— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan kejadian gempa bumi yang membentuk rangkaian aktivitas seismik di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hingga Kamis, 17 September 2026 pukul 05.30 WIB, sebanyak 42 gempa tercatat sejak aktivitas tersebut mulai berlangsung sehari sebelumnya.

Rangkaian gempa terdeteksi pertama kali sekitar pukul 06.10 WIB pada Rabu, 16 September 2026. Beberapa kejadian bahkan dirasakan oleh masyarakat di kawasan Pangalengan dan Kertasari, meski hingga laporan BMKG diterbitkan belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan akibat aktivitas tersebut.

Rangkaian Gempa Terjadi Sejak Rabu Pagi

Salah satu gempa yang dirasakan warga terjadi pada pukul 06.21.32 WIB dengan magnitudo pembaruan M2,2. Episenternya berada di koordinat 7,25 derajat Lintang Selatan dan 107,59 derajat Bujur Timur.

Gempa tersebut berlokasi di darat, sekitar 26 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 6 kilometer. Getarannya dirasakan di Pangalengan pada intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI).

Beberapa jam kemudian, gempa dengan magnitudo M3,0 terjadi pada pukul 08.11.31 WIB. Episenternya berada sekitar 27 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 6 kilometer.

Kali ini, getaran dirasakan di Pangalengan dan Kertasari dengan intensitas III MMI. Pada tingkat tersebut, guncangan dapat terasa nyata di dalam rumah dan digambarkan menyerupai sensasi ketika sebuah truk melintas.

Hingga pukul 08.50 WIB, BMKG telah mencatat delapan kejadian gempa sejak rangkaian aktivitas dimulai. Berdasarkan posisi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa-gempa itu termasuk kategori dangkal dan berkaitan dengan aktivitas sesar aktif.

Aktivitas Seismik Berlanjut hingga Kamis Dini Hari

Aktivitas gempa masih berlangsung pada Rabu sore. Pada pukul 17.14.18 WIB, BMKG mencatat gempa berkekuatan M2,8 dengan episenter di koordinat 7,26 derajat Lintang Selatan dan 107,61 derajat Bujur Timur.

Gempa tersebut berada di darat, sekitar 28 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 5 kilometer. Guncangannya dirasakan di Pangalengan dengan intensitas III MMI.

Jumlah kejadian kemudian bertambah menjadi 26 gempa hingga pukul 17.42 WIB pada Rabu. Aktivitas kembali terdeteksi pada Kamis dini hari, salah satunya gempa M2,6 pada pukul 04.59.20 WIB.

Episenter gempa terakhir tersebut berada di koordinat 7,22 derajat Lintang Selatan dan 107,60 derajat Bujur Timur, sekitar 23 kilometer selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman hanya 3 kilometer. Getarannya kembali dirasakan di Pangalengan dan Kertasari dengan intensitas III MMI.

Hingga pukul 05.30 WIB, total 42 kejadian gempa tercatat dalam rangkaian tersebut. BMKG menyatakan belum menerima laporan kerusakan bangunan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG, termasuk @infoBMKG, situs BMKG dan InaTEWS, Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG. Informasi yang belum terverifikasi juga diminta tidak disebarluaskan.