Topik.id — Tim Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kali ini, medali perak datang dari cabang olahraga rowing melalui nomor men’s quadruple sculls setelah Ihram, Rendi Setia Maulana, Febrian, dan Memo finis di posisi kedua pada perlombaan di Nagaragawa International Regatta Course, Gifu, Jepang, Kamis (24/9/2026).
Hasil tersebut menjadi medali perak keempat Indonesia sepanjang penyelenggaraan Asian Games 2026 sekaligus menambah jumlah medali Merah Putih menjadi 19 keping hingga perlombaan tersebut selesai.
Dalam persaingan final, kuartet Indonesia harus mengakui keunggulan tim China yang berhasil menempati posisi pertama dan membawa pulang medali emas. Sementara itu, Uzbekistan menyelesaikan perlombaan di urutan ketiga untuk memperoleh medali perunggu.
Ihram, Rendi, Febrian, dan Memo Bawa Indonesia Naik Podium
Indonesia menurunkan empat pedayung dalam Final A men’s quadruple sculls, yakni Ihram, Rendi Setia Maulana, Febrian, dan Memo.
Keempatnya mampu bersaing dalam perebutan podium hingga akhirnya menyelesaikan perlombaan di posisi kedua. Hasil itu memastikan Indonesia kembali mengibarkan Merah Putih di podium cabang rowing.
Sebelum perlombaan digelar, men’s quadruple sculls memang menjadi salah satu nomor yang diharapkan bisa menghasilkan medali bagi tim rowing Indonesia.
Pelatih tim dayung Indonesia Muhammad Hadris sebelumnya menyebut tiga nomor yang memiliki peluang, yakni lightweight men’s double sculls, men’s quadruple sculls, dan men’s four. Optimisme tersebut didasarkan pada catatan waktu para atlet dalam sesi heat maupun latihan.
Harapan itu kemudian terbayar. Selain perak dari men’s quadruple sculls, Indonesia juga berhasil memperoleh medali perak dari nomor lightweight men’s double sculls melalui Ali Mardiansyah dan Rafiq Wijdan Yasir.
Febrian dan Memo Bangkit Setelah Finis Keempat
Medali dari men’s quadruple sculls terasa penting bagi Febrian dan Memo. Beberapa jam sebelumnya, keduanya sempat gagal naik podium ketika turun bersama pada nomor men’s double sculls.
Febrian/Memo menyelesaikan Final A di posisi keempat dengan catatan waktu 6 menit 14,42 detik. Mereka tertinggal dari pasangan China Xudi Yi/Yide Nie yang meraih emas, Mekhrojbek Mamatkulov/Pavel Sorin dari Uzbekistan yang mendapat perak, serta Singh Satnam/Salman Khan dari India yang merebut perunggu.
Setelah hasil tersebut, tim pelatih memilih menjaga kondisi Febrian dan Memo karena keduanya masih memiliki agenda perlombaan pada sore hari.
Kesempatan berikutnya akhirnya mampu dimanfaatkan. Bersama Ihram dan Rendi Setia Maulana, Febrian dan Memo berhasil menembus posisi kedua men’s quadruple sculls dan membawa pulang medali perak.
Rowing Tambah Koleksi Medali Indonesia
Keberhasilan Ihram, Rendi, Febrian, dan Memo membuat rowing memberikan tambahan medali kedua bagi Indonesia pada rangkaian final Kamis sore.
Sebelumnya, Ali Mardiansyah dan Rafiq Wijdan Yasir lebih dahulu mempersembahkan perak dari lightweight men’s double sculls. Dengan tambahan dari men’s quadruple sculls, jumlah medali Indonesia kemudian bertambah menjadi 19 keping di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Rowing menjadi salah satu cabang yang memiliki banyak peluang medali pada Kamis. Indonesia menempatkan wakil di enam Final A, yakni men’s double sculls, men’s pair, women’s single sculls, lightweight men’s double sculls, men’s quadruple sculls, dan men’s four.
Medali dari men’s quadruple sculls sekaligus menjaga momentum kontingen Merah Putih dalam perburuan podium pada hari kelima Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
