Real Madrid tengah menikmati tren positif setelah menyapu bersih empat pertandingan terakhir dengan kemenangan. Namun, catatan impresif tersebut belum membuat Jose Mourinho merasa puas. Pelatih Los Blancos itu menilai anak asuhnya masih perlu meningkatkan kualitas permainan agar mampu mencapai standar yang diinginkannya.
Kemenangan 4-1 atas RB Leipzig pada pertandingan terakhir Liga Champions menjadi hasil terbaru dalam rangkaian performa apik Madrid. Sebelum menundukkan Leipzig, klub ibu kota Spanyol tersebut juga berhasil mengalahkan Sevilla, AS Roma, dan Villarreal. Dari empat laga itu, Madrid mampu mengoleksi total 13 gol, meski masih menyisakan sejumlah persoalan di lini pertahanan.
Empat Kemenangan Belum Membuat Mourinho Puas
Hasil positif dalam empat pertandingan beruntun memperlihatkan ketajaman lini serang Madrid. Produktivitas 13 gol menunjukkan bahwa tim memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan kepada lawan dan memaksimalkan peluang menjadi gol.
Meski demikian, Mourinho tidak ingin timnya terlena oleh deretan kemenangan tersebut. Ia menegaskan bahwa performa Madrid saat ini belum memenuhi standar yang telah ditetapkannya. Menurut dia, setiap pemain masih memiliki ruang untuk berkembang, baik secara individu maupun dalam menjalankan strategi tim.
Mourinho juga menilai perjalanan tim selama lebih dari seratus hari di bawah arahannya belum menghasilkan perkembangan sesuai target. Ia ingin para pemain terus bekerja keras untuk memperbaiki kekurangan yang masih terlihat dalam pertandingan.
“Tidak ada seorang pun yang berada di level yang saya inginkan. Saya selalu ingin berkembang. Saya sudah berada di sini selama lebih dari seratus hari,” kata Mourinho, dikutip dari situs Real Madrid.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mourinho tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Ia juga menaruh perhatian pada konsistensi permainan dan kemampuan tim untuk terus memperbaiki diri.
Pertahanan Madrid Masih Menjadi Sorotan
Di balik produktivitas lini depan, Madrid masih harus membenahi sektor pertahanan. Los Blancos telah kebobolan lima gol dalam empat pertandingan terakhir. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa mereka belum sepenuhnya mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Dari empat pertandingan itu, Madrid hanya mencatatkan satu clean sheet. Artinya, gawang mereka masih bisa ditembus dalam tiga laga lainnya meskipun seluruh pertandingan berakhir dengan kemenangan.
Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Mourinho. Ketajaman di depan gawang memang membantu Madrid mengamankan hasil maksimal, tetapi pertahanan yang lebih solid diperlukan untuk menghadapi lawan dengan kualitas permainan lebih tinggi.
Mourinho mengakui adanya perkembangan dalam permainan tim, meskipun belum seluruh aspek berjalan sesuai harapannya.
“Jelas, kita belum berada di posisi yang saya inginkan, tetapi ada hal-hal yang kita lakukan dengan lebih baik hari ini daripada sebelumnya,” ujarnya.
El Clasico Jadi Ujian Berikutnya bagi Los Blancos
Tantangan selanjutnya bagi Madrid adalah menghadapi Barcelona dalam pertandingan lanjutan Liga Spanyol. Duel bertajuk El Clasico tersebut dijadwalkan berlangsung di Camp Nou pada Senin (26/10/2026) dini hari WIB.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Madrid untuk melanjutkan tren kemenangan sekaligus membuktikan perkembangan permainan yang diinginkan Mourinho. Barcelona tentu menghadirkan ujian berbeda, sehingga efektivitas serangan dan ketahanan lini belakang akan menjadi faktor penting.
Dengan persaingan yang diperkirakan berlangsung ketat, Madrid tidak cukup hanya mengandalkan produktivitas gol. Los Blancos juga perlu mengurangi kesalahan di lini pertahanan jika ingin mempertahankan momentum positif dan membawa pulang hasil maksimal dari markas rivalnya.









