Saham

IHSG Menguat 0,69% ke 5.425, Saham KONI dan FAST Melonjak Hingga ARA

IHSG naik 0,69% ke level 5.425 pada Jumat, 23 Oktober 2026. Saham KONI dan FAST memimpin top gainers setelah melonjak hingga ARA.

IHSG Menguat 0,69% ke 5.425, Saham KONI dan FAST Melonjak Hingga ARA
Foto: ANTARA/DHEMAS REVIYANTO/NZ

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Kenaikan indeks diikuti dominasi saham yang bergerak di zona hijau, dengan sejumlah emiten mencatat lonjakan harga signifikan dan masuk jajaran top gainers.

Dalam satu jam perdagangan, dua saham bahkan menyentuh batas auto rejection atas (ARA), yakni PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Keduanya mencatat kenaikan lebih dari 24%, di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung melemah pada waktu yang sama.

IHSG Naik ke Level 5.425

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bertambah 37,22 poin atau 0,69% ke posisi 5.425,13. Sepanjang satu jam perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 5.366 hingga 5.442.

Aktivitas transaksi di pasar saham terbilang ramai. Sebanyak 12,27 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,32 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 628.930 kali transaksi.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 467 saham menguat. Sementara itu, 155 saham mengalami penurunan dan 160 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Penguatan juga terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45. Indeks tersebut naik 0,55% selama periode perdagangan yang sama.

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia. Indeks Shanghai di China melemah 1,05%, Straits Times Singapura turun 0,1%, sedangkan Nikkei Jepang terkoreksi 1,72%. Hanya Hang Seng Hong Kong yang mencatat penguatan sebesar 0,29%.

KONI dan FAST Pimpin Daftar Saham Top Gainers

Kenaikan harga saham paling mencolok terjadi pada KONI dan FAST. Saham KONI melonjak 24,92% menjadi Rp 1.680 per saham. Adapun FAST menguat 24,34% ke level Rp 378 per saham.

Kedua saham tersebut menyentuh batas ARA, yaitu batas kenaikan harga maksimum yang diperbolehkan dalam perdagangan saham sesuai ketentuan bursa.

Selain kedua emiten itu, sejumlah saham lain juga membukukan kenaikan dua digit. PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) naik 20,56% menjadi Rp 2.170 per saham.

Berikutnya, saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) meningkat 20,19% ke posisi Rp 500. Sementara itu, PT Cham Resto Indonesia Tbk (ENAK) menguat 19,78% menjadi Rp 218 per saham.

Pergerakan tersebut menempatkan kelima emiten sebagai saham dengan kenaikan harga terbesar dalam daftar yang disebutkan selama satu jam perdagangan IHSG.

Delapan Saham Tertekan dan Masuk Top Losers

Di sisi lain, tekanan jual membuat delapan saham masuk daftar top losers dengan penurunan harga lebih dari 6%. Sejumlah saham tersebut bergerak mendekati atau menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) turun 6,83% menjadi Rp 300 per saham, sedangkan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) melemah 6,77% ke level Rp 3.030.

Penurunan juga dialami PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) sebesar 6,67% menjadi Rp 700 dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) sebesar 6,6% ke posisi Rp 4.390.

Selanjutnya, saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) terkoreksi 6,48% menjadi Rp 101. PT Super Energy Tbk (SURE) turun 6,37% ke Rp 2.940, diikuti PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang melemah 6,35% menjadi Rp 590.

Sementara itu, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) mencatat penurunan 6,14% ke level Rp 428 per saham. Perbedaan pergerakan antarsaham tersebut memperlihatkan bahwa penguatan IHSG tidak diikuti seluruh emiten di pasar.