— Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah membuka pendaftaran seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Pendaftaran bagi calon petugas ini akan dimulai pada 25 Agustus 2026 dan ditutup pada 31 Agustus 2026.

Seleksi ini meliputi formasi PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menekankan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk menjaring petugas yang profesional, kompeten, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan jemaah.

Petugas haji bukan hanya menjalankan tugas administratif, melainkan menjadi representasi pelayanan negara bagi jemaah. Oleh karena itu, integritas, kompetensi, dan komitmen melayani menjadi kriteria utama dalam seleksi ini. Puji menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya dan harus bebas dari praktik gratifikasi, serta meminta peserta untuk tidak memercayai pihak yang menjanjikan kelulusan.

Formasi yang dibuka untuk PPIH Kloter adalah Pelaksana Bimbingan Ibadah Kloter. Sementara itu, PPIH Arab Saudi mencakup berbagai layanan penting seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, Media Center Haji (MCH), serta layanan khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

Persyaratan umum bagi calon peserta meliputi status Warga Negara Indonesia (WNI), beragama Islam, sehat jasmani dan rohani, memiliki integritas dan rekam jejak yang baik, serta tidak sedang menjalani proses hukum pidana. Peserta juga wajib memiliki identitas kependudukan yang sah, kepesertaan aktif BPJS Kesehatan, dan kemampuan mengoperasikan perangkat komputer atau gawai. Untuk formasi tertentu, terdapat persyaratan khusus seperti batas usia, pengalaman, atau sertifikat pendukung.

Proses seleksi akan melalui beberapa tahapan, dimulai dari verifikasi dokumen, Computer Assisted Test (CAT), hingga Medical Check Up (MCU). Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi petugas.haji.go.id. Jadwal Computer Assisted Test (CAT) dijadwalkan pada 5 September 2026, diikuti dengan pengumuman hasil CAT pada 6 September 2026. Tahapan selanjutnya adalah Medical Check Up (MCU) yang pelaksanaannya dijadwalkan pada 8-13 September 2026, dengan pengumuman hasil MCU pada 19 September 2026.

Bagi calon petugas yang berstatus ASN, non-ASN, TNI, atau Polri, surat izin atasan dari instansi masing-masing menjadi salah satu dokumen wajib yang harus diunggah saat pendaftaran. Surat izin ini menjadi bukti bahwa instansi telah memberikan izin kepada pegawai untuk mengikuti proses seleksi dan siap untuk meninggalkan pekerjaan sementara jika dinyatakan lulus.