BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi perdagangan untuk tiga saham, yakni PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), pada Senin, 26 Oktober 2026. Ketiganya memiliki peluang pergerakan berbeda dengan sejumlah level teknikal yang perlu diperhatikan investor.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada akhir pekan lalu dan kembali berada di atas level psikologis 5.400. Namun, ketidakpastian pasar global, perkembangan reformasi pasar modal domestik, serta pergerakan dana asing masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah indeks pada perdagangan awal pekan.
HRUM Berpeluang Melanjutkan Rebound
BRI Danareksa Sekuritas menilai saham HRUM berpotensi meneruskan pemulihan harga. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness pada rentang Rp700–Rp730, dengan catatan area support Rp700–Rp640 tetap bertahan.
Apabila momentum penguatan berlanjut, HRUM memiliki target resistance di kisaran Rp775–Rp810. Selain faktor teknikal, prospek bisnis hilirisasi nikel turut menjadi perhatian setelah anak usaha HRUM, Blue Sparking Energy, resmi mengekspor produk olahan nikel mixed hydroxide precipitate (MHP).
Ekspor tersebut membuka peluang tambahan pendapatan dari pengembangan bisnis hilirisasi. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan harga saham dan perkembangan kinerja perusahaan.
ANTM Diuji Setelah Memantul dari Support
Saham ANTM juga dinilai berpeluang melanjutkan rebound setelah bergerak naik dari area support Rp2.390–Rp2.570 dan kembali menyentuh Rp2.860.
Strategi buy on weakness direkomendasikan pada rentang Rp2.800–Rp2.860. Target resistance berada di Rp3.000 dan Rp3.150, sedangkan batas cut loss ditetapkan apabila harga menembus Rp2.770.
ANTM juga tengah mengkaji opsi buyback saham. Jika direalisasikan, langkah tersebut berpotensi menjadi sentimen pendukung harga, meskipun dampaknya tetap bergantung pada pelaksanaan dan kondisi pasar.
CUAN Menguji Area Support
CUAN ditutup pada harga Rp510, menguat 2,82%, dan sedang menguji area support Rp460–Rp525 setelah mengalami koreksi tajam dari kisaran Rp950.
Strategi yang disampaikan adalah buy on break di atas Rp525, dengan target harga Rp590–Rp620. Investor perlu memperhatikan batas cut loss apabila saham turun di bawah Rp460.
Perseroan juga mengumumkan rencana buyback saham hingga Rp500 miliar untuk periode 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Rencana tersebut berpotensi menopang pergerakan saham, tetapi realisasinya tetap perlu dipantau.
IHSG Menguat, tetapi Pemulihan Belum Terkonfirmasi
IHSG ditutup naik 0,95% ke level 5.439,2 pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertambah 51,35 poin setelah bergerak di rentang 5.366–5.455.
Sentimen positif datang dari rencana reformasi pasar modal, termasuk kebijakan BEI untuk mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC dari perhitungan IHSG mulai 2 November. Namun, ketidakpastian MSCI dan tekanan pasar global masih membatasi optimisme investor.
Secara teknikal, resistance terdekat berada di 5.494–5.539. Sementara itu, support berada pada rentang 5.400–5.366, dengan area berikutnya di 5.244–5.116 jika tekanan jual meningkat. IHSG masih berada di bawah MA20 sekitar 5.813.
MACD masih negatif meski histogram mulai membaik. Kondisi ini menunjukkan penguatan indeks masih berupa technical rebound dan belum mengonfirmasi pembalikan tren.
Investor juga akan mencermati keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober, perkembangan harga minyak Brent yang berada di sekitar US$114 per barel, laporan keuangan kuartal III emiten, serta pergerakan bursa Wall Street yang ditutup melemah. Seluruh faktor tersebut dapat memengaruhi volatilitas pasar pada perdagangan Senin.









