Aalyria vs SpaceX, masa depan internet berkecepatan laser

Aalyria menyatukan dua teknologi yang awalnya dikembangkan di Alphabet, induk perusahaan Google, sebagai konektivitas nirkabelnya.

Dharma Putra author photo
Simpan
iklan
Aalyria | aalyria.com

Internet Starlink berbasis satelit besutan Elon Musk dalam projek SpaceX mendapat pesaing kuat, penantangnya yaitu Aalyria Technologies, Inc.

Penelusuran TOPIK.ID, Sabtu (19/11/2022) dari halaman resmi Aalyria perusahaan tersebut membuat, mengatur, dan mengelola jaringan tercanggih di dunia untuk memungkinkan konektivitas di mana saja dengan berkecepatan tinggi skala atmosfer dan laser. 

Perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) itu juga mengungkapkan Aalyria menyatukan dua teknologi yang awalnya dikembangkan di Alphabet, induk perusahaan Google, sebagai bagian dari upaya konektivitas nirkabelnya.

"Aalyria menyatukan dua teknologi yang awalnya dikembangkan di Alphabet sebagai bagian dari upaya konektivitas nirkabelnya: atmosfer, laser komunikasi teknologi dan aperangkat lunakplatformuntuk mendalangi jaringan di darat, laut, udara, ruang dan seterusnya. Ini didukung oleh investor Silicon Valley terkemuka termasuk pendiri Accel, J2 Ventures dan Housatonic," keterangan tertulis dari laman resminya.

Lantas apa perbandingan Aalyria vs SpaceX?

- Aalyria


Sistem Aalyria menggabungkan dua sistem menjadi satu kesatuan, Spacetime adalah teknologi orkestrasi jaringan cerdas perangkat lunak dan Tightbeam adalah teknologi komunikasi laser atmosfer canggihnya. 

Sistem ini mengaktifkan bersama-sama dalam jaringan yang kompleks pada skala dan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. 

Dalam laporan businesswire.com, Aalyria saat ini mendukung jaringan komunikasi dengan hingga 15 juta tautan yang memungkinkan dan kecepatan koneksi nirkabel hingga 1,6 Tbps. Berikut rangkumannya:

  • Spacetime 
Platform perangkat lunak untuk mengatur jaringan stasiun bumi, pesawat terbang, satelit, kapal, dan jaringan perkotaan. Ini mengoptimalkan dan terus mengembangkan penjadwalan tautan antena, perutean lalu lintas jaringan, dan sumber daya spektrum yang merespons perubahan kebutuhan jaringan secara realtime.

Spacetime mengoperasikan jaringan di darat, laut, udara, dan ruang angkasa, pada ketinggian atau jenis orbit apa pun, mendukung semua pita frekuensi radio dan panjang gelombang optik, dan dirancang untuk interoperabilitas dengan arsitektur jaringan warisan, ruang hybrid, 5G NTN, dan FutureG.

  • Tightbeam 
Teknologi optik ruang bebas cahaya koheren tercanggih di dunia. Dengan kecepatan lebih cepat daripada solusi lain yang tersedia saat ini dan mencakup jarak yang lebih jauh dari yang dibayangkan sebelumnya, ini memindahkan data utuh melalui atmosfer dan cuaca, dan menawarkan konektivitas di mana tidak ada infrastruktur pendukung. 

Tightbeam secara fokus meningkatkan komunikasi satelit, Wi-Fi di pesawat dan kapal, serta konektivitas seluler di mana saja.

- SpaceX


Starlink merupakan layanan internet berkecepatan tinggi besutan orang terkaya di dunia, Elon Musk. 

Proyek pengembangan konstelasi satelit yang sedang dijalankan oleh perusahaan Amerika Serikat bernama SpaceX

Proyek ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah sistem komunikasi internet berbasis satelit yang memiliki performa tinggi serta dengan harga yang terjangkau.

"Sebagai penyedia layanan peluncuran terkemuka di dunia, SpaceX adalah satu-satunya operatoyar satelit yang memiliki kemampuan untuk meluncurkan satelitnya sendiri sesuai kebutuhann. Dengan peluncuran yang sering dan berbiaya rendah, satelit Starlink terus diperbarui dengan teknologi terbaru," keterangan tertulis di laman Starlink.

  • Broadband
Starlink menyediakan internet broadband berkecepatan tinggi dengan latensi rendah di seluruh dunia. 

Dalam setiap area cakupan, pesanan dipenuhi berdasarkan prinsip pertama datang, pertama dilayani. 

Dengan Starlink, pengguna dapat terlibat dalam aktivitas yang secara historis tidak mungkin dilakukan dengan internet satelit.

Layanan Starlink berkecepatan tinggi dan latensi rendah dimungkinkan melalui konstelasi satelit sangat canggih terbesar di dunia yang beroperasi di orbit rendah di sekitar Bumi.

  • Berbasis satelit
Cara kerja sebagian besar layanan internet satelit berasal dari satelit-satelit geostasioner tunggal yang mengorbit planet pada jarak 35.786 km. 

Maka, waktu untuk data bolak-balik antara pengguna dan satelit juga dikenal sebagai latensi tinggi.

Sehingga hampir mustahil untuk mendukung streaming, permainan online, panggilan video, atau aktivitas kecepatan data tinggi lainnya.

Starlink didukung konstelasi ribuan satelit yang mengorbit planet lebih dekat ke Bumi, sekitar 550 km, dan mencakup seluruh dunia. 

  • Perangkat 
Optik: Starlink sedang menguji operasional penuh, laser ruang optik (Link Intersatellit Optik atau ISLs) pada satelitnya, yang memungkinkan pesawat ruang angkasa untuk mengirimkan data tanpa memerlukan stasiun bumi lokal, yang memberikan cakupan yang benar-benar global.

Antena: Setiap satelit Starlink menggunakan 4 antena susun bertahap yang kuat dan 2 antena parabola untuk memberikan peningkatan kapasitas.

Sistem Tenaga Penggerak ION: Pendorong ion yang efisien, yang didukung oleh krypton, memungkinkan satelit Starlink untuk mengorbit naik, melakukan manuver di luar angkasa, dan melakukan deorbit pada akhir masa pakainya. Starlink adalah pesawat ruang angkasa berpenggerak krypton pertama yang pernah diterbangkan.

Susunan Surya Tunggal: Satelit Starlink memiliki fitur susunan surya tunggal, yang secara signifikan menyederhanakan sistem. Sel surya terstandardisasi, dan mudah untuk mengintegrasikan ke dalam proses pembuatannya.

Menghindari Tabrakan Mandiri:  Satelit Starlink secara mandiri melakukan manuver untuk menghindari tabrakan dengan puing-puing orbit dan pesawat ruang angkasa lainnya. Kemampuan ini mengurangi kesalahan manusia dan memberikan keandalan yang luar biasa, melebihi standar industri berkali lipat.

Pelacak Bintang: Sensor navigasi yang dibuat khusus milik Starlink menyisir bintang-bintang untuk menentukan lokasi, ketinggian, dan orientasi setiap satelit, yang memungkinkan penempatan keluaran broadband yang tepat.

Satelit Ringan dan Ringkas: Setiap satelit memiliki fitur dengan desain panel datar ringkas yang meminimalkan volume berat, yang memungkinkan untuk untuk ditumpukkan lebih padat untuk keperluan peluncuran roket Falcon 9 SpaceX.
Bagus, layak untuk dibagikan!
TOPIK.ID sebagai media Milenial dan Gen Z untuk publik, didukung oleh publik. Menyediakan semua konten jurnalistik modernitas secara berimbang sesuai pedoman dan tentunya gratis untuk diakses demi kesetaraan informasi di Indonesia, tanpa halaman berbayar, tanpa hoax.
iklan
Komentar

iklan

Terkini