Topik.id — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong sejumlah pemerintah daerah kembali menyesuaikan kegiatan belajar di sekolah. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan untuk mengurangi paparan polusi udara terhadap peserta didik, terutama di wilayah dengan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.
Kebijakan tersebut diterapkan dengan jadwal dan cakupan berbeda, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Selain mengalihkan pembelajaran ke rumah, beberapa daerah juga meminta sekolah membatasi kegiatan luar ruangan serta memantau perkembangan kualitas udara sebelum kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).
Balikpapan Berlakukan PJJ hingga 16 Oktober
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menetapkan PJJ pada 14–16 Oktober 2026 untuk siswa SD dan SMP. Kebijakan bagi jenjang SMA masih dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pemantauan kualitas udara di Balikpapan Sepinggan pada Senin (12/10) pukul 09.00 WITA menunjukkan ISPU sebesar 101. Konsentrasi PM2,5 mencapai 108 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 berada di angka 146 mikrogram per meter kubik. Pelaksanaan PJJ akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.
Ambon dan Pekanbaru Sesuaikan Kegiatan Sekolah
Pemerintah Kota Ambon memberlakukan PJJ bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP pada 13–16 Oktober 2026. Kebijakan tersebut juga disertai penerapan bekerja dari rumah bagi pegawai, dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan peningkatan gangguan pernapasan.
Sementara itu, Kota Pekanbaru menerapkan PJJ pada 14–15 Oktober untuk jenjang PAUD hingga SMP, baik sekolah negeri maupun swasta. Sekolah yang terkendala listrik atau internet diperbolehkan menggunakan modul dan penugasan berbasis rumah.
PJJ Berlanjut di Agam dan Kota Jambi
Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadwalkan PJJ pada 13–17 Oktober bagi peserta didik PAUD, TK, SD, SMP, serta satuan pendidikan nonformal. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara daring maupun luring sesuai fasilitas dan kondisi siswa.
Di Kota Jambi, pembelajaran jarak jauh masih diperpanjang untuk berbagai jenjang pendidikan. Guru memanfaatkan layanan digital, seperti Zoom dan Google Form, sementara guru dengan kondisi kesehatan rentan dapat mengajar dari jarak jauh setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah.
Palangka Raya dan Sulawesi Barat Pantau Kondisi Udara
Kota Palangka Raya masih menjalankan PJJ yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Guru didorong menggunakan metode interaktif agar siswa tetap terlibat selama belajar dari rumah.
Di Sulawesi Barat, sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB dapat menerapkan PJJ dengan melaporkan rencana tersebut kepada dinas atau pengawas sekolah. Sekolah yang tidak terdampak langsung tetap dapat menggelar PTM dengan memperhatikan kualitas udara dan membatasi aktivitas luar ruangan.
Sorong Perpanjang Belajar dari Rumah
Pemerintah Kota Sorong memperpanjang kegiatan belajar dari rumah sejak 12 Oktober 2026 bagi siswa TK hingga SMA/SMK, negeri maupun swasta. Kebijakan berlaku sampai ada pemberitahuan lanjutan mengenai kondisi kabut asap.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat menyebut keputusan tersebut turut mempertimbangkan peningkatan kasus ISPA. Pada Januari–September 2026, tercatat 23.482 kasus, lebih tinggi dibandingkan 21.882 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pemantauan kualitas udara juga menunjukkan PM2,5 berada dalam kategori tidak sehat.


