PT Trinugraha Thohir, perusahaan milik Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, menambah kepemilikan saham di PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Transaksi pembelian dilakukan pada 19 Oktober 2026 dengan nilai masing-masing sekitar Rp 1 miliar.
Langkah tersebut berlangsung setelah saham ADRO dan AADI mengalami tekanan jual tajam akibat gejolak pasar modal Indonesia menyusul pengumuman MSCI. Di tengah kondisi tersebut, kedua emiten juga mulai menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback secara bertahap sejak Selasa (20/10/2026).
Trinugraha Thohir Tambah Kepemilikan Saham ADRO dan AADI
Berdasarkan keterbukaan informasi, Trinugraha Thohir membeli 470.000 saham ADRO pada harga Rp 2.130 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp 1 miliar.
Setelah pembelian itu, kepemilikan perusahaan Boy Thohir di ADRO meningkat menjadi 209.889.470 saham atau setara 0,729 persen. Sebelumnya, Trinugraha Thohir memiliki 209.419.470 saham dengan porsi kepemilikan 0,727 persen.
Pembelian juga dilakukan terhadap saham AADI. Pada 19 Oktober 2026, Trinugraha Thohir mengakuisisi 11.800 saham dengan harga Rp 9.800 per saham serta 90.800 saham lainnya pada harga Rp 9.750 per saham.
Total nilai transaksi tersebut juga berkisar Rp 1 miliar. Seusai pembelian, kepemilikan saham AADI meningkat menjadi 90.029.120 saham atau 1,1562 persen, dibandingkan sebelumnya sebanyak 89.926.520 saham atau 1,1548 persen.
Dalam laporan keterbukaan informasi, perusahaan menyebut investasi sebagai tujuan transaksi pembelian kedua saham tersebut.
ADRO dan AADI Mulai Jalankan Buyback Saham
Di sisi lain, ADRO dan AADI mulai merealisasikan program buyback saham secara bertahap pada 20 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diharapkan mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis sekaligus mendukung stabilitas pasar modal.
Sekretaris Perusahaan AADI, Ray Aryaputra, menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada 22 Mei 2026.
Pemegang saham AADI sebelumnya menyetujui pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp 5 triliun. Program tersebut dapat dilaksanakan hingga 22 Mei 2027.
Ray menegaskan, perusahaan tetap berfokus mengembangkan bisnis di Indonesia dengan menjalankan buyback sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, ADRO memperoleh persetujuan buyback dalam RUPST pada 17 April 2026. Program tersebut berlangsung selama 12 bulan sejak 18 April 2026 dengan nilai maksimal Rp 5 triliun.
Saham Adaro Tertekan Setelah Gejolak Pasar
Sebelum transaksi pembelian dilakukan, ADRO sempat anjlok lebih dari 10 persen pada Jumat (16/10/2026), sedangkan AADI terkoreksi 12,59 persen. Pada periode yang sama, IHSG merosot 11,57 persen setelah pengumuman MSCI memicu gejolak pasar.
Pembelian saham oleh Trinugraha Thohir dan pelaksanaan buyback menjadi perkembangan penting di tengah tekanan tersebut. Meski demikian, dampaknya terhadap pergerakan harga saham tetap bergantung pada kondisi pasar dan respons investor.









