Saham

IHSG Menguat 0,95%, Delapan Saham Ditutup Mentok ARA

IHSG naik 0,95% ke level 5.439,2. Delapan saham menyentuh ARA, sementara seluruh sektor saham menguat pada penutupan perdagangan.

IHSG Menguat 0,95%, Delapan Saham Ditutup Mentok ARA
IHSG Sesi 1 melonjak (Sumber: ANTARA)

IHSG ditutup menguat 51,35 poin atau 0,95% ke level 5.439,2 pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Sebanyak delapan saham mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA), dengan kenaikan terbesar dicatat WMUU sebesar 33,3%.

Di antara saham yang tergabung dalam indeks LQ45, AKRA mencatat penguatan tertinggi. Saham PT AKR Corporindo Tbk itu naik 5,3% ke harga Rp 1.390.

Delapan saham mencapai ARA

Lima saham dengan kenaikan tertinggi di antara delapan saham tersebut adalah WMUU, FAST, PTSP, TOBA, dan KONI. Berikut daftar saham yang ditutup pada batas ARA:

SahamKenaikanHarga
WMUU33,3%Rp 36
FAST25%Rp 380
PTSP25%Rp 2.250
TOBA25%Rp 520
KONI24,91%Rp 1.680
ASLI24,83%Rp 362
IRSX24,7%Rp 272
SEMA24,67%Rp 374

Di antara lima saham yang mencatat kenaikan terbesar, WMUU merupakan saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk. FAST adalah saham PT Fast Food Indonesia Tbk, PTSP milik PT Pioneerindo Gourmet International Tbk, TOBA milik PT TBS Energi Utama Tbk, sedangkan KONI merupakan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk.

Pergerakan pasar secara keseluruhan juga didominasi saham yang naik. Sebanyak 506 saham menguat, 192 melemah, dan 265 tidak berubah. Nilai transaksi bursa tercatat Rp 16,02 triliun.

Indikator perdaganganHasil
Saham naik506
Saham turun192
Saham stagnan265
Nilai transaksiRp 16,02 triliun

Seluruh sektor menguat

Seluruh sektor saham berakhir di zona hijau. Sektor barang konsumen non-primer mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 3,13%, disusul sektor perindustrian yang naik 3,12%.

SektorPerubahan
Barang konsumen non-primer3,13%
Perindustrian3,12%
Energi2,48%
Infrastruktur1,91%
Transportasi1,59%
Barang konsumen primer0,98%
Barang baku0,74%
Properti0,71%
Teknologi0,46%
Keuangan0,14%
Kesehatan0,09%

Reformasi pasar modal jadi perhatian

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut reformasi pasar modal sebagai salah satu sentimen yang mendukung IHSG. Bursa berencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan indeks komposit mulai 2 November 2026.

Pilarmas juga menyoroti investasi Danantara sebagai salah satu pendorong pergerakan saham BUMN. Menurut perusahaan sekuritas itu, aksi beli yang konsisten disertai peningkatan kinerja perusahaan dapat memperkuat sentimen investor terhadap saham-saham pelat merah.

Dukungan investasi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar, terutama pada emiten BUMN yang memiliki valuasi menarik dan prospek bisnis jangka panjang. Namun, dampaknya bergantung pada realisasi investasi serta perbaikan fundamental perusahaan.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah turut menjadi tekanan. Pilarmas menyebut laporan tentang rencana Amerika Serikat dan Israel yang membuka kemungkinan serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS bulan depan menambah ketidakpastian geopolitik.

Sejumlah saham melemah tajam

Di tengah penguatan IHSG, beberapa saham mencatat penurunan cukup dalam. BTEK turun paling besar, yakni 8,33% ke Rp 11, sedangkan BUKK melemah 6,94% ke Rp 1.140.

SahamPenurunanHarga
PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK)8,33%Rp 11
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK)6,94%Rp 1.140
PT Link Net Tbk (LINK)6,93%Rp 1.275
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)6,9%Rp 540
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE)6,83%Rp 300