Sepakbola

Erik ten Hag Sebut Performa Ronaldo Menurun Sejak di Juventus, Soroti Keputusan Real Madrid Melepas Pemain

Erik ten Hag menilai Cristiano Ronaldo kehilangan performa terbaik sejak di Juventus dan menyinggung strategi Real Madrid melepas pemain.

Erik ten Hag Sebut Performa Ronaldo Menurun Sejak di Juventus, Soroti Keputusan Real Madrid Melepas Pemain
Foto: Dok. ESPN

Erik ten Hag kembali membicarakan pengalamannya bekerja bersama Cristiano Ronaldo di Manchester United. Dalam penilaiannya, penurunan kemampuan penyerang asal Portugal tersebut bukan baru terjadi ketika kembali ke Old Trafford, melainkan sudah terlihat sejak masih membela Juventus.

Komentar itu disampaikan Ten Hag saat berbicara kepada ESPN. Ia menjelaskan bahwa keberadaan pemain berstatus bintang harus sejalan dengan kebutuhan kolektif tim. Menurut mantan pelatih Manchester United tersebut, kualitas individu tidak akan cukup untuk membawa klub meraih kemenangan apabila pemain tidak memberikan kontribusi sesuai kepentingan bersama.

Ten Hag Soroti Kontribusi Ronaldo untuk Tim

Ten Hag menilai setiap pemain memiliki tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan permainan. Karena itu, seorang pemain dengan reputasi besar tetap harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan tim, termasuk dalam hal kerja sama dan kontribusi di lapangan.

Ia tidak mempersoalkan status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Namun, Ten Hag menganggap kemampuan sang penyerang untuk mempertahankan penampilan pada level tertinggi sudah mengalami penurunan.

“Tantangannya adalah membuat tim ini berfungsi dengan baik, seperti biasa. Setiap pemain berperan penting dalam hal itu dan Anda membutuhkan pemain-pemain top untuk bisa menang. Setiap tim papan atas harus menerima pemain top, tetapi pemain top itu harus bekerja demi tim,” kata Ten Hag.

Ia kemudian mengaitkan prinsip tersebut dengan situasi Ronaldo selama berada di Manchester United. Menurutnya, persoalan yang muncul bukan karena rekan setim tidak menerima kehadiran pemain Portugal itu.

Ten Hag justru mengakui bahwa para pemain Manchester United mengagumi Ronaldo dan ingin bermain bersamanya. Akan tetapi, ia tetap berpendapat bahwa performa sang penyerang tidak lagi berada pada standar terbaiknya.

“Dia tentu saja pemain yang luar biasa, salah satu yang terbaik sepanjang masa. Namun, itulah kenyataannya: selama tujuh atau delapan tahun terakhir, dia sudah tidak bisa lagi tampil maksimal. Sejak masa di Juventus, semuanya sudah berakhir,” ujarnya.

Real Madrid Dianggap Tepat Menentukan Waktu Perpisahan

Dalam kesempatan yang sama, Ten Hag turut membahas kebijakan Real Madrid ketika melepas pemain. Ia menilai klub Spanyol tersebut mempunyai kemampuan membaca perubahan performa pemain sebelum penurunan itu benar-benar terlihat oleh publik.

Menurut Ten Hag, Real Madrid tidak selalu menunggu sampai seorang pemain kehilangan seluruh kemampuannya. Klub tersebut dinilai mampu mengambil keputusan ketika pemain masih terlihat berada dalam kondisi terbaik di mata penggemar.

Ia menggambarkan strategi tersebut sebagai salah satu keunggulan Real Madrid dalam mengelola skuad. Penilaian itu sekaligus menjadi konteks pandangannya terhadap perjalanan Ronaldo setelah meninggalkan Santiago Bernabeu.

Hubungan Ronaldo dan Ten Hag Berakhir di Manchester United

Ronaldo kembali ke Manchester United pada 2021 setelah meninggalkan Juventus. Namun, periode keduanya di Old Trafford hanya berlangsung sekitar satu setengah musim dengan catatan 27 gol dari 54 pertandingan.

Hubungannya dengan klub memburuk pada 2022, terutama setelah muncul ketidakpuasan terhadap keputusan Ten Hag yang beberapa kali tidak memasukkannya ke susunan pemain utama. Perselisihan tersebut semakin terbuka setelah Ronaldo melakukan wawancara bersama Piers Morgan.

Dalam wawancara itu, Ronaldo menyatakan tidak memiliki rasa hormat terhadap Ten Hag. Sang pelatih juga merasa tidak mendapatkan penghormatan dari pemain yang pernah menjadi anak asuhnya tersebut.

Setelah berpisah dengan Manchester United, Ronaldo melanjutkan karier ke Arab Saudi dengan bergabung bersama Al Nassr. Sementara itu, Ten Hag kembali menyinggung mantan pemainnya melalui komentar mengenai performa dan etos kerja selama mereka bekerja bersama di Inggris.