Topik.id — Pewushu Indonesia Fereddy Sinaga meraih medali perunggu nomor sanda putra kelas 56 kg Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah langkahnya terhenti pada babak semifinal di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Aichi, Jepang, Rabu, 23 September 2026. Fereddy gagal menembus partai final usai menghadapi wakil Vietnam, Dinh Van Tam, yang memenangi pertandingan dengan skor 2-0.
Hasil tersebut memastikan Fereddy tetap membawa pulang medali untuk Kontingen Indonesia. Dalam pertandingan sanda Asian Games, atlet yang mencapai semifinal tetapi gagal melaju ke final berhak memperoleh medali perunggu tanpa menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga.
Fereddy menjadi satu dari tiga wakil sanda Indonesia yang menyumbangkan medali perunggu pada hari yang sama. Dua perunggu lainnya dipersembahkan Bintang Reindra Nada dari kelas 60 kg putra dan Thania Kusumaningtyas dari kelas 60 kg putri.
Fereddy Sinaga Terhenti di Semifinal
Fereddy menghadapi tantangan berat ketika bertemu Dinh Van Tam pada perebutan tiket final kelas 56 kg putra.
Pertarungan berlangsung di Aichi Prefectural Martial Arts Hall. Fereddy berupaya memberikan tekanan melalui kombinasi serangan pukulan dan tendangan, tetapi Dinh mampu mengendalikan pertandingan dan mengamankan kemenangan dua ronde langsung.
Hasil akhir 0-2 membuat Fereddy harus menghentikan perjalanannya di empat besar. Sementara Dinh berhak melaju ke pertandingan final menghadapi wakil China, Ou Jiaming.
Meski gagal mencapai laga perebutan emas, capaian semifinal sudah cukup mengantarkan Fereddy naik podium dengan medali perunggu bagi Indonesia.
Singkirkan Wakil Mongolia Menuju Empat Besar
Perjalanan Fereddy di kelas 56 kg dimulai dengan keuntungan bye pada babak pertama, sehingga ia langsung melangkah ke pertandingan berikutnya.
Pada perempat final yang digelar Selasa, 22 September 2026, Fereddy menghadapi pewushu Mongolia Enkhtuvshin Erdenebayar.
Fereddy tampil meyakinkan dalam pertandingan tersebut dan dinyatakan menang dengan status WPD, hasil yang membawanya lolos ke semifinal sekaligus memastikan dirinya berada di zona medali.
Kemenangan atas Erdenebayar kemudian mempertemukan Fereddy dengan Dinh Van Tam, yang sebelumnya menyingkirkan Amin Ullah dengan skor 2-0.
Fereddy akhirnya belum mampu melewati wakil Vietnam tersebut, tetapi keberhasilannya mencapai empat besar memastikan tambahan medali untuk Merah Putih.
Wushu Indonesia Tambah Tiga Perunggu dari Sanda
Selain Fereddy, Bintang Reindra Nada juga membawa pulang perunggu dari kelas 60 kg putra. Bintang terhenti pada semifinal setelah kalah 1-2 dari wakil Hong Kong, Leung Yu Hong.
Sementara itu, Thania Kusumaningtyas memperoleh perunggu kelas 60 kg putri setelah kalah 0-2 dari atlet India, Roshibina Devi, di babak empat besar.
Pelatih timnas wushu nomor sanda Indonesia, Victor Wiranata, menilai performa para atlet sebenarnya cukup memuaskan. Namun, hasil yang diperoleh masih berada di bawah sasaran tim karena Indonesia sebelumnya menargetkan adanya wakil yang mampu mencapai final.
“Target kita sebenarnya bisa melaju sampai final,” kata Victor seusai pertandingan.
Victor menilai persiapan tim masih dapat ditingkatkan, terutama dari sisi durasi pemusatan latihan dan kesempatan mengikuti uji coba internasional sebelum menghadapi kejuaraan besar.
Lima Perunggu Wushu untuk Indonesia
Tambahan medali dari Fereddy, Bintang dan Thania membuat cabang olahraga wushu telah menghasilkan lima medali perunggu untuk Indonesia hingga pertandingan 23 September 2026.
Sebelumnya, medali perunggu juga dipersembahkan Seraf Naro Siregar dari nomor changquan putra serta Eugenia Diva Widodo dari changquan putri.
Dengan pencapaian tersebut, Fereddy Sinaga turut memperpanjang kontribusi wushu terhadap perolehan medali Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Bagi Fereddy, keberhasilan menembus semifinal kelas 56 kg sekaligus menghasilkan medali perunggu menjadi hasil penting dari perjuangannya di panggung olahraga terbesar Asia tersebut.
