Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami tekanan berat pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Harga saham perusahaan yang terafiliasi dengan Garibaldi Thohir atau Boy Thohir tersebut merosot 7,41 persen hingga menyentuh level Rp25 per saham.
Di tengah pelemahan itu, investor asing justru meningkatkan pembelian terhadap saham GOTO. Aksi beli bersih atau net buy tercatat mencapai Rp288,32 miliar, menunjukkan adanya perbedaan arah antara pergerakan harga saham dan transaksi investor asing di pasar.
Transaksi Saham GOTO Tembus Rp1,03 Triliun
Aktivitas perdagangan saham GOTO berlangsung ramai sepanjang sesi Jumat. Sebanyak 42,66 miliar saham berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 61.645 kali. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,03 triliun.
Berdasarkan data perdagangan tersebut, investor asing melakukan pembelian bersih dengan harga rata-rata sekitar Rp24 per saham. Sementara itu, harga penutupan GOTO berada di level Rp25 setelah mengalami koreksi cukup dalam.
Pergerakan ini menjadi perhatian karena derasnya pembelian bersih asing belum mampu menahan penurunan harga saham. Tekanan jual di pasar masih terlihat kuat, seiring kondisi bursa saham Indonesia yang mengalami gejolak.
Pada level harga Rp25, rasio price to book value (PBV) GOTO tercatat sebesar 0,92 kali berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas. Rasio PBV digunakan untuk membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku perusahaan per saham.
Investor Asing Berbalik Membeli Saham GOTO
Perubahan perilaku investor asing terlihat dalam catatan transaksi mingguan. Selama periode 12-16 Oktober 2026, saham GOTO membukukan net buy asing sebesar Rp347,95 miliar.
Arus dana masuk tersebut terjadi ketika harga saham GOTO justru melemah 16,67 persen dalam sepekan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pembelian bersih investor asing belum sejalan dengan pergerakan harga di pasar.
Situasi tersebut berbeda dibandingkan dua pekan sebelumnya. Pada periode 28 September-2 Oktober 2026, investor asing mencatatkan net sell GOTO sebesar Rp979,40 miliar.
Tekanan berlanjut pada pekan 5-9 Oktober 2026, ketika aksi jual bersih asing mencapai Rp663,18 miliar. Dengan demikian, pembelian bersih pada pekan 12-16 Oktober menandai perubahan arah transaksi setelah dua pekan berturut-turut terjadi arus keluar dana asing.
IHSG Tertekan Isu Status Pasar Indonesia
Pergerakan GOTO berlangsung di tengah tekanan besar yang menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Jumat, IHSG anjlok 11,57 persen hingga berada di level 5.185.
Koreksi tajam tersebut terjadi setelah penyedia indeks global MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia, dari emerging market menjadi standalone market.
GOTO sendiri telah dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index sejak 1 September 2026. Perkembangan terkait indeks global dan kondisi pasar menjadi faktor yang perlu dicermati investor saat mengevaluasi pergerakan saham.
Meski investor asing kembali mencatatkan net buy, angka tersebut tidak otomatis menunjukkan harga GOTO akan segera pulih. Perkembangan transaksi, kondisi IHSG, serta keputusan investor selanjutnya tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan saham.









