Saham

IHSG Turun 0,35% Saat HSC Didepak, POLI dan Empat Saham Lain Masuk Top Gainers

IHSG dibuka melemah ke 5.039,53 pada Senin 2 November 2026. Di tengah tekanan pasar, POLI memimpin kenaikan saham hingga 20,48%.

IHSG Turun 0,35% Saat HSC Didepak, POLI dan Empat Saham Lain Masuk Top Gainers
Foto: MNC Media

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin, 2 November 2026, di zona merah. Pelemahan terjadi ketika saham-saham yang masuk dalam kategori HSC mulai dikeluarkan dari indeks, sementara tekanan jual membuat mayoritas saham bergerak turun pada awal sesi.

Pada pembukaan sesi I, IHSG terkoreksi 17,51 poin atau 0,35% ke level 5.039,53. Sepanjang perdagangan awal, indeks bergerak dalam rentang 5.014 hingga 5.044. Meski pasar secara keseluruhan melemah, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan tajam dan masuk dalam jajaran top gainers.

Mayoritas Saham Bergerak di Zona Merah

Berdasarkan data RTI, aktivitas transaksi pada menit-menit awal perdagangan mencakup 1,89 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp485,99 triliun dengan frekuensi mencapai 58.777 kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 329 saham mengalami penurunan. Sementara itu, 137 saham berhasil menguat dan 181 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Komposisi tersebut memperlihatkan tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar pada awal pekan. Pelemahan IHSG berlangsung bersamaan dengan keluarnya saham HSC dari indeks, meskipun beberapa emiten mampu mencatatkan penguatan signifikan.

Reliance Sekuritas Proyeksikan IHSG Menguat

Berbeda dengan pergerakan indeks pada pembukaan, Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak positif sepanjang perdagangan. Dalam risetnya, perusahaan sekuritas tersebut menetapkan area support pada 4.979 dan resistance di level 5.116.

Secara teknikal, pola candle IHSG membentuk doji yang dikenal sebagai salah satu pola pembalikan arah atau reversal pattern. Namun, indikator stochastic menunjukkan sinyal death cross.

“IHSG hari ini diprediksi menguat,” tulis Reliance Sekuritas dalam riset yang diterbitkan untuk perdagangan Senin.

Pergerakan bursa Asia pada awal pekan juga berlangsung bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat turun 0,38%, sedangkan Kospi Korea Selatan bergerak naik 0,54%.

Untuk strategi perdagangan, Reliance Sekuritas memasukkan empat saham sebagai pilihan, yakni MEDC, DSSA, ELSA, dan GGRM.

POLI Pimpin Daftar Saham Top Gainers

Di tengah koreksi IHSG, lima emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga paling tinggi pada awal sesi. Penguatan saham-saham tersebut berada di kisaran 11% hingga lebih dari 20%.

PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) menempati posisi teratas setelah harganya melonjak 20,48% menjadi Rp1.000 per saham.

Berikutnya, PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) menguat 19,44% ke level Rp258. Sementara itu, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 13,4% menjadi Rp2.200.

Dua saham lain yang masuk daftar penguatan terbesar adalah PT Atlas Resources Tbk (ARII) dan PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE). ARII meningkat 12,33% ke posisi Rp510, sedangkan FIRE bertambah 11,76% menjadi Rp95.

Pergerakan kelima saham tersebut menunjukkan adanya penguatan pada sejumlah emiten meskipun indeks utama belum mampu keluar dari tekanan pada awal perdagangan. Investor tetap perlu mencermati perubahan harga dan volume transaksi selama sesi berlangsung.