Kesiapan digital RI, Sandiaga: Kita masih ada di papan tengah

Hendrik Syahputra

Peningkatan potensi ekonomi digital Indonesia didorong oleh berbagai hal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. | foto: @ist
Kesiapan digital suatu negara menjadi salah satu indikator penting bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno baru-baru ini menyampaikan pandangannya mengenai posisi Indonesia dalam peta kesiapan digital global. 

Menurutnya, Republik Indonesia (RI) saat ini masih berada di papan tengah dalam hal kesiapan digital, yang menunjukkan masih adanya tantangan dan peluang besar yang harus dihadapi dan dimanfaatkan.

Menteri Sandiaga mengajak generasi muda khususnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA Solo) untuk meningkatkan kecakapan digital guna memaksimalkan potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia yang di tahun ini telah mencapai 90 miliar dolar AS. 

Hal itu diutarakan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan kuliah umum UMUKA Solo dengan tema "Strategi Transformasi Membangun Usaha untuk Anak Muda di Era Disrupsi", UMUKA Solo, Karanganyar (2/6/2024).
"Ekonomi maupun kehidupan kita sudah bergerak menuju sebuah transformasi digital. Digitalisasi adalah keniscayaan, semua aspek kehidupan kita sekarang terdigitalisasi, suka atau tidak suka," jelas Menparekraf Sandiaga.
Menparekraf Sandiaga mengatakan, peningkatan potensi ekonomi digital Indonesia didorong oleh berbagai hal. Pertama adalah peningkatan pengguna internet pada 2023 yang mencapai 185,3 juta orang atau naik 65 persen dari tahun 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 persen di antaranya adalah pengguna media sosial. 

Sementara untuk peningkatan perangkat mobile mencapai angka 353,3 juta perangkat. 

"Dengan jumlah tersebut, nilai ekonomi digital Indonesia termasuk di dalamnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2025 jumlahnya (diperkirakan) akan loncat menjadi 130 miliar dolar AS," kata Menparekraf Sandiaga. 

Meski hal ini merupakan sebuah peluang, tapi di sisi lain juga menyisakan tantangan. Pertama adalah mengenai sumber daya manusia. 

Dibutuhkan 600 ribu talenta digital per tahunnya, sementara Indonesia baru bisa menciptakan antara 100 sampai 200 ribu talenta digital. 

"Maka sistem pendidikan kita harus bisa menciptakan 400 sampai 500 ribu (talenta digital). Ini yang tentunya kita butuhkan agar kita tidak hanya menjadi konsumen," kata Sandiaga. 

Berdasarkan data kesiapan digital dari Cisco tahun 2021, dari 146 negara, Indonesia berada di urutan ke-73. 

"Kita masih ada di papan tengah, belum ada di papan atas. Padahal peringkat pariwisata kita sudah hampir tembus 20 besar, kontribusi ekonomi kreatif kita pada PDB nomor tiga terbesar di dunia. Di sinilah tugas kita semua agar gebrakan menuju Indonesia Emas 2045 bisa kita ciptakan dengan mengambil peluang di ekonomi digital," ujar Menparekraf Sandiaga. 

Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga mengatakan, generasi muda diharapkan bisa semakin peka terhadap tiga tren dari transformasi digital. Yakni peningkatan peran kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), juga Metaverse dan Web3. 

"Bagaimana internet ini bisa menghadirkan kemaslahatan, menghilangkan kemudharatan. Dan IoT ini luar biasa pengaruhnya dalam kehidupan kita," kata Sandiaga. 

Selain itu terdapat tiga sektor dalam transformasi digital yang memiliki peluang besar. Yakni keamanan siber, talenta digital, dan infrastruktur digital. 

"Kita masuk ke era digital, tapi data-data kita ini siapa yang mengamankan privasi data-data ini. Siapa yang memastikan, di sinilah peran dari UMUKA untuk menghadirkan talenta digital yang bisa memberikan rasa aman dalam kita bertransformasi," kata Menparekraf Sandiaga. 
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.


News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks