Gencar berantas judi online, Kominfo kirim pantun lewat SMS

Pantun yang dikirimkan Kominfo berisikan pesan moral dan ajakan untuk menjauhi judi online.

Hardi Muttaqin
A- A+
SMS Pantun Kominfo. | foto: cover
Dalam upaya memberantas judi online yang kian merajalela, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan pendekatan unik dan kreatif. 

Tidak hanya gencar melakukan pemblokiran situs-situs ilegal, Kominfo kini mengirimkan pantun melalui SMS kepada masyarakat sebagai bagian dari kampanye edukasi dan sosialisasi bahaya judi online kepada masyarakat.

Pantun yang dikirimkan Kominfo berisikan pesan moral dan ajakan untuk menjauhi judi online. Dengan gaya bahasa yang ringan namun sarat makna, Kominfo berharap pesan-pesan ini dapat lebih mudah diterima dan diresapi oleh masyarakat. 
"Pergi ke Pasar Beli Ikan Teri. Pulang-Pulang Membawa Roti. Main Judi Online Setiap Hari. Merugikan Keluarga dan Diri Sendiri. #STOPJUDIONLINE," bunyi pantun yang dikirimkan Kominfo melalui SMS Blast kepada masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif dari judi online serta pentingnya peran serta massyarakat dalam memerangi praktik judi online.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, mengutarakan menggunakan SMS Blast dengan pantun untuk .menggalakkan kesadaran pemberantasan judi online harus dari hulu ke hilir.

Budi mengungkapkan program SMS Blast yang berisi sosialiasi bahaya judi daring memang belum lama dilakukan.

"SMS blast kenapa enggak dari kemarin-kemarin? Karena kita sekarang menggalakkan kesadaran pemberantasan judi online harus dari hulu ke hilir," kata Menkominfo Budi dalam sebuah acara program Business Talk, Rabu (3/7/2024).

"Kita harus tumbuhkan kesadaran masyarakat, kalau mereka melawan bandar dan mesin jadi enggak akan menang," jelasnya Budi.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Berbasis data.
Paling diminati.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks