PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat nilai transaksi sebesar Rp5,38 triliun dalam rangkaian BSI International Expo 2026. Pameran yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, tersebut juga berhasil menarik 65.800 pengunjung.
Capaian transaksi tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang membukukan Rp2,6 triliun. Hasil tersebut sekaligus melampaui target transaksi Rp5 triliun yang ditetapkan BSI sebelum acara berlangsung.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan capaian tersebut saat penutupan pameran, Minggu (25/10/2026). Menurutnya, hasil transaksi tahun ini meningkat meskipun waktu penyelenggaraan lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai transaksi tersebut mencakup akumulasi kegiatan yang telah berlangsung sejak rangkaian Road to BSI International Expo, termasuk aktivitas bisnis dan layanan keuangan syariah yang diperkenalkan sebelum pameran utama.
Selain transaksi, jumlah pengunjung juga mengalami peningkatan dari sekitar 60.000 orang pada penyelenggaraan 2025 menjadi 65.800 orang pada 2026.
Transaksi BSI International Expo 2026 meningkat lebih dari dua kali lipat
Keberhasilan BSI International Expo 2026 ditopang oleh beragam transaksi dari sektor industri halal, produk gaya hidup, serta layanan perbankan syariah.
Beberapa kategori yang mendapat perhatian pengunjung meliputi layanan perjalanan haji dan umrah, pembelian dan gadai emas, pembiayaan kepemilikan rumah, otomotif, serta produk fesyen dan gaya hidup.
Pameran yang mengusung tema Buy Local, Go Global tersebut menghadirkan 426 tenant dari berbagai subsektor industri halal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berikut perbandingan capaian BSI International Expo pada dua tahun terakhir:
| Indikator | 2025 | 2026 |
|---|---|---|
| Nilai transaksi | Rp2,6 triliun | Rp5,38 triliun |
| Jumlah pengunjung | Sekitar 60.000 orang | 65.800 orang |
| Lama penyelenggaraan | 4 hari | 3 hari |
Selama pameran, pengunjung dapat mengakses berbagai penawaran produk keuangan syariah, promosi belanja, dan program penjualan khusus.
Kegiatan tersebut juga diramaikan pertunjukan musik, peragaan busana muslim, seminar, serta diskusi mengenai perkembangan ekonomi syariah dan industri halal.
BSI dorong UMKM lokal memperluas pasar
Selain mengejar peningkatan transaksi, BSI International Expo 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM Indonesia.
Anggoro menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pemasaran, pemanfaatan teknologi, serta jaringan bisnis untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Melalui kampanye Buy Local, Go Global, BSI mendorong masyarakat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sekaligus membantu merek lokal memperoleh peluang memasuki pasar internasional.
BSI juga bekerja sama dengan sejumlah komunitas dan mitra untuk menghadirkan produk lokal yang telah melalui proses kurasi. Langkah tersebut bertujuan mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen yang lebih luas.
Upaya pendampingan terus dilakukan melalui jaringan UMKM Center BSI yang tersebar di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Perseroan juga merencanakan perluasan jaringan pendampingan ke Bandung.
Pada 2026, BSI menyebut telah membina sekitar 340.000 UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.000 pelaku usaha berhasil meningkatkan skala bisnisnya.
Perkenalkan layanan baru dan perluas ekosistem halal
Dalam penyelenggaraan BSI International Expo 2026, perseroan turut memperkenalkan sejumlah produk dan layanan baru.
Di antaranya BSI LYFE Card yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan transaksi nasabah, termasuk pembelian tiket perjalanan dan hiburan, serta BEWIZE Gold sebagai layanan emas bagi nasabah institusi.
BSI juga terus memperkuat layanan digital melalui BYOND by BSI dan BEWIZE by BSI guna memperluas akses masyarakat serta pelaku usaha terhadap layanan keuangan syariah.
Di tingkat internasional, keberadaan jaringan BSI di Dubai menjadi salah satu sarana untuk membuka koneksi bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan pasar global.
Pengembangan tersebut sejalan dengan besarnya peluang industri halal dunia. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2025/26, belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi halal mencapai US$2,60 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$3,56 triliun pada 2029.
Dengan dukungan Danantara Indonesia, penyelenggaraan BSI International Expo 2026 menjadi bagian dari strategi BSI dalam memperkuat kolaborasi antara UMKM, konsumen, sektor keuangan syariah, dan mitra bisnis.
Setelah mencatat transaksi Rp5,38 triliun dan menjaring 65.800 pengunjung, BSI menempatkan pendampingan usaha serta perluasan akses pasar sebagai agenda lanjutan agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran.









