14 Platform yang dikembangkan BRIN pakai AI, ditawarkan ke ASEAN

Ardi Nugraha

Kemampuan dan daya saing dalam pemanfaatan AI mengandalkan data besar di balik algoritmanya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. | foto: @brin
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menyebut pemerintah Indonesia sangat menyadari potensi dan peran artificial inteligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk meningkatkan penelitian dan mendorong inovasi di berbagai bidang. 

Namun menurutnya, AI akan menjadi alat yang ampuh dalam satu kondisi penting dengan didukung oleh adanya data besar yang mendasarinya. 

Hal tersebut disampaikan Handoko pada agenda The 20th ASEAN Ministerial Meeting On Science, Technology And Innovation (AMMSTI-20) pada Jumat (07/06), di Siem Reap, Kamboja. Pertemuan para pimpinan setingkat Menteri Bidang Sains, Teknologi dan Inovasi (STI) se-ASEAN tersebut mengusung tema "AI Application: Navigating the Future" untuk berdiskusi mengenai pengintegrasian kecerdasan buatan di sektor publik dan swasta. 

Lebih lanjut Handoko mengungkapkan kemampuan dan daya saing dalam pemanfaatan AI mengandalkan data besar di balik algoritmanya. 

"Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa menghasilkan data besar yang unik adalah faktor kunci terpenting dalam keberhasilan pemanfaatan AI dan meningkatkan daya saing. Kita harus bekerja sama untuk menghasilkan dan mengeksplorasi data besar yang relevan untuk kawasan (ASEAN) ini," terang Handoko dalam keterangan persnya, Selasa (11/10/2024). 

Oleh karena itu, Indonesia melalui BRIN mengusulkan untuk mengembangkan pendekatan baru berdasarkan mekanisme joint-or co-funding antar lembaga pemberi dana dan/atau lembaga terkait dari negara-negara anggota ASEAN dan mitra dialog, tanpa membentuk sub-komite permanen.

"Kita dapat mengandalkan negara anggota yang bersedia memimpin proyek tertentu di negara asalnya, dan menjadikannya sebagai platform kolaborasi bagi negara-negara anggota ASEAN. Beberapa dukungan dari dana ASEAN COSTI dapat diberikan kepada kolaborator tambahan yang berpartisipasi dengan prioritas tertentu berdasarkan, misalnya, indikator ekonomi mereka dan sebagainya," jelas Handoko.

Sebagai contoh dari usulan tersebut, Indonesia bersedia memimpin aksi nyata dengan menyediakan platform kolaborasi baru (di Indonesia) yang dikelola oleh BRIN. Indonesia berkomitmen untuk menjadikan platform kolaborasi ini terbuka bagi negara-negara anggota ASEAN dan juga mitra dialog. 

Kedua, Indonesia siap memberikan kuota tertentu dengan dukungan finansial penuh bagi para ilmuwan dan peneliti ASEAN yang mengikuti kerja sama berbasis open call dan kompetisi melalui skema Visiting Professor/Peneliti, Postdoctoral Fellowship, dan PhD by Research.

Adapun 14 platform kolaborasi (multiyears) yang ditawarkan oleh BRIN antara lain : (1) Penggalian arkeologi prasejarah di Bumi Ayu – Jawa Tengah; (2) Penggalian arkeologi sejarah kelautan di Bongal – Sumatera Utara; (3) Pengamatan Ruang Selatan dan Atmosfer Gunung Timau – Tenggara, dan Agam – Bukittinggi; (4) Pengembangan teknologi akselerator untuk aplikasi industri dan medis di Serpong – Banten; (5) Teknologi dekomisioning dan berbasis reaktor untuk produksi radioisotop di Serpong – Banten; (6) Ekspedisi dan eksplorasi keanekaragaman hayati terrestrial; (7) Ekspedisi dan eksplorasi geologi terrestrial; (8) Ekspedisi dan eksplorasi keanekaragaman hayati maritim dan geologi; (9) Ekstraksi informasi digital dan perolehan pengumpulan keanekaragaman hayati dan non-keanekaragaman hayati; (10) Biologi Struktural di Cibinong – Jawa Barat; (11) Pisang untuk makanan di Cibinong – Jawa Barat; (12) Teknologi penerbangan dan antariksa untuk penerapan penginderaan jauh di Serpong – Banten; (13) Penghitungan karbon di Ancol – Jakarta; dan (14) Teknologi budidaya perikanan di Mataram - Lombok. 

Indonesia melalui BRIN akan menyebarkan informasi resmi (open call) untuk setiap platform tersebut ke seluruh negara anggota ASEAN dan lembaga terkait setelah setiap proyek siap dibuka, yang diharapkan pada bulan Oktober tahun ini.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.


News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks