PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) merupakan perusahaan jamu dan produk kesehatan Indonesia yang berkembang dari usaha keluarga menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang dikenal melalui Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G! memiliki akar usaha sejak 1930.
Perjalanan panjang Sido Muncul kembali menjadi perhatian setelah perseroan mengumumkan dividen interim Rp300 miliar untuk tahun buku 2026, atau Rp10 per saham, dengan jadwal pembayaran 20 November 2026.
Di balik kegiatan pasar modalnya, perusahaan yang didirikan di Semarang pada 1951 ini memiliki sejarah pengembangan jamu tradisional, modernisasi fasilitas produksi, dan ekspansi ke sektor farmasi serta makanan-minuman kesehatan.
Sejarah Sido Muncul berawal dari usaha keluarga pada 1930
Cikal bakal Sido Muncul berasal dari usaha pasangan Siem Thiam Hie dan Rakhmat Sulistio di Ambarawa, Jawa Tengah. Keduanya sempat mengelola usaha susu bernama Melkrey dan usaha roti Roti Muncul.
Pada 1930, Rakhmat Sulistio mulai meracik jamu dari rempah-rempah untuk keluhan masuk angin. Usaha jamu kemudian dikembangkan di Yogyakarta pada 1935. Memasuki 1940, Tolak Angin dipasarkan dalam bentuk jamu godokan dengan produksi skala rumahan.
Pendiri Sido Muncul dan asal nama perusahaan
Sido Muncul didirikan oleh keluarga Rakhmat Sulistio dan Siem Thiam Hie. Pada 1951, keluarga ini mendirikan perusahaan sederhana di Jalan Mlaten Trenggulun, Semarang.
Nama Sido Muncul berarti “Impian yang Terwujud”. Pada 1970, usaha berkembang menjadi CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, kemudian berubah menjadi perseroan terbatas pada 1975.
Perjalanan Sido Muncul dari 1930 hingga melantai di BEI
| Tahun | Peristiwa penting |
|---|---|
| 1930 | Rakhmat Sulistio mulai meracik jamu untuk masuk angin |
| 1935 | Usaha jamu dikembangkan di Yogyakarta |
| 1940 | Tolak Angin mulai dipasarkan sebagai jamu godokan |
| 1951 | Perusahaan Sido Muncul didirikan di Semarang |
| 1970 | Berubah menjadi CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul |
| 1975 | Berbadan hukum PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul |
| 1997 | Memulai pembangunan pabrik modern di Klepu, Ungaran |
| 2000 | Pabrik Klepu diresmikan |
| 2013 | Resmi mencatatkan saham di BEI |
| 2014 | Mengembangkan bisnis farmasi melalui Berlico Mulia Farma |
Rangkaian perkembangan tersebut membawa Sido Muncul dari industri jamu tradisional menjadi kelompok usaha dengan kegiatan produksi jamu, farmasi, dan produk kesehatan.
Pabrik Sido Muncul di Klepu, Ungaran
Untuk meningkatkan kapasitas dan standardisasi produksi, Sido Muncul membangun pabrik modern di kawasan Klepu, Kecamatan Bergas, Ungaran, Jawa Tengah. Pembangunan dimulai pada 1997 di lahan sekitar 30 hektare, dengan peletakan batu pertama pada 21 Agustus 1997.
Pabrik diresmikan pada 11 November 2000. Pada periode tersebut, perusahaan memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Perusahaan mengembangkan proses ekstraksi tanaman obat dan menggunakan berbagai bagian tanaman, termasuk daun, bunga, akar, kulit kayu, dan biji sebagai bahan baku. Kemitraan dengan petani lokal turut mendukung pasokan bahan herbal.
Produk unggulan Sido Muncul
Tolak Angin menjadi produk yang paling erat dengan sejarah perusahaan. Sido Muncul kemudian mengembangkan berbagai produk untuk kebutuhan konsumen yang berbeda.
| Kelompok produk | Contoh merek atau produk |
|---|---|
| Jamu dan herbal | Tolak Angin, Tolak Linu, Kunyit Asam |
| Minuman energi | Kuku Bima Ener-G! |
| Minuman kesehatan | Susu Jahe, Kopi Jahe |
| Suplemen | Sido Muncul C-1000 |
| Produk farmasi | Anacetine Sirup, Inflasone, Berlosid, Licokalk |
Portofolio tersebut memperluas kegiatan perusahaan melampaui jamu tradisional. Sido Muncul juga mengembangkan pengolahan ekstrak herbal dan minyak atsiri untuk kebutuhan industri.
Sido Muncul resmi IPO pada 18 Desember 2013
Sido Muncul resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 2013 dengan kode saham SIDO. Dalam penawaran umum perdana (IPO), perseroan menawarkan 1,5 miliar saham dengan harga penawaran Rp580 per saham.
Status perusahaan terbuka memungkinkan masyarakat memiliki saham SIDO dan mewajibkan perseroan menjalankan keterbukaan informasi kepada investor.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama perusahaan | PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk |
| Kode saham | SIDO |
| Bursa pencatatan | Bursa Efek Indonesia |
| Tahun pendirian Sido Muncul | 1951 |
| Tanggal pendirian PT | 18 Maret 1975 |
| Tanggal IPO | 18 Desember 2013 |
| Harga IPO | Rp580 per saham |
| Saham ditawarkan saat IPO | 1,5 miliar saham |
| Bidang usaha | Jamu, farmasi, dan produk kesehatan |
| Fasilitas produksi utama | Klepu, Ungaran, Jawa Tengah |
Bisnis Sido Muncul berkembang hingga pasar ekspor
Selain pasar domestik, Sido Muncul memperluas jaringan penjualan ke berbagai negara. Pada 2013, perusahaan telah memiliki 109 distributor di Indonesia serta memasarkan produk unggulan ke sejumlah negara Asia Tenggara.
Perseroan juga memperkuat lini farmasi setelah Berlico Mulia Farma bergabung dengan kelompok usaha pada 2014. Diversifikasi ini melengkapi kegiatan pengolahan jamu dan produk kesehatan yang telah dijalankan sebelumnya.
Sido Muncul bagikan dividen interim Rp300 miliar pada 2026
Pada Oktober 2026, Sido Muncul mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp300 miliar atau Rp10 per saham. Keputusan ditetapkan pada 21 Oktober dan diumumkan pada 23 Oktober 2026.
Pemegang saham yang memenuhi ketentuan pencatatan 4 November 2026 dijadwalkan menerima pembayaran pada 20 November 2026.
Dasar pembagian dividen mencakup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp333,65 miliar pada semester pertama 2026, saldo laba ditahan tidak dibatasi penggunaannya Rp1,14 triliun, dan ekuitas Rp2,99 triliun.
Dividen interim Rp10 per saham lebih rendah daripada dividen interim Rp22 per saham untuk semester pertama tahun buku 2025. Pembagian dividen terbaru itu menjadi konteks perkembangan korporasi perusahaan, sementara bisnis utama tetap berada di industri jamu, farmasi, dan produk kesehatan.
Sido Muncul dan perkembangan industri jamu Indonesia
Perjalanan Sido Muncul memperlihatkan transformasi usaha jamu keluarga menjadi perusahaan terbuka dengan fasilitas produksi modern, jaringan distribusi luas, dan berbagai lini produk.
Perusahaan juga menjalankan kegiatan pengelolaan lingkungan, kemitraan petani, dan tanggung jawab sosial. Pengembangan kegiatan produksi dan pemanfaatan tanaman herbal terus menjadi bagian dari identitas bisnis perseroan.
Berawal dari racikan jamu pada 1930, Sido Muncul berdiri sebagai perusahaan pada 1951 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2013. Hingga Oktober 2026, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjalankan bisnis jamu, farmasi, serta produk kesehatan dengan Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G! sebagai merek yang dikenal luas.









