— Pasar emas perhiasan China menghadapi tekanan yang semakin berat di tengah harga emas yang tinggi dan perilaku konsumen yang mulai berubah. Negara dengan konsumsi emas terbesar di dunia tersebut mencatat pelemahan permintaan perhiasan ke level terendah dalam lebih dari dua dekade.

World Gold Council (WGC) dalam laporan Juli 2026 mencatat permintaan emas perhiasan China turun 28% secara tahunan pada kuartal II 2026. Tekanan tersebut tidak hanya dipicu mahalnya harga emas, tetapi juga kehati-hatian konsumen serta perubahan demografi yang berpotensi menekan pasar dalam jangka panjang.

Harga Tinggi Tekan Permintaan Perhiasan

WGC menyebut harga emas yang terus berada di level tinggi membuat konsumen semakin berhati-hati dalam melakukan pembelian. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi peritel karena kenaikan harga tidak serta-merta meningkatkan nilai transaksi ketika konsumen justru mengurangi volume pembelian.

Perubahan perilaku terlihat dari kecenderungan konsumen memilih perhiasan dengan bobot lebih ringan. Skema tukar tambah perhiasan lama juga semakin diminati untuk mengurangi kebutuhan dana ketika membeli produk baru.

Tekanan pasar semakin terlihat dari penutupan sejumlah toko emas di berbagai kota China. Pengecer di kota tingkat tiga dan empat menjadi kelompok yang menghadapi tekanan paling besar karena permintaan masyarakat melemah.

Ratusan Toko Emas Mulai Tutup

Chow Tai Seng mencatat pengurangan bersih sebanyak 473 toko di China. Sementara itu, Lao Feng Xiang telah menutup 342 gerai yang sebagian berada di kota tingkat tiga dan empat.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar mulai berdampak langsung terhadap jaringan ritel. Pemilik toko tidak hanya menghadapi penurunan transaksi, tetapi juga harus mempertahankan persediaan, membayar sewa, serta menanggung biaya operasional.

Pelaku industri juga melihat adanya perubahan pola pembelian. Konsumen yang sebelumnya membeli perhiasan dalam bobot lebih besar kini cenderung memilih produk dengan ukuran lebih kecil.

Faktor Demografi Tambah Tekanan Jangka Panjang

Selain persoalan harga, perubahan demografi menjadi tantangan struktural bagi industri emas perhiasan China. Dalam laporan wawasan konsumen 2025, WGC menyoroti penurunan jumlah pernikahan dan kelahiran yang berpotensi mengurangi kebutuhan emas untuk keperluan tradisional.

Pernikahan selama ini menjadi salah satu momentum penting pembelian emas di China. Ketika jumlah pernikahan menurun, permintaan yang berasal dari kebutuhan tersebut ikut berpotensi berkurang.

Kombinasi harga tinggi, kehati-hatian konsumen, dan perubahan demografi akhirnya membuat prospek emas perhiasan menghadapi tekanan yang tidak hanya bersifat sementara.

Emas Batangan Mulai Jadi Pilihan

Di tengah pelemahan perhiasan, konsumen China justru memperlihatkan minat yang lebih besar terhadap emas untuk investasi. Data China Gold Association menunjukkan permintaan emas perhiasan pada semester I 2026 turun 33,88% secara tahunan menjadi 132,1 ton.

Sebaliknya, permintaan emas batangan dan koin melonjak 28,42% menjadi 339,3 ton. Pergeseran tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat masih memiliki minat terhadap emas, tetapi tujuan pembeliannya mulai berubah.

Produk investasi dengan premi lebih rendah dinilai lebih menarik ketika harga emas tinggi. Kondisi ini membuat pasar emas China semakin terpolarisasi antara perhiasan yang memiliki nilai konsumsi dan margin lebih tinggi dengan emas batangan serta koin yang lebih berorientasi investasi.

Bagi pelaku ritel emas, perubahan tersebut menjadi sinyal bahwa strategi bisnis perlu menyesuaikan perilaku konsumen. Pertumbuhan pasar ke depan tidak hanya ditentukan harga emas, tetapi juga kemampuan industri menawarkan produk yang lebih terjangkau dan relevan dengan kebutuhan investasi masyarakat.