5 Tips jitu Sandi, servive berbisnis di tengah pandemi

Tidak ada orang sukses yang menutup cerita kesuksesannya, pasti mereka ingin berbagi. Karena sukses bersama lebih indah daripada sukses sendiri.

Editor: Hendrik Syah
Bagikan:
Sandiaga Uno | topik.id
Sandiaga Uno yang akrab disapa 'Papa Online' oleh para kalangan milenial, selama pandemi Covid-19 melanda di Indonesia Sandi aktif melakukan webinar istilah umum seminar yang dilakukan secara daring.


Dalam salah satu webinar bersama Chandra Putra Negara baru-baru ini, Sandi memberikan beberapa tips untuk masyarakat yang memiliki usaha agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

"Pelajari marketnya, bagaimana perubahan yang terjadi di pasar. Bagaimana bisa melakukan adaptasi dengan akselerasi dan digitalisasi di usaha"

Sandiaga Uno

Sandi juga menjelaskan jangan pernah menunda pekerjaan. Pengusaha harus mampu menjemput bola dan jangan pernah menunggu bola, harus proaktif menjemput rejeki, harus melihat dari sisi bisnis model yang pernah terjadi sebelumnya. 

Menurut Founder OK OCE ini banyak orang-orang sukses yang akan membagikan pengalamannya dengan orang banyak. 

"Tidak ada orang sukses yang menutup cerita kesuksesannya, pasti mereka ingin berbagi. Karena sukses bersama lebih indah daripada sukses sendiri," jelasnya.

Lanjutnya, pengusaha harus 'be ready to pivot', menurut Sandi hal ini dilakukan agar pengusaha bisa menemukan jalan lain ketika jalan yang biasa dilalui tertutup. 

Berikut ulasan 5 tips servive berbisnis di tengah pandemi dalam webinar Sandiaga Uno yang dirangkum TOPIK.ID, Minggu (20/9/2020).[cut]
Sandiaga Uno | topik.id


1. Cash is a king

Selain memperkuat imunitas tubuh kita, kita harus juga memperkuat imunitas usaha kita. tips paling penting saat ini untuk semua usaha adalah dengan mempertahankan posisi cash yang dimiliki atau posisi dana tunai.

Ubah segala rencana bisnis yang sebelumnya karena sudah tidak bisa dipakai lagi. Dengan adanya Covid-19 ini akan merubah total semuanya.

  • Amankan likuiditas dan tetap jaga solvabilitas.
  • Analisis pemotongan biaya yang tidak perlu dan tidak menghasilkan pendapatan untuk mengamankan fungsi bisnis utama.
  • Mutakhirkan rencana bisnis, buat yang baru.
  • Prediksi kebutuhan dana untuk 3 bulan kedepan[cut]
    Sandiaga Uno | topik.id

2. Adapt to the new normal.


Sebuah realita yang harus kita anggap sebagai keadaan normal. Dimana kita tidak berkumpul lagi di kantor atau tempat berkumpul lainya, melainkan menggunakan platform seperti zoom dan platform lainya.

Kita juga harus mampu untuk merubah secara total bisnis kita yang tadinya mengandalkan rencana bisnis sebelumnya. Sekarang kita harus melihat di sekeliling kita tentang peluang-peluang apa saja yang ada.

Ini semua bisa kita lakukan dengan mengadaptasi teknologi dan digitalisasi bisnis Anda. Sehingga secara tidak langsung kita diharuskan untuk beradaptasi menuju new normal.

  • Jaga kesehatan & keselamatan diri, keluarga dan karyawan anda.
  • Cepat temukan peluang baru & problem yang butuh solusi massive.
  • Produksi (jadi reseller) produk yang dibutuhkan oleh masyarkat.
  • Optimalkan digitalisasi, terutama tools yang dalam genggaman kita, baik itu meliputi marketing, payment & fulfillment.[cut]
    Sandiaga Uno | topik.id

3. Survive through ecosystem.


Harus bisa bertahan hidup dengan mengandalkan kekuatan jejaring kita atau biasa disebut network of network.

Bangun mental bahwa 'we are in it together'. Kita saling bersama-sama saling membantu jika ada teman kita yang memerlukan bantuan.

  • Bangun mental : We are all in this together.
  • Berkonsultasi dengan mentor dan coach.
  • Bangun jejaring, beyond boundaries.
  • Manfaatkan fasilitas perbankan, pemerintah untuk memitigasi risiko usaha.
  • Berikan yang terbaik untuk masyarakat.[cut]
    Sandiaga Uno | topik.id

4. Tingkatkan skill.

Di masa sulit seperti ini dan mengharuskan kita untuk tetap berada di rumah. Selain untuk mengoptimalisasikan waktu kita dengan keluarga, kita juga tetap harus meningkatkan skill. 

Ikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan melalui webinar, online zoom dan lain sebagainya.

  • Semuanya berjalan lambat, ini adalah waktu yang ideal untuk menangani aktivitas yang sempat ditunda melaui rumah tentunya.
  • Gunakan waktu ini untuk meningkatkan proses, kualitas dan efisiensi.
  • Lakukan pelatihan/latih diri sendiri sebagai pemimpin di bidang yang anda tahu akan berkembang.[cut]
    Sandiaga Uno | topik.id

5. Be Calm In The Storm

Poin terakhir adalah be calm in the storm. harus tenang didalam badai ini, jika ada badai kita berteduh dan jangan melawan badai itu.

Hadapi situasi ini dengan pikiran yang jernih, yang dingin, yang sejuk dan tenang. Kita sampaikan apa adanya dan jangan ditutup-tutupi. Jika ada kesulitan kita sampaikan kesulitan yang kita hadapi.

  • Jangan berencana terlalu jauh, ingat hal-hal selalu berubah dengan cepat.
  • Pastikan karyawan anda terlindungi, pertahankan orang-orang inti yang menggerakkan usaha anda badai (insya Allah) berlalu.
Bagikan:
Komentar

Terbaru