Como akan menghadapi Manchester United pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027 dengan situasi yang kontras. Tuan rumah berstatus debutan di kompetisi elite Eropa, sedangkan tim tamu datang membawa nama besar dan sejarah panjang, meski performanya sedang menjadi sorotan.
Pertandingan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam WIB, menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menambah poin. Como dan Manchester United sama-sama mengantongi satu kemenangan serta satu kekalahan dari dua pertandingan awal, tetapi tekanan yang mereka hadapi tidaklah sama.
Manchester United Dibayangi Hasil Kurang Memuaskan
Manchester United belum menunjukkan performa konsisten pada awal musim ini. Tim berjuluk Setan Merah tersebut hanya meraih dua kemenangan dari 10 pertandingan di semua kompetisi dan gagal menang dalam enam laga terakhirnya.
Situasi itu membuat laga tandang ke markas Como menjadi ujian tersendiri bagi skuad Michael Carrick. Sebagai klub dengan ekspektasi tinggi, MU dituntut segera memperbaiki hasil agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan.
Kembalinya Manchester United ke Liga Champions setelah absen selama dua musim juga membawa harapan besar dari pendukungnya. Namun, hasil yang belum memuaskan membuat tekanan terhadap tim semakin meningkat.
Di sisi lain, Como memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri. Status sebagai pendatang baru membuat mereka relatif tidak dibebani ekspektasi sebesar lawannya. Kondisi tersebut bisa menjadi modal bagi tim asuhan Cesc Fabregas untuk tampil lepas dan mencoba memanfaatkan setiap peluang.
Meski begitu, situasi Manchester United tidak membuat Fabregas menganggap pertandingan akan berjalan mudah. Ia menilai pengalaman dan kualitas lawan tetap harus diperhitungkan.
Fabregas Tegaskan Respek kepada Setan Merah
Fabregas menyampaikan penghormatan kepada Manchester United menjelang pertemuan kedua tim. Pelatih Como itu juga memberikan apresiasi kepada Carrick atas upayanya membawa klub Inggris tersebut kembali tampil di Liga Champions.
“Manchester United, klub yang bersejarah. Respek yang sangat besar untuk mereka dan apa yang mereka sedang kerjakan. Saya kenal Steve Holland dan tahu Michael Carrick. Dia bekerja sangat baik untuk mengembalikan Man United ke posisi sebenarnya,” ujar Fabregas di situs UEFA.
Ia mengingatkan para pemain Como agar tidak kehilangan kerendahan hati meskipun akan tampil di hadapan pendukung sendiri. Menurutnya, pertandingan seperti ini menjadi kesempatan untuk terus belajar sekaligus menguji kemampuan tim.
“Kami perlu tetap rendah hati, sebab masih ada begitu banyak hal untuk dilakukan dan dipelajari. Besok, dua tim akan masuk lapangan dan menginginkan kemenangan,” katanya.
Fabregas juga menyebut kesempatan menjamu klub sebesar Manchester United sebagai sebuah kehormatan. Ia menilai lawannya memiliki pemain berkualitas, staf yang kuat, serta pelatih yang mampu membawa tim kembali ke kompetisi tertinggi Eropa.
Sejarah MU Menjadi Tantangan bagi Como
Manchester United memiliki rekam jejak panjang di Liga Champions. Klub asal Inggris itu telah 31 kali tampil di kompetisi tersebut dan mengoleksi tiga gelar juara.
MU juga lima kali mencapai partai final sejak menjalani debut pada musim 1956/1957. Pengalaman itu menjadi pembeda dibandingkan Como yang baru merasakan atmosfer Liga Champions musim ini.
Meski demikian, sejarah besar tidak otomatis menjamin kemenangan. Como tetap memiliki peluang jika mampu menjaga disiplin dan memanfaatkan keuntungan kandang, sementara Manchester United perlu membuktikan bahwa mereka bisa keluar dari periode sulit.









