— Mantan striker Manchester United, Dimitar Berbatov, melontarkan kritik tajam terhadap Phil Foden menyusul kartu merah yang diterima pemain Manchester City tersebut dalam laga derby melawan Manchester United. Berbatov mempertanyakan keputusan Foden yang dinilainya gegabah dan merugikan timnya.

“Saya minta maaf, tapi apa yang dipikirkan Foden? Ini adalah Manchester United versus Manchester City, salah satu pertandingan terbesar yang bisa Anda mainkan, dan Anda kehilangan ketenangan seperti itu?” ujar Berbatov, sebagaimana dikutip dari sumber artikel.

Foden mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang Manchester United, Bruno Fernandes. Berbatov menilai tindakan Foden sangat tidak perlu dan menunjukkan kurangnya pemahaman tentang permainan.

“Dia menendang Bruno di tempat yang paling konyol, lalu terlihat terkejut ketika wasit memberinya kartu merah. Apa yang dia harapkan? Bruno akan menjabat tangannya dan berkata, ‘Tackle yang bagus’?” tambah Berbatov sambil tertawa.

Berbatov menambahkan bahwa Bruno Fernandes adalah tipe pemain yang bisa memprovokasi lawan dan membuat mereka kehilangan fokus. Ia menekankan pentingnya pemain untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi, terutama dalam pertandingan sebesar derby Manchester.

“Bruno adalah tipe pemain yang akan masuk ke dalam kepala Anda. Anda harus memahaminya. Jika Anda membiarkannya mengeluarkan Anda dari permainan secara mental, Bruno sudah memenangkan pertempuran sebelum sepak bola berlanjut. Dan itulah bagian yang memalukan bagi Foden,” jelas Berbatov.

Menurut Berbatov, Manchester City sangat membutuhkan kehadiran Phil Foden di lapangan, begitu pula Manchester United membutuhkan Bruno Fernandes. Namun, Fernandes berhasil tetap bermain, sementara Foden harus keluar lapangan lebih awal.

“Dalam derby Manchester, Anda tidak boleh membuat diri Anda menjadi cerita karena alasan yang salah. Anda tidak mengalahkan Bruno dengan menendangnya. Anda mengalahkan Bruno dengan bermain lebih baik darinya. Foden gagal dalam kedua hal itu hari ini,” pungkas Berbatov.