Ekonomi

Danantara Targetkan 54 Kerja Sama Strategis di DTIIF 2026, Bidik Enam Sektor Prioritas

Danantara menargetkan 54 kerja sama strategis di DTIIF 2026 untuk memperkuat teknologi, riset, investasi, dan enam sektor industri.

Danantara Targetkan 54 Kerja Sama Strategis di DTIIF 2026, Bidik Enam Sektor Prioritas
Danantara TIIF 2026 (Sumber: ANTARA)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia menargetkan pembentukan 54 kerja sama strategis melalui Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung di Fairmont Jakarta pada 26–28 Oktober 2026.

Kerja sama diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan industri nasional dengan pengembangan teknologi, penelitian perguruan tinggi, serta sumber pembiayaan dan investasi global. Forum ini memprioritaskan enam sektor industri dalam agenda transformasi ekonomi Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa DTIIF 2026 melibatkan perguruan tinggi, BUMN, perusahaan teknologi internasional, serta lembaga penelitian dan inovasi. Pada Senin (26/10/2026), Brian mengatakan sebanyak 54 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) ditargetkan ditandatangani selama forum. Lebih dari 30 rektor perguruan tinggi juga hadir.

Pemerintah menekankan kerja sama harus menghasilkan kegiatan dan manfaat terukur, bukan berhenti pada penandatanganan dokumen.

Danantara siapkan 54 nota kesepahaman di DTIIF 2026

Target 54 kerja sama menjadi agenda penting DTIIF 2026 untuk menghubungkan hasil penelitian dan inovasi nasional dengan kebutuhan teknologi perusahaan, terutama BUMN yang mengelola proyek industri strategis.

Brian Yuliarto mendorong penelitian perguruan tinggi agar diterapkan dalam produksi dan pengembangan bisnis. Kampus berperan menghasilkan teknologi, tenaga ahli, serta inovasi, sementara BUMN dan perusahaan swasta menjadi mitra penerapan dan pengembangan produk. Investor internasional dapat mendukung pembiayaan dan peningkatan skala produksi.

Target 54 MoU belum berarti seluruh kerja sama menghasilkan kontrak investasi atau proyek operasional. Realisasinya bergantung pada tindak lanjut, kelayakan komersial, dan kesiapan pendanaan.

Enam sektor prioritas DTIIF 2026

DTIIF 2026 memusatkan pembahasan pada enam kelompok industri prioritas yang meliputi energi, pertanian dan kesehatan, material maju, transportasi, keuangan, serta teknologi digital.

No.Sektor prioritasFokus pembahasan
1EnergiPengembangan teknologi energi dan pasokan listrik
2Pertanian, pangan, dan kesehatanInovasi untuk kebutuhan pangan dan kesehatan
3Material maju dan semikonduktorPengembangan material dan industri chip
4Transportasi dan infrastrukturTeknologi transportasi dan pembangunan infrastruktur
5Keuangan dan perbankanInovasi teknologi dan layanan keuangan
6AI, infrastruktur digital, dan telekomunikasiKecerdasan buatan, teknologi digital, dan konektivitas

Pemilihan sektor tersebut berkaitan dengan kebutuhan meningkatkan kapasitas industri nasional dan memperluas hubungan antara pengembang teknologi, perusahaan, investor, serta lembaga penelitian.

Sektor energi diarahkan pada pengembangan listrik yang lebih efisien

Energi menjadi salah satu sektor perhatian DTIIF 2026. Pemerintah membuka peluang kolaborasi peneliti Indonesia dan perusahaan teknologi untuk mengembangkan sistem pasokan listrik yang lebih murah dan andal.

Kebutuhan ini relevan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis dan infrastruktur energi yang beragam. Teknologi yang dikembangkan tetap memerlukan kajian dan pengujian sebelum penerapan komersial.

Danantara buka peluang kolaborasi AI dengan perusahaan teknologi global

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi fokus pengembangan kerja sama internasional. Pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan teknologi global termasuk Arm, Microsoft, Google, dan Amazon Web Services (AWS).

Kerja sama diarahkan pada penelitian, penerapan solusi digital, dan pengembangan kemampuan teknologi Indonesia. Infrastruktur digital, pusat data, telekomunikasi, dan ekosistem semikonduktor juga menjadi perhatian.

Kehadiran perusahaan dalam pembahasan tidak otomatis berarti semuanya telah menyepakati investasi. Bentuk dan nilai kerja sama bergantung pada kesepakatan lanjutan.

Perguruan tinggi didorong menghasilkan inovasi untuk industri

Lebih dari 30 rektor hadir di DTIIF 2026 untuk mempertemukan dunia akademik dengan perusahaan teknologi dan industri. Brian Yuliarto menekankan agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi yang dipakai dalam kegiatan usaha, bukan hanya publikasi ilmiah.

Perguruan tinggi dapat menyediakan keahlian dan penelitian, perusahaan menyediakan kebutuhan industri dan fasilitas pengujian, sedangkan investor membantu pendanaan teknologi yang memiliki prospek komersial.

DTIIF 2026 ditargetkan diikuti lebih dari 1.500 peserta

Danantara memperkirakan forum melibatkan lebih dari 1.500 peserta dari dalam dan luar negeri, mulai dari inovator dan pemimpin perusahaan teknologi hingga lembaga riset, BUMN, investor, akademisi, serta pemerintah.

Kelompok pesertaJumlah yang ditargetkan
Total pesertaLebih dari 1.500
Inovator global170
CEO perusahaan teknologi global131
Pusat riset dan inovasi67
BUMNLebih dari 50
Rektor perguruan tinggi yang hadirLebih dari 30

Kategori tersebut tidak dapat dijumlahkan langsung sebagai total peserta karena cakupannya berbeda. Forum juga melibatkan ilmuwan internasional, termasuk peraih Nobel.

Jadwal DTIIF 2026 berlangsung selama tiga hari

DTIIF 2026 digelar di Fairmont Jakarta pada 26–28 Oktober 2026 dengan tema Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth.

TanggalAgenda utamaFokus kegiatan
26 Oktober 2026Strategic Outlook and Global PartnershipPrioritas dan kemitraan global
27 Oktober 2026Technology, Innovation, and Investment CollaborationKolaborasi teknologi, industri, dan pembiayaan
28 Oktober 2026Youth, Inclusion, and Sustainable FutureTalenta dan inovasi berkelanjutan

Rangkaian kegiatan mencakup presentasi proyek, pertemuan bisnis, pembahasan sektor industri, dan diskusi bilateral agar para peserta dapat menjajaki peluang kerja sama.

Danantara dorong proyek industri yang layak dibiayai investor

Salah satu tujuan DTIIF 2026 adalah mempertemukan proyek industri dengan sumber pendanaan jangka panjang. Melalui business matching, perusahaan dapat memaparkan kebutuhan teknologi dan rencana bisnis kepada calon mitra.

Investor dapat menilai proyek berdasarkan kelayakan usaha, risiko, kebutuhan pembiayaan, serta prospek pengembalian investasi. Proyek yang layak secara komersial diharapkan berkembang menjadi peluang yang dapat memperoleh pembiayaan atau bankable.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menekankan pentingnya hasil konkret setelah forum. Nota kesepahaman memerlukan tindak lanjut sebelum menghasilkan investasi nyata, pengembangan industri, atau lapangan kerja.

Kerja sama teknologi diharapkan memperkuat industri nasional

DTIIF 2026 memperluas ruang kolaborasi antara BUMN, perguruan tinggi, perusahaan swasta, lembaga penelitian, dan investor internasional. Kerja sama diarahkan untuk mempercepat pengembangan teknologi sesuai kebutuhan industri dalam negeri.

Dalam material maju dan semikonduktor, perhatian tertuju pada pengembangan kemampuan teknologi dan ekosistem industri. Sementara itu, di bidang transportasi dan infrastruktur, peluang teknologi perkapalan yang lebih efisien turut menjadi pembahasan.

Manfaat ekonomi setiap kerja sama baru dapat dinilai setelah proyek dijalankan dan menghasilkan keluaran yang terukur.

Realisasi 54 kerja sama menjadi perhatian setelah DTIIF 2026

Target 54 nota kesepahaman menjadi agenda yang harus ditindaklanjuti setelah DTIIF 2026. Enam sektor prioritas mencakup kebutuhan strategis dari energi dan pangan hingga semikonduktor dan AI.

Hingga hari pertama pada Senin, 26 Oktober 2026, angka 54 masih merupakan target penandatanganan, bukan jumlah kontrak investasi atau proyek yang sudah beroperasi.

Keberhasilan forum bergantung pada kesiapan pendanaan, kesepakatan lanjutan, dan kemampuan mitra mengembangkan teknologi menjadi kegiatan industri. Danantara menempatkan DTIIF 2026 sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi strategis pada enam sektor prioritas ekonomi Indonesia.