Bisnis

Laba Bersih INET Melonjak 199,69% Jadi Rp58,06 Miliar hingga September 2026

INET membukukan pendapatan Rp1,55 triliun dan laba bersih Rp58,06 miliar hingga September 2026, ditopang pertumbuhan bisnis internet.

Laba Bersih INET Melonjak 199,69% Jadi Rp58,06 Miliar hingga September 2026
Foto: Dok. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan neto perusahaan mencapai Rp1,55 triliun, melonjak 2.154,30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp68,60 miliar.

Pertumbuhan juga terlihat pada sisi profitabilitas. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp58,06 miliar, meningkat 199,69% dari Rp19,37 miliar pada Januari-September 2025. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas usaha perseroan selama tahun berjalan.

Pendapatan INET Tembus Rp1,55 Triliun

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, INET membukukan laba bruto sebesar Rp215,59 miliar hingga akhir September 2026. Nilai tersebut naik 564,99% dibandingkan Rp32,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba usaha perseroan tercatat Rp129,05 miliar. Angka ini tumbuh 410,70% dibandingkan pencapaian sembilan bulan pertama 2025 yang sebesar Rp25,27 miliar.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyampaikan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan peningkatan skala bisnis perusahaan. Manajemen selanjutnya akan berfokus pada kualitas pendapatan, efisiensi biaya, dan kemampuan menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.

“Kinerja hingga September 2026 menunjukkan peningkatan skala bisnis INET yang signifikan. Kami mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang kuat. Selanjutnya, kami akan menjaga kualitas pendapatan, pengendalian biaya, serta profitabilitas agar pertumbuhan Perseroan tetap berkelanjutan,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Jasa Alih Daya Masih Mendominasi Pendapatan

Jika dilihat berdasarkan sumbernya, jasa alih daya menjadi penyumbang terbesar pendapatan INET. Segmen tersebut menghasilkan Rp1,26 triliun atau sekitar 81,77% dari total pendapatan neto perusahaan.

Adapun layanan internet menyumbang Rp281,95 miliar. Pendapatan dari segmen ini meningkat 319,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp67,16 miliar.

Seiring meningkatnya aktivitas usaha, beban pokok pendapatan tercatat Rp1,33 triliun. Dengan pendapatan dan beban tersebut, perusahaan memperoleh laba bruto Rp215,59 miliar dengan margin sekitar 13,94%.

Laba periode berjalan secara keseluruhan mencapai Rp59,13 miliar, tumbuh 205,19% dibandingkan Rp19,37 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Sementara itu, laba per saham dasar naik 105,44% menjadi Rp4,91 dari sebelumnya Rp2,39.

Aset dan Ekuitas INET Mengalami Peningkatan

Dari sisi neraca, total aset INET mencapai Rp6,50 triliun per 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat 755,07% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp760,37 miliar.

Ekuitas perusahaan juga bertambah menjadi Rp3,95 triliun, naik 820,21% dari Rp429,21 miliar pada akhir tahun lalu. Adapun liabilitas tercatat Rp2,55 triliun atau meningkat 670,64% dibandingkan Rp331,16 miliar.

Posisi kas dan setara kas mencapai Rp3,96 triliun pada akhir September 2026. Nilai tersebut tumbuh 877,93% dari Rp404,44 miliar per 31 Desember 2025.

Arif menyatakan perusahaan tetap memperhatikan komposisi pendapatan, arus kas, dan beban keuangan. Pengelolaan aspek tersebut menjadi perhatian manajemen untuk menjaga kondisi keuangan serta kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang.