Topik.id — Kinerja PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diperkirakan masih berada dalam jalur pertumbuhan hingga kuartal III-2026. KB Valbury Sekuritas memproyeksikan laba bersih konsolidasian perseroan pada Januari-September 2026 tumbuh 16,3% secara tahunan.
Proyeksi tersebut ditopang oleh realisasi laba bank only yang mencapai Rp37,48 triliun selama Januari-Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 22,3% yoy dan telah mencakup sebagian besar estimasi laba Bank Mandiri untuk sepanjang tahun.
Realisasi Laba BMRI Lampaui Pola Historis
Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi mencatat laba 8M26 Bank Mandiri setara 66,4% dari proyeksi KB Valbury untuk 2026. Capaian tersebut juga mencapai 65,4% dari konsensus pasar.
Realisasi itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis pada periode yang sama sebesar 63,4%. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar KB Valbury untuk mempertahankan pandangan positif terhadap kinerja BMRI dalam beberapa bulan mendatang.
Jika laba bank only pada September 2026 mampu menyamai pencapaian September tahun lalu sebesar Rp4,1 triliun, laba kuartal III-2026 diperkirakan masih tumbuh 9,4% yoy.
Untuk basis konsolidasian, KB Valbury memperkirakan laba bersih BMRI pada kuartal III-2026 mencapai Rp13,46 triliun, sedikit di bawah konsensus sebesar Rp13,97 triliun.
Kredit dan DPK Jadi Penopang Kinerja
Dari sisi bisnis, pertumbuhan kredit menjadi salah satu katalis utama Bank Mandiri. KB Valbury memproyeksikan kredit BMRI tumbuh 17,6% yoy, sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 17,6%.
Namun, pertumbuhan dana murah atau current account and savings account (CASA) diperkirakan lebih moderat dengan kenaikan 8,2%. Perkembangan tersebut tetap menjadi perhatian karena struktur pendanaan berpengaruh terhadap kemampuan bank menjaga margin.
Di sisi kualitas aset, Bank Mandiri dinilai masih memiliki kondisi yang relatif solid. Cost of credit diproyeksikan berada di 0,5%, lebih rendah dibandingkan panduan manajemen sebesar 0,6%-0,8%.
Sementara itu, return on equity atau RoE diperkirakan mencapai 21,6%, meningkat 2,9 poin persentase.
NIM Masih Menjadi Tantangan Bank Mandiri
Di tengah pertumbuhan laba dan kredit, tekanan terhadap net interest margin atau NIM masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor. Penurunan imbal hasil aset produktif berpotensi membatasi ruang ekspansi margin Bank Mandiri.
KB Valbury memperkirakan pertumbuhan laba 9M26 BMRI sebesar 16,3% yoy, sekitar 135 basis poin di bawah konsensus pasar yang mencapai 17,7%. Perbedaan proyeksi tersebut menunjukkan adanya ruang sekaligus risiko terhadap ekspektasi pasar.
KB Valbury Pertahankan Target Saham BMRI
KB Valbury Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BMRI dengan target harga Rp5.660. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 29,8% dari posisi harga terakhir.
Dari sisi valuasi, target tersebut setara dengan price to book value (P/B) sekitar 1,8 kali untuk proyeksi 2026. Sementara saham BMRI saat ini diperdagangkan pada estimasi P/B 2026 sekitar 1,4 kali.
Selain prospek laba, investor juga akan mencermati pembagian dividen interim BMRI. Bank Mandiri menyiapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,159 triliun atau sekitar Rp66 per saham.
Cum date di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan 15 September 2026, sedangkan ex date pada 16 September. Daftar pemegang saham yang berhak ditetapkan 17 September pukul 16.00 WIB dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.
Ikuti Topik.id
