Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri yang membidangi perekonomian bersama pimpinan otoritas keuangan ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (19/10/2026) sore. Pertemuan tersebut mempertemukan para pengambil kebijakan utama di sektor ekonomi, mulai dari fiskal, moneter, hingga pengawasan industri jasa keuangan.
Sejumlah pejabat yang menghadiri pertemuan itu antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.
Kedatangan para pejabat tersebut menjadi perhatian awak media yang berada di kompleks Istana Kepresidenan. Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai agenda utama yang akan dibahas dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, belum memberikan keterangan terperinci saat ditanya wartawan mengenai tujuan pemanggilan tersebut. Ia meminta awak media menunggu hingga pertemuan berlangsung.
Sikap serupa ditunjukkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia memilih tidak mengungkapkan materi yang akan disampaikan kepada Presiden dan menyatakan baru akan memberikan penjelasan setelah menyelesaikan laporannya.
Pertemuan yang melibatkan jajaran kementerian ekonomi dan otoritas keuangan tersebut berlangsung di tengah perhatian terhadap kondisi perekonomian nasional, termasuk perkembangan pasar modal dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Meski belum ada konfirmasi mengenai pokok pembahasan, kehadiran para pejabat yang memiliki kewenangan di bidang fiskal, moneter, investasi, dan pengawasan keuangan membuka kemungkinan adanya koordinasi terkait stabilitas ekonomi serta perkembangan iklim investasi di Indonesia.
Hingga para pejabat memasuki agenda pertemuan, pemerintah belum menyampaikan keterangan resmi mengenai keputusan maupun langkah kebijakan yang akan diambil dari pembahasan tersebut.









