PT Maxon Prime Technology resmi membuka DFMA Workshop serta Quality Training Center di kawasan Cikarang. Kehadiran fasilitas teranyar ini ditujukan untuk mendongkrak efisiensi pembangunan pusat data sekaligus meningkatkan keahlian tenaga teknik di Tanah Air di tengah masifnya perkembangan industri tersebut.
Agenda peresmian fasilitas ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan Microsoft Indonesia Vizar Ramadhani, General Manager Leighton Asia Jan Torka, serta General Manager Shimizu Indonesia Irwan.
Mengusung slogan Engineering Flow, Delivering Trust, perusahaan memadukan tahapan fabrikasi, perakitan, pengujian, serta pusat pelatihan teknis dalam satu kawasan kerja terpadu. Perusahaan mengklaim fasilitas ini menjadi DFMA Workshop dan Quality Training Center perdana di Indonesia yang difokuskan khusus untuk sektor konstruksi pusat data, lengkap dengan pusat pelatihan bersistem operasional langsung atau live system.
Direktur Utama Maxon Prime Technology, Teh Yee Keong, menuturkan bahwa kehadiran fasilitas ini diharap mampu mempercepat laju konstruksi pusat data agar berjalan kian efisien dengan standar mutu yang lebih prima.
Sementara itu, Project Director Maxon Prime Technology, Tedi Hadisaputra, memaparkan bahwa pendirian DFMA Workshop dirancang untuk memangkas durasi instalasi, menekan anggaran biaya, serta mengeleminasi potensi pekerjaan ulang di lapangan proyek.
“Tujuan utamanya adalah proses instalasi konstruksi lebih cepat. Otomatis akan menghemat waktu dan cost,” ujar Tedi.
Metode DFMA sendiri merupakan singkatan dari design for manufacturing and assembly, yakni sebuah pendekatan yang menyatukan tahap perancangan dengan manufaktur serta perakitan. Lewat metode ini, berbagai komponen bangunan pusat data dapat difabrikasi serta diuji terlebih dahulu di dalam workshop sebelum dikirim ke area proyek.
Tedi menambahkan, implementasi sistem tersebut sudah diaplikasikan pada salah satu proyek pusat data di kawasan Cikarang. Melalui penerapan alur kerja ini, seluruh proses fabrikasi hingga pengujian awal rampung dikerjakan sebelum komponen dipindahkan ke lokasi akhir.
Sesudah lolos tahap pengujian awal, komponen tersebut baru dikirim ke lokasi proyek untuk menjalani pemasangan serta pengujian lanjutan. Skema ini diyakini mampu mendongkrak efisiensi tenaga kerja dan durasi pengerjaan.
Di sisi lain, Quality Training Center yang disediakan telah dibekali sarana simulasi kerja, uji mutu, serta pengenalan sistem teknis untuk operasional pusat data. Salah satu daya tarik utama dari pusat pelatihan ini adalah pengoperasian perangkat secara langsung atau live system.
“Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teori atau menggunakan peralatan demonstrasi, tetapi juga dapat memahami cara kerja sistem teknis yang digunakan dalam operasional data center,” tegas dia.
Lebih lanjut, fasilitas tersebut mencakup sistem proteksi kebakaran, building management system (BMS), serta ruang pompa terpadu yang pengawasannya terhubung lewat BMS. Melalui fasilitas ini, para peserta bisa mendalami relasi antarsistem sekaligus mengaplikasikan standar mutu pada setiap pekerjaan teknis.









