Otomotif

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia 26 Oktober di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo

Harga BBM di Indonesia 26 Oktober 2026 belum berubah. Cek Pertalite, Pertamax, Solar, Shell, BP, dan Vivo di berbagai wilayah.

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia 26 Oktober di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo
SPBU Pertamina (Foto: Pertamina Patra Niaga)

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pada Senin (26/10/2026) belum mengalami perubahan dibandingkan ketentuan yang berlaku sepanjang September 2026. Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo masih mengacu pada daftar harga sebelumnya untuk bensin dan diesel.

Di DKI Jakarta dan sebagian besar Pulau Jawa, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bersubsidi Rp6.800 per liter. Pertamax RON 92 dijual Rp15.950 per liter dan Pertamax Turbo RON 98 Rp19.600 per liter.

Di SPBU swasta, BP 92 dan Vivo Revvo 92 tercantum Rp16.130 per liter. Sejumlah produk bensin Shell belum tercantum tersedia pada daftar penjualan Oktober 2026. Harga nonsubsidi dapat berbeda antarwilayah mengikuti ketentuan daerah dan kebijakan badan usaha.

Harga BBM Pertamina 26 Oktober 2026

Pertamina mempertahankan harga BBM pada Oktober 2026. Pertamax RON 92 tercantum Rp15.950 per liter di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Harga Pertamax Green 95 Rp19.150 dan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter.

Jenis BBM PertaminaSpesifikasiHarga per liter
PertaliteRON 90Rp10.000
PertamaxRON 92Rp15.950
Pertamax Green 95RON 95Rp19.150
Pertamax TurboRON 98Rp19.600
Biosolar subsidiDieselRp6.800
DexliteCN 51Rp23.700
Pertamina DexCN 53Rp25.200

Harga tersebut adalah acuan wilayah Jakarta dan kelompok wilayah dengan tarif yang sama, bukan harga tunggal nasional. Pemilihan BBM harus memperhatikan RON atau cetane number sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.

Harga BBM Shell terbaru Oktober 2026

Shell V-Power Diesel masih tercantum Rp25.420 per liter, sedangkan Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ belum tercantum tersedia dalam daftar harga Oktober.

Jenis BBM ShellHarga per literKeterangan
Shell Super—Belum tersedia
Shell V-Power—Belum tersedia
Shell V-Power Nitro+—Belum tersedia
Shell V-Power DieselRp25.420Harga tercantum

Tanda strip bukan harga nol, melainkan belum adanya harga penjualan yang bisa dijadikan acuan. Ketersediaan setiap produk perlu diperiksa langsung di SPBU.

Harga BBM BP-AKR 26 Oktober 2026

BP-AKR untuk wilayah Jabodetabek, BP 92 dijual Rp16.130 per liter, BP Ultimate Rp19.330, dan BP Ultimate Diesel Rp25.420 per liter.

Jenis BBM BP-AKRSpesifikasiHarga per liter
BP 92RON 92Rp16.130
BP UltimateRON 95Rp19.330
BP Ultimate DieselDieselRp25.420

Harga BBM Vivo terbaru 26 Oktober 2026

Vivo Revvo 92 tercantum Rp16.130 per liter, Revvo 95 Rp19.330, dan Primus Plus Diesel Rp25.420 per liter untuk acuan wilayah Jabodetabek.

Jenis BBM VivoSpesifikasiHarga per liter
Revvo 92RON 92Rp16.130
Revvo 95RON 95Rp19.330
Primus Plus DieselDieselRp25.420

Perbandingan harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

Pertamax RON 92 seharga Rp15.950 per liter memiliki selisih Rp180 dibandingkan BP 92 dan Vivo Revvo 92. Pertamax Green 95 Rp19.150 juga lebih rendah Rp180 dibandingkan BP Ultimate dan Vivo Revvo 95.

KategoriProdukHarga per liter
RON 92PertamaxRp15.950
RON 92BP 92Rp16.130
RON 92Vivo Revvo 92Rp16.130
RON 95Pertamax Green 95Rp19.150
RON 95BP UltimateRp19.330
RON 95Vivo Revvo 95Rp19.330
RON 98Pertamax TurboRp19.600
Diesel nonsubsidiDexliteRp23.700
Diesel nonsubsidiPertamina DexRp25.200
Diesel nonsubsidiShell V-Power DieselRp25.420
Diesel nonsubsidiBP Ultimate DieselRp25.420
Diesel nonsubsidiVivo Primus Plus DieselRp25.420

Perbandingan menggunakan harga Jakarta atau Jabodetabek. Perbedaan spesifikasi diesel maupun bensin tetap perlu diperhatikan.

Harga Pertamax berbeda di sejumlah wilayah Indonesia

Harga BBM nonsubsidi Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia, antara lain dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Di beberapa wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, Pertamax tercantum Rp16.300 hingga Rp16.650 per liter. Harga di kawasan perdagangan bebas dapat lebih rendah.

WilayahPertamaxPertamax TurboDexlitePertamina Dex
Jawa, Bali, NTB, NTTRp15.950Rp19.600Rp23.700Rp25.200
Sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, SulawesiRp16.300Rp20.000Rp24.200Rp25.750
Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan UtaraRp16.650Rp20.450Rp24.750Rp26.300
FTZ BatamRp15.150Rp18.550Rp22.500Rp23.950
FTZ SabangRp14.950Tidak tercantumRp22.150Tidak tercantum

Harga berlaku berdasarkan kelompok wilayah. Pengendara perlu memperhatikan lokasi pengisian karena tarif nonsubsidi dapat berbeda.

Harga Pertalite dan Biosolar belum naik

Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar bersubsidi Rp6.800 per liter pada Oktober 2026. Pertalite merupakan BBM penugasan, sedangkan penyaluran Biosolar subsidi mengikuti ketentuan pemerintah bagi konsumen yang berhak.

Harga jual yang dipertahankan tidak berarti biaya pengadaan selalu tetap. Harga minyak global, kurs rupiah, dan ongkos distribusi masih menjadi faktor penting dalam pengadaan energi.

Harga minyak dunia menjadi perhatian menjelang November

Perkembangan minyak mentah internasional dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi perhatian menjelang penentuan harga berikutnya. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya pengadaan bahan baku dan BBM impor.

Namun, perubahan harga minyak dunia tidak selalu langsung diikuti perubahan harga BBM di SPBU. Penetapan harga juga mempertimbangkan periode evaluasi, kebijakan badan usaha, dan komponen biaya lain.

Harga BBM di Indonesia masih stabil pada 26 Oktober 2026

Hingga Senin (26/10/2026), harga BBM masih mengacu pada ketentuan sebelumnya. Pertalite tercantum Rp10.000 dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter; Pertamax Rp15.950 di Jakarta dan Pulau Jawa, dengan harga berbeda di sejumlah daerah.

Di wilayah Jabodetabek, BP 92 dan Vivo Revvo 92 dipatok Rp16.130 per liter, sedangkan Shell V-Power Diesel tercantum Rp25.420 per liter.

Daftar harga ini menjadi acuan per 26 Oktober 2026. Masyarakat sebaiknya memeriksa harga serta ketersediaan produk di SPBU tujuan, khususnya untuk BBM nonsubsidi dan produk yang distribusinya belum merata.