— Kisah inspiratif datang dari Daisy Budca-Eng, seorang mantan pekerja rumah tangga (PRT) asal Filipina yang menerima warisan bernilai miliaran rupiah dari mantan majikannya di Hong Kong. Peristiwa ini kembali mencuat setelah diberitakan oleh situs Filipina iTacloban pada Januari 2023, dan sebelumnya pernah ditayangkan dalam program televisi Kapuso Mo, Jessica Soho pada Oktober 2021.

Daisy, yang berasal dari Mountain Province, Filipina, menerima warisan dari majikannya, seorang perempuan lanjut usia asal Portugal bernama Marie, yang meninggal dunia pada tahun 2002. Warisan tersebut mencakup sebuah apartemen senilai 26 juta peso Filipina, saham di berbagai perusahaan, serta uang tunai dalam dolar yang diperkirakan mencapai 25 juta peso. Jika dijumlahkan, nilai apartemen dan uang tunai tersebut setidaknya mencapai 51 juta peso, atau sekitar Rp 14 miliar berdasarkan kurs pada Januari 2023, belum termasuk nilai saham.

Perjalanan Hidup Daisy Budca-Eng

Sebelum menjadi PRT di Hong Kong, Daisy menjalani kehidupan yang jauh dari kata mewah. Ia menikah pada usia 16 tahun dan sempat berjualan garam di kampung halamannya untuk membantu ekonomi keluarga. Namun, hasil penjualannya tidak mencukupi kebutuhan, sehingga Daisy memutuskan untuk bekerja di luar negeri.

Pengalaman awal Daisy di Hong Kong tidak mudah. Ia mengaku pernah mendapat perlakuan buruk dari majikan sebelumnya dan hanya memiliki waktu istirahat yang sangat minim. Kehidupannya berubah drastis ketika ia bekerja untuk Marie, seorang lansia asal Portugal.

Meskipun hanya menerima gaji bulanan sekitar 900 dollar Hong Kong (setara 2.700 peso kala itu), Daisy merasa bahagia karena Marie memperlakukannya layaknya anggota keluarga sendiri. Hubungan keduanya semakin erat, bahkan ketika Daisy memutuskan kembali ke Filipina, Marie memilih untuk ikut bersamanya.

Marie tidak ingin tinggal di panti jompo di Hong Kong dan memilih untuk menetap bersama Daisy di Filipina. Selama Marie tinggal di Filipina, Daisy merawatnya dengan penuh kasih sayang. Keduanya juga kerap menghabiskan waktu bersama dengan mengunjungi berbagai tempat, termasuk lokasi-lokasi keagamaan.

Momen Tak Terduga: Surat Wasiat Marie

Setelah bekerja dan mengabdi pada Marie selama sekitar 11 tahun, kehidupan Daisy berubah secara tak terduga. Pada tahun 2002, Marie meninggal dunia di Filipina akibat penyakit serius.

Daisy merasa sangat kehilangan, karena Marie bukan hanya sekadar majikan baginya, tetapi juga seorang teman dan bagian dari keluarganya. Beberapa waktu setelah kepergian Marie, Daisy secara mengejutkan menerima surat yang memberitahukan bahwa namanya tercantum dalam surat wasiat Marie.

Awalnya, Daisy tidak percaya dengan isi surat tersebut. Marie mewariskan sejumlah aset berharga kepada Daisy, termasuk apartemen senilai 26 juta peso, saham perusahaan, dan uang tunai senilai 25 juta peso.

Pemanfaatan Warisan dan Pesan untuk Pekerja Migran

Warisan yang diterima Daisy memberikannya kesempatan untuk membangun kehidupan baru yang lebih baik. Media Filipina melaporkan bahwa Daisy menggunakan sebagian hartanya untuk membangun sebuah gedung lima lantai di kampung halamannya di Mountain Province. Bangunan tersebut kini difungsikan sebagai ruang usaha, penginapan, pusat kebugaran, dan fasilitas untuk berbagai kegiatan.

Sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan atas kebaikan Marie, Daisy juga membuat sebuah ruang khusus di kediamannya untuk mengenang sosok yang telah mengubah hidupnya itu.

Daisy mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kebaikan Marie. Ia berharap warisan tersebut tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga dapat membantu keluarganya.

Kepada para pekerja migran Filipina atau Overseas Filipino Workers (OFW) yang masih berjuang di luar negeri, Daisy berpesan agar mereka senantiasa bekerja dengan baik, menghormati majikan, serta mengedepankan kesabaran, kerja keras, dan kejujuran dalam setiap pekerjaan yang dijalani.