Saham

Alasan Boy Thohir Belum Exit dari Saham GOTO

Garibaldi Thohir mengungkapkan alasan dirinya belum keluar dari saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk karena nilai kerugian yang terlalu besar.

Alasan Boy Thohir Belum Exit dari Saham GOTO
Boy Thohir GOTO (Sumber: HO/Gojek)

Konglomerat Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir memberikan penjelasan terbuka mengenai status kepemilikan sahamnya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Keterangan tersebut disampaikan dalam sesi wawancara yang disiarkan melalui kanal YouTube Leon Hartono.

Dalam perbincangan tersebut, Leonard Hartono menanyakan alasan Boy Thohir yang belum melakukan exit dari emiten teknologi tersebut. Pertanyaan itu juga menyinggung kemungkinan adanya faktor alasan patriotik di balik keputusan penanaman modalnya.

Menanggapi pertanyaan itu, Boy Thohir menjelaskan secara terus terang bahwa dirinya memilih bertahan karena posisi investasinya sedang merugi dan nominal kerugian untuk melakukan penjualan paksa sudah terlampau besar.

“As simple as mau cutloss, cutloss-nya terlalu banyak,” ungkap Boy Thohir.

“Jadi saya bilang udahlah diemin aja. Nanti kita lihat mau kapanlah istilahnya ya udahlah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Boy Thohir menuturkan bahwa dinamika keuntungan maupun kerugian merupakan hal yang lumrah dalam dunia investasi. Kendati demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap lini bisnis GOTO, khususnya layanan Gojek yang dinilai berhasil menyerap banyak tenaga kerja.

“Saya per hari ini saya masih kagum kepada GOTO, kepada Gojek terutama. How anak-anak muda ini bisa create sesuatu. Saya komparasinya dengan Astra, puluhan tahun 200 ribu-250 ribu pekerjaan,” paparnya.

“Gojek dengan teknologi, suka gak suka, itu kan menciptakan lapangan kerja. Dulu mana ada. Dulu kan ojek. E-commerce-nya. Memang dengan e-commerce dengan teknologi ya menurut saya ke depan kita gak bisa enggak. Tapi menurut saya ada fundamental yang menurut saya, saya juga belajar dan menurut saya semua belajar,” imbuhnya.

Sebagai catatan, Boy Thohir sebelumnya sempat menduduki posisi sebagai komisaris di GOTO sebelum akhirnya memutuskan mundur. Berdasarkan data per 30 April 2025 saat masih menjabat sebagai komisaris, ia tercatat memiliki sebanyak 1.054.287.487 saham seri A GOTO atau setara dengan porsi kepemilikan sebesar 0,09%.