Pemain belakang Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mendapat kesempatan tampil selama 90 menit penuh saat membela klubnya, Lille OSC, dalam laga kontra klub raksasa Turkiye, Galatasaray.
Duel antara Lille dan Galatasaray tersaji di Stade Pierre-Mauroy pada Rabu (21/10/2026) malam WIB dalam ajang Liga Champions.
Pertandingan ini menandai momen pertama kalinya bagi Calvin Verdonk turun sebagai starter di pentas Liga Champions. Ia dipercaya mengisi pos bek kiri untuk menggantikan peran Romain Perraud yang biasanya menjadi pilihan utama di posisi tersebut.
Keputusan menurunkan pemain keturunan Aceh itu merupakan satu dari total lima perubahan susunan pemain yang dilakukan pelatih Davide Ancelotti. Sebelumnya, skuad Lille melakoni laga imbang melawan Stade Brestois di kompetisi Liga Perancis pada akhir pekan lalu.
Sepanjang jalannya pertandingan, Calvin Verdonk mencatatkan 68 kali sentuhan bola serta sukses melepaskan dua umpan kunci yang berpotensi menjadi peluang gol bagi rekan setimnya.
Selain itu, ia juga membukukan lima aksi penyelamatan di lini pertahanan serta melepaskan enam operan yang berhasil menembus garis pertahanan lawan.
Rincian Performa di Lapangan
Laga sempat berjalan kurang ideal bagi tim tuan rumah setelah umpan silang Baris Yilmaz dari sisi kiri gagal dihalau dengan sempurna oleh bek Alexsandro yang mencoba melakukan diving header.
Bola liar tersebut langsung dimanfaatkan oleh penyerang Galatasaray, Yunus Akgun, yang melepaskan tendangan kaki kiri keras untuk mencetak gol.
Namun, Lille tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Alexsandro membayar kesalahannya dengan mengirimkan umpan terobosan akurat kepada Soriba Diaoune, yang kemudian sukses melewati penjagaan kiper lawan dan menceploskan bola ke gawang yang kosong.
Salah satu aksi penting yang dicatatkan Verdonk terjadi pada menit ke-20 ketika ia sukses memenangkan duel udara menghadapi penyerang bintang Victor Osimhen di area kotak penaltinya sendiri. Tidak lama berselang, ia kembali melakukan aksi gemilang dengan merebut bola dari kaki Gabriel Sara di sepertiga area pertahanan Lille.
Galatasaray sempat mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-26 usai kiper Berke Ozer dinilai melanggar Victor Osimhen yang melaju kencang. Kendati demikian, wasit Rade Obranovic membatalkan keputusan tersebut setelah meninjau monitor VAR yang memperlihatkan sang penjaga gawang berhasil menyentuh bola terlebih dahulu.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-40, Lille berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 berkat gol kedua dari Soriba Diaoune. Penyerang berusia 19 tahun itu memanfaatkan bola sodoran dari Haraldsson di dalam kotak penalti usai kiper lawan menepis tendangan keras Dilane Bakwa.
Keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga turun minum. Galatasaray mampu membalas dua gol berturut-turut melalui tandukan kepala Aleksey Batrakov menjelang akhir paruh pertama, serta gol dari situasi sepak pojok yang diselesaikan oleh Lucas Torreira pada awal babak kedua.
Victor Osimhen kemudian memastikan keunggulan Galatasaray menjadi 4-2 lewat skema serangan balik cepat saat pertandingan memasuki menit ke-60.
Meski timnya harus mengakui keunggulan lawan di akhir laga, Calvin Verdonk tetap menunjukkan sejumlah kontribusi positif, termasuk intersep apik pada menit ke-68 yang mendapat apresiasi dari komentator serta satu umpan silang akurat yang mengarah ke Olivier Giroud.
Berdasarkan catatan statistik pertandingan, Calvin Verdonk mengakhiri laga tersebut dengan perolehan rating sebesar 6,0.









