— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang dengan seruan perdamaian untuk dunia. Ia menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi keagamaan, melainkan sebuah ruang interaksi bagi masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang.

Di tengah situasi global yang diliputi ketegangan geopolitik dan konflik, Luthfi berharap perhelatan yang mempertemukan kafilah dari 37 provinsi ini dapat memancarkan suasana damai dari Jawa Tengah ke seluruh penjuru negeri, bahkan ke kancah internasional.

“Dunia dengan geopolitik yang tidak menentu, perang Amerika dengan Iran, Ukraina dengan Rusia, dagang USA dengan China. Tetapi hari ini Musabaqah Tilawatil Qur’an yang ada di Semarang, di Jawa Tengah, akan dipancarkan kedamaian di seluruh Indonesia dan di seluruh dunia,” ujar Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, pesan damai tersebut selaras dengan esensi MTQ yang mempersatukan peserta dari beragam daerah dalam semangat persaudaraan. Kehadiran para kepala daerah dan kafilah dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti bahwa Al-Qur’an mampu menjadi titik temu dalam kehidupan berbangsa.

Luthfi menambahkan bahwa MTQ memiliki makna lebih luas dari sekadar perlombaan. Acara ini menjadi pesta rakyat yang mampu mengakomodasi kebersamaan lintas latar belakang. Keberadaan seluruh elemen yang terlibat, mulai dari peserta, pendamping, dewan hakim, kepala daerah, hingga masyarakat Semarang, mencerminkan kebersamaan yang dibangun melalui tradisi Al-Qur’an.

“MTQ ini tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” tegas Luthfi, mengutip contoh kehadiran kepala daerah dari wilayah dengan masyarakat yang beragam pada pembukaan MTQ Nasional XXXI.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaingan antarkafilah agar tetap sehat dan sportif. Luthfi mengapresiasi Kalimantan Timur sebagai juara umum MTQ Nasional sebelumnya, meski memiliki populasi lebih kecil dari Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa MTQ memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

“Jauh dari kepentingan apa pun, termasuk lebih penting hanya sekitar juara. Tetapi saya meyakini di hati kami yang paling dalam bahwa seluruh peserta adalah juara di hadapan Allah SWT karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” tutur Luthfi.

MTQ Nasional XXXI diikuti oleh 2.242 peserta dari 37 provinsi. Mereka akan bersaing dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah, yang meliputi tilawah, qiraat, hafalan, tafsir, hingga cabang seni dan intelektual Al-Qur’an. Kompetisi ini diselenggarakan serentak di 12 venue di Kota Semarang, dengan satu titik registrasi terpusat.

Selain rangkaian musabaqah, MTQ Nasional XXXI juga dimeriahkan dengan Kemenag Expo, bazar UMKM dan produk halal, pameran mushaf dan khazanah manuskrip Al-Qur’an, muzakarah ilmiah Al-Qur’an, serta panggung seni dan budaya Islami. Semarang berupaya menghadirkan MTQ sebagai perhelatan yang terbuka bagi masyarakat luas. Sebelumnya, Luthfi telah meminta agar pembukaan MTQ dapat disaksikan oleh warga tanpa mengganggu prosesi kafilah dan rangkaian utama acara.

Acara pembukaan MTQ dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi’i, serta anggota Komisi VIII DPR RI dan jajaran Kementerian Agama.

Gubernur Jateng juga menyebutkan kehadiran sekitar 14 gubernur dan tujuh wakil gubernur dari berbagai provinsi, antara lain dari Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.

Turut hadir pula Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah, kepala Kanwil Kemenag dari berbagai provinsi, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah, Dewan Hakim, pendamping kafilah, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kafilah dari 37 provinsi.