Google: Kabel bawah laut akan mendarat di Indonesia

Investasi infrastruktur seperti ini dapat memberikan dampak yang substansial dan terukur pada kegiatan ekonomi daerah.

Editor: Dharma Putra
Share:
cover | topik.id
Perusahaan teknologi dunia, Google membangun infrastruktur kabel bawah laut yang menghubungkan orang, geografi, dan bisnis di masa depan dengan Rute Trans Pasifiknya ke Asia Tenggara. 

"Hari ini, kami mengumumkan investasi Google di Echo, kabel bawah laut baru dari Amerika Serikat ke Asia. Echo akan beroperasi dari Eureka, California ke Singapura, dengan singgah di Guam, dengan rencana juga mendarat di Indonesia. Pendaratan tambahan dimungkinkan di masa depan," tulis Google di halaman resminya cloud.google.com/blog seperti dilansir TOPIK.ID, selasa (30/3/2021).

Seperti diketahui, Echo akan menjadi kabel pertama yang menghubungkan AS ke Singapura secara langsung dengan kabel fiber langsung melalui rute ekspres. 




Kabel bawah laut ini akan mengurangi latensi bagi pengguna yang terhubung ke aplikasi yang menjalankan region Google Cloud Platform (GCP) di area tersebut, yang merupakan tempat dari beberapa pusat keuangan dan teknologi paling dinamis di dunia. 

"Investasi infrastruktur seperti ini dapat memberikan dampak yang substansial dan terukur pada kegiatan ekonomi daerah. Misalnya, menurut studi baru-baru ini tentang infrastruktur jaringan APAC Google antara tahun 2010 dan 2019, investasi jaringan di sana menghasilkan 1,1 juta pekerjaan tambahan dan tambahan $ 430 miliar (USD) dalam PDB agregat untuk wilayah APAC," tulis Bikash Koley, Wakil Presiden Jaringan Global, Google Cloud.

Arsitektur Echo dirancang untuk ketahanan maksimum, Rute Trans Pasifiknya yang unik ke Asia Tenggara menghindari jalur tradisional yang ramai ke utara dan diharapkan siap untuk digunakan pada tahun 2023. 

"Kami menantikan konektivitas yang diperluas yang akan dibawa oleh Echo ke Asia Tenggara, memungkinkan peluang baru bagi orang dan bisnis di wilayah tersebut," terang Google.
Share:
Komentar

Terbaru