— Kekhawatiran sempat melanda sebagian orangtua dan mahasiswa penerima bantuan pendidikan akibat adanya pergeseran kelompok desil masyarakat. Pasalnya, hak atas beasiswa tersebut diperuntukkan bagi kalangan kurang mampu yang berada pada kategori desil 1 hingga 4.

Penentuan desil sendiri diatur oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sementara pembiayaan beasiswa bersumber dari anggaran negara yang dikelola oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendiktisaintek.

Status Penerima KIP Kuliah Aman dari Perubahan Data Awal

Kepala PPAPT Sandro Mihradi menjelaskan, penetapan penerima bantuan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menggunakan acuan data desil yang ditarik pada bulan Februari. Oleh karena itu, dinamika perubahan data yang terjadi kemudian tidak langsung menggugurkan status penerima yang sudah terdaftar.

“Februari dia tercatat masuk ke dalam desil. Nah kemudian somehow di beberapa bulan kemudian itu berubah. Nah itu kita masih mengambil record dalam masa Februari itu, jadi salah satunya aja gitu. Jadi artinya enggak langsung dia otomatis terlempar, karena kita tahu ini dinamis,” ujar Sandro saat ditemui di kantor Kemendiktisaintek.

Evaluasi Lanjutan Libatkan Pihak Kampus

Sandro turut menegaskan bahwa pergeseran pengelompokan yang terpantau sekitar bulan Agustus tidak akan mengganggu kelanjutan status penerima beasiswa pada semester berikutnya maupun tahun mendatang.

“Enggak. Untuk yang berikut-berikutnya nanti evaluasinya bukan berdasarkan evaluasinya tidak lagi berdasarkan desil, tapi nanti lewat evaluasi dari masing-masing perguruan tingginya,” jelas Sandro.

Ia menambahkan, fluktuasi kondisi ekonomi keluarga merupakan hal yang lumrah dan bisa bergeser sewaktu-waktu, misalnya akibat penurunan finansial mendadak pada warga lainnya.

“Karena itu, untuk evaluasi berikutnya ke depannya, kita enggak melihat semata-mata desil setelahnya, jadi nantinya ada verifikasi dari pengurangan tingginya,” Sandro memastikan.

Di samping itu, alokasi dana untuk mahasiswa baru pemegang beasiswa ini direncanakan mengalami kenaikan pada periode mendatang, sehingga mampu memperluas jangkauan penerima hingga 130.000 orang.