain mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, peserta jenjang SMA sederajat diwajibkan memilih dua mata pelajaran pilihan. Kemendikdasmen menyediakan total 19 mata pelajaran yang bisa disesuaikan dengan bidang yang dipelajari siswa serta rencana studi lanjut mereka.
Langkah pemilihan ini sangat krusial bagi siswa yang berencana mendaftar lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP. Calon peserta SNBP diminta menyelaraskan mata pelajaran pilihan TKA dengan program studi tujuan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 102/M/2025.
Aturan tersebut menetapkan pemetaan mata pelajaran pendukung untuk berbagai rumpun program studi. Sebagai contoh, bidang Kedokteran didukung oleh Biologi dan/atau Kimia, sedangkan rumpun Teknik atau Rekayasa memiliki cakupan yang lebih luas yakni Fisika, Kimia, dan/atau Matematika Tingkat Lanjut.
Mata Pelajaran Pendukung TKA
| Program Studi | Mata Pelajaran Pendukung |
|---|---|
| Kedokteran | Biologi dan/atau Kimia |
| Teknik atau Rekayasa | Fisika/Kimia dan/atau Matematika Tingkat Lanjut |
| Hukum | Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila |
| Psikologi | Sosiologi dan/atau Matematika |
Penggunaan ketentuan “dan/atau” mengindikasikan bahwa siswa tidak harus mengambil seluruh mata pelajaran yang tercantum. Penentuan pilihan tetap wajib memperhatikan mata pelajaran yang pernah ditempuh dan tercatat dalam buku rapor, sebab TKA berfungsi untuk memvalidasi capaian akademik masing-masing peserta.
Kedokteran: Biologi dan Kimia
Peserta didik yang mengincar kelompok program studi Ilmu atau Sains Kedokteran dapat menetapkan Biologi dan/atau Kimia sebagai mata pelajaran pendukung. Ketentuan serupa turut berlaku bagi peminat Kedokteran Gigi, Farmasi, serta Ilmu atau Sains Gizi.
Mengingat peserta harus memilih dua mata pelajaran pilihan, kombinasi Biologi dan Kimia menjadi opsi paling langsung bagi siswa yang mendalami kedua bidang tersebut di sekolah serta mengincar jurusan Kedokteran.
Kendati demikian, siswa tetap harus memastikan kedua bidang studi itu tercantum di dalam rapor mereka. Kemendikdasmen tidak menyarankan peserta mengambil mata pelajaran TKA yang belum pernah dipelajari, meskipun mata pelajaran tersebut linear dengan jurusan kuliah impian mereka.
Teknik: Fisika, Kimia, atau Matematika Tingkat Lanjut
Opsi untuk rumpun program studi Teknik atau Rekayasa terbilang lebih bervariasi. Berdasarkan Kurikulum Merdeka, mata pelajaran pendukung yang tersedia mencakup Fisika/Kimia dan/atau Matematika Tingkat Lanjut.
Kondisi ini memungkinkan siswa menyesuaikan dua mata pelajaran TKA dengan bidang teknik yang dituju sekaligus mengandalkan mata pelajaran yang paling mereka kuasai. Kemendikdasmen menjelaskan, jika rapor siswa memuat Fisika, Kimia, serta Matematika Tingkat Lanjut, peserta bisa menyeleksi dua dari tiga mapel tersebut sesuai kebutuhan prodi di perguruan tinggi.
Perlu dicatat, Matematika Tingkat Lanjut dalam TKA berbeda dari Matematika reguler yang bersifat wajib. Pihak kementerian menyetarakan Matematika Peminatan atau Matematika Minat Kurikulum 2013 dengan Matematika Tingkat Lanjut, sementara Matematika Wajib disetarakan dengan Matematika biasa.
Hukum: Sosiologi dan Pendidikan Pancasila
Bagi pelajar yang berminat melanjutkan pendidikan ke bidang Hukum, mata pelajaran pendukung dalam Kurikulum Merdeka meliputi Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila.
Kedua bidang studi tersebut masuk dalam jajaran 19 opsi mata pelajaran pilihan TKA. Khusus untuk Pendidikan Pancasila, materi yang diuji mengukur pemahaman seputar dasar negara, UUD 1945, hak asasi manusia, sistem demokrasi, hingga penegakan hukum.
Siswa dari latar belakang jurusan IPA pun tetap berpeluang mendaftar ke prodi Hukum melalui jalur SNBP. Walau demikian, Kemendikdasmen mengingatkan agar mapel pilihan yang diambil memang pernah ditempuh dan memiliki rekam nilai di rapor.
Psikologi: Sosiologi dan Matematika
Untuk rumpun program studi Psikologi, mata pelajaran pendukung yang ditetapkan lewat Kurikulum Merdeka adalah Sosiologi dan/atau Matematika.
Terdapat perbedaan mendasar dibanding tiga bidang studi sebelumnya. Pasalnya, Matematika telah menjadi bagian dari mata pelajaran wajib TKA bersama Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sementara Sosiologi tersedia sebagai opsi pilihan.
Dengan demikian, peserta yang membidik Psikologi dapat mempertimbangkan Sosiologi sebagai pilihan pertama apabila mapel tersebut ada di dalam rapor. Sementara itu, pilihan kedua dapat disesuaikan dengan alternatif prodi lain, tingkat penguasaan materi, serta rekam jejak nilai rapor.
Strategi Menentukan Mata Pelajaran Pilihan TKA
Kemendikdasmen membagikan empat tahapan penting dalam menentukan mata pelajaran pilihan TKA bagi calon peserta SNBP. Langkah awal adalah memeriksa daftar mata pelajaran yang pernah ditempuh dan tercatat di rapor.
Tahap berikutnya, siswa harus mencocokkan temuan tersebut dengan daftar program studi berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025. Langkah ketiga menuntut siswa mengutamakan mata pelajaran yang paling dikuasai demi mengoptimalkan hasil akhir TKA.
Terakhir, jika belum memiliki kepastian mengenai program studi tujuan, peserta disarankan memilih mapel dengan performa rapor paling kuat yang sekaligus menjadi pendukung bagi cakupan prodi yang lebih luas.
Aturan saat ini juga membebaskan siswa dari keterikatan label rumpun IPA, IPS, maupun Bahasa dalam memilih mapel TKA. Peserta diperbolehkan mengambil mata pelajaran lintas jurusan sepanjang materi tersebut terekam dalam rapor dan linier dengan target program studi.
