— Industri pertambangan menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi karbon. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mencari teknologi yang bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung.

Melalui Greenovation, Green Mining Innovation Challenge 2026, berbagai gagasan dari pelaku industri mulai diarahkan menjadi solusi yang bisa diterapkan di lapangan. Fokusnya mencakup efisiensi energi, optimalisasi operasional, hingga elektrifikasi kendaraan dan alat berat pertambangan.

Efisiensi Energi Menjadi Kebutuhan Strategis

CEO SUN Mobility Karina Darmawan menilai tekanan industri, termasuk kenaikan harga diesel dan tantangan operasional, justru membuka ruang lebih besar bagi inovasi. Menurutnya, banyak gagasan dari lapangan yang selama ini belum mendapatkan wadah untuk dikembangkan dan mendapat perhatian manajemen.

Greenovation 2026 kemudian menjadi ruang untuk menguji gagasan tersebut dari sisi penerapan maupun dampak bisnis. Kompetisi tahun ini diikuti lebih dari 100 peserta dan menyediakan coaching clinic yang mencakup edukasi, validasi teknis serta penyempurnaan proposal.

Program tersebut mengusung dua kategori utama, yakni Energy Mix Optimization & Mining Operational Efficiency serta Electrification of Mining Vehicles & Heavy Equipment.

Inovasi Tambang Dinilai dari Dampak Bisnis

CEO SUN Energy Jefferson Kuesar mengatakan penilaian tidak hanya berfokus pada tingkat kebaruan teknologi. Relevansi terhadap persoalan tambang, kompleksitas inovasi, potensi penghematan, kemampuan scale up, serta keberlanjutan menjadi lima indikator utama.

Pendekatan tersebut membuat inovasi harus memiliki nilai ekonomi yang jelas. Solusi yang berhasil diterapkan di satu lokasi tambang diharapkan dapat direplikasi ke banyak wilayah sehingga manfaat efisiensi dan penurunan emisi menjadi lebih besar.

Greenovation juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan regulator, akademisi, dan pelaku industri untuk membawa inovasi dari tahap kompetisi menuju implementasi komersial.

N-ZERO Squad Andalkan Grid Listrik Fleksibel

Gold Winner kategori Energy Mix Optimization & Mining Operational Efficiency diraih N-ZERO Squad dari PT Adaro Indonesia. Tim tersebut mengembangkan sistem grid electrification yang dirancang mengikuti perubahan sekuens kegiatan tambang hingga area bottom pit.

Salah satu tantangan yang diselesaikan adalah kebutuhan listrik untuk pompa di lokasi sekitar 300 meter di bawah permukaan. Solusinya menggunakan compact substation atau gardu listrik portabel yang dapat dipindahkan menggunakan dozer maupun ekskavator.

Kabel listrik juga dipasang secara on ground sehingga dapat mengikuti perpindahan area operasi. Pengembangan teknologi ini telah dilakukan sejak 2019 dan kini memasuki desain generasi ketujuh.

Bravo Team Dorong Elektrifikasi Angkutan Laut

Sementara itu, Bravo Team dari PT Borneo Indobara memenangkan kategori Electrification of Mining Vehicles & Heavy Equipment melalui inovasi sistem hibrida untuk angkutan laut.

Solusi tersebut ditujukan mengurangi konsumsi diesel, terutama karena penerapan kapal listrik penuh masih menghadapi kendala jarak dan infrastruktur pengisian daya. Armada yang digunakan juga bukan milik perusahaan sehingga sistem hibrida dinilai lebih fleksibel untuk diterapkan bersama kontraktor.

Bravo Team saat ini menangani 42 set dengan kapasitas tongkang maksimal sekitar 12.000 ton. Sistem tersebut diharapkan mampu menekan penggunaan bahan bakar sekaligus emisi operasional.

Greenovation 2026 sendiri masih difokuskan pada industri batu bara. Penyelenggara berencana memperluas cakupan ke komoditas mineral lain pada tahun berikutnya, seiring meningkatnya kebutuhan industri tambang terhadap solusi rendah karbon yang tetap kompetitif secara bisnis.