Sebanyak 25 juta sepeda jadi rongsokan di China

Bak surganya sepeda baru ternyata hanya rongsokan di china

Editor: Rizki Hidayat
Bagikan:
@Bloomberg
Penyewaan sepeda melalui startup bike sharing pernah booming di China. Sayangnya bisnis ini tumbang karena perang harga dan bakar uang gila-gilaan. 

Akibatnya startup kehabisan uang dan meninggalkan 25 juta sepeda sebagai rongsokan.⁣
Cara kerja mereka dengan menaruh sepeda di beberapa tempat umum yang sudah disediakan, Kemudian pengguna tinggal memindai barcode melalui ponsel untuk meminjamnya. 

Ketika bisnis surut, sepeda ini masih berada di tempat umum.⁣ Startup yang pertama menawarkan konsep bike sharing adalah Ofo. 

Valuasi perusahaan ini sempat menyentuh US$1 miliar atau berstatus startup unicorn. Ketika bike sharing booming, ada hingga 70 startup yang menawarkan model bisnis yang hampir sama.⁣

Sehingga persaingan bisnis bike sharing semakin menjamur dan membuat collape perusahaan tersebut.



"Sepeda yang disewakan tidak bisa digunakan kembali atau dijual seken. Daur ulang pada dasarnya jalan keluarnya," kata Zhu Qi, manajer di China Recycling Resources. GIN⁣.
Di Indonesia sendiri sepeda menjadi tren yang lagi booming, Sebab sudah menjadi gaya hidup dan hobi tersendiri, biasa sering disebut gowes bagi Generasi milenial dan Gen Z.

Bagikan:
Komentar

Terbaru