Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (26/10/2026). Meski demikian, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen eksternal yang berpotensi menahan laju indeks, mulai dari pelemahan bursa Amerika Serikat hingga tekanan jual investor asing.
Di sisi lain, dimulainya publikasi laporan keuangan emiten kuartal III-2026, aksi pembelian kembali saham atau buyback, serta komitmen Danantara dan sejumlah pihak untuk masuk ke pasar modal dinilai dapat menopang pergerakan IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia juga menyiapkan enam saham untuk strategi trading pada perdagangan hari ini.
IHSG Berpeluang Bergerak di Rentang 5.280–5.600
Dalam ulasannya pada Senin (26/10/2026), CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Area support indeks diperkirakan berada di kisaran 5.360–5.280, sedangkan resistance berada pada rentang 5.520–5.600.
Proyeksi tersebut muncul di tengah tarik-menarik sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, laporan keuangan perusahaan terbuka dapat menjadi perhatian investor untuk menilai kinerja bisnis selama kuartal ketiga. Sementara itu, aksi buyback dan potensi masuknya dana dari sejumlah pihak berpeluang memberikan dukungan tambahan terhadap pergerakan saham.
Namun, tekanan dari investor asing yang masih melakukan penjualan bersih serta pelemahan harga sejumlah komoditas mineral logam menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Perkembangan sentimen tersebut dapat memengaruhi minat transaksi dan arah pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan.
Wall Street Melemah, Harga Minyak Dunia Melonjak
Bursa saham Amerika Serikat mengakhiri perdagangan pekan lalu di zona merah. Tekanan jual yang sebelumnya terkonsentrasi pada saham teknologi mulai meluas ke sektor lainnya, di tengah kekhawatiran meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Sejumlah saham anggota Dow Jones mengalami koreksi. American Express turun 3,68% setelah perusahaan mengumumkan rencana pengurangan sekitar 5% tenaga kerja global sebagai antisipasi terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI). Caterpillar melemah 2,42%, sedangkan Goldman Sachs terkoreksi 1,75%.
Pada saat bersamaan, harga minyak mentah melonjak. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 3,8% menjadi US$103,27 per barel. Adapun Brent menguat 3,1% ke level US$116,72 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah muncul laporan mengenai kemungkinan serangan baru Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Iran menyatakan akan melakukan serangan balasan apabila rencana tersebut benar-benar dijalankan. Ketidakpastian geopolitik ini menjadi salah satu perhatian pelaku pasar global.
Enam Saham Masuk Rekomendasi Trading
Menghadapi perdagangan Senin, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk dicermati dalam strategi trading, yakni BTPS, MAPI, TLKM, EXCL, ANTM, dan TINS.
Investor tetap perlu mempertimbangkan pergerakan harga, volume transaksi, serta perkembangan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan. Proyeksi penguatan IHSG bukan jaminan indeks akan ditutup positif, mengingat tekanan eksternal dan arus dana asing masih dapat memengaruhi perdagangan.









