PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut mencerminkan kinerja yang tetap terjaga, seiring membaiknya kualitas pembiayaan dan keberhasilan bank mempertahankan pertumbuhan bisnis sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
Hingga September 2026, total aset perseroan mencapai Rp24 triliun atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan juga mengalami kenaikan sebesar 13 persen menjadi Rp11 triliun. Di tengah ekspansi tersebut, BTPN Syariah tetap menjaga sejumlah rasio keuangan pada level yang kuat.
Kualitas Pembiayaan Menjadi Penopang Kinerja
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menyampaikan, pencapaian perusahaan tidak terlepas dari upaya menjaga kualitas pembiayaan serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan kepada nasabah juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan usaha dan menjaga kesehatan portofolio pembiayaan.
Menurut Fachmy, peningkatan laba turut mencerminkan perkembangan kapasitas nasabah dalam mengelola usaha. Disiplin pembayaran dan kemampuan menjalankan kegiatan bisnis dinilai semakin baik, sejalan dengan pendekatan pendampingan yang diterapkan perseroan.
BTPN Syariah mencatatkan return on assets (RoA) sebesar 7,3 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 59 persen. Rasio tersebut menjadi salah satu indikator kemampuan bank dalam menjaga permodalan di tengah pertumbuhan pembiayaan.
Pemberdayaan Perempuan Jadi Fokus Bisnis
Model bisnis BTPN Syariah diarahkan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat inklusi, terutama perempuan produktif di segmen mass market. Perseroan tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan guna meningkatkan kemampuan nasabah dalam mengembangkan usaha.
Program yang dijalankan mencakup akses pembelajaran, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan kapasitas bisnis. Pendekatan tersebut diharapkan membantu nasabah mengelola pembiayaan secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Sebagai bentuk penghargaan atas kedisiplinan dan perkembangan usaha nasabah, bank juga menyiapkan program Umrah Satu Pesawat yang dijadwalkan berangkat pada November 2026.
Program tersebut diperuntukkan bagi nasabah yang aktif mengikuti Pertemuan Rutin Sentra (PRS), membayar angsuran sesuai jadwal, memiliki kebiasaan menabung, serta menunjukkan perkembangan dalam menjalankan usaha.
Perluas Produk Pembiayaan dan Pendanaan Syariah
Di sisi penyaluran dana, BTPN Syariah memperluas akses pembiayaan individu melalui produk Tepat Imbang. Perseroan juga memperkuat kolaborasi dengan lembaga keuangan nonbank untuk memperluas jangkauan pembiayaan.
Sementara itu, penghimpunan dana dilakukan melalui sejumlah instrumen investasi berbasis syariah. Salah satunya Sukuk Ritel seri SR025 yang menjadi alternatif investasi bagi masyarakat.
Bank turut menawarkan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), instrumen yang menggabungkan manfaat ekonomi dengan dampak sosial. Melalui pengembangan produk dan penguatan pendampingan, BTPN Syariah berupaya menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas manfaat layanan keuangan bagi nasabah.









